PERMATA YANG HILANG

PERMATA YANG HILANG
bab 9


__ADS_3

Erlangga bangun dari pingsannya, dia melihat sekeliling yang asing baginya.


"Aku di mana?" ucapnya sambil memegang kepalanya yang sedikit sakit.


"Kamu udah bangun,! Gimana masih pusing ngak?" kata Nenek Sulasih saat masuk ke kamar Tamu.


"Kamu siapa dan aku sekarang di mana?"


"Saya neneknya Bulan dan kamu aman sekarang ada di rumah Bulan." jawab nenek sambil memberikan obat dan minum buat Erlang .


"Terimakasih nek"jawab Erlang sambil mengambil obat dan meminumnya.


"Lang kamu udah bangun?" sapa Bulan pas masuk ke kamar tamu.


"Baru aja" Jawab sang nenek.


"ngomong-ngomong ko bisa kamu di culik Lang; lalu siapa yang punya niat jahat kepadamu itu Lang."


"Akupun gak tau Bulan tiba-tiba aku di hadang sama mereka."


"Ya udah sekarang istirahat dulu dan Jangan lupa kasih kabar orangtuamu kalau kamu baik-baik saja dan jangan kamu kasih tau keberadaanmu di sini karena pasti penculiknya masih mengintaimu." Bulan memberi HP kepada Erlang buat memberi kabar orang tuanya.


Orang kepercayaan Haryo dan Sebastian belum menemukan keberadaan Erlangga dan semua itu membuat Keluarga besar menjadi panik, tiba-tiba hp bunda Mawar berbunyi ada tlp masuk dari nomor yang tak di kenal.


"Hallo... Selamat siang" kata Bunda Mawar


"IBu Ini Erlang" jawab seseorang di telpon.


"Kamu di mana Lang, kamu gak apa-apa kan?"


"Erlang selamat bu, kemarin erlang di culik tapi sekarang udah bebas bu ada yang nolongin Erlang."


"Sekarang posisi kamu di mana sayang? Biar Bapak jemput kamu ya"


"Tidak usah bu nanti aku bisa pulang sendiri yang penting ibu sama bapak tidak khawatir karena aku tidak apa-apa."


Keluarga Sebastian kini sudah bernafas lega karena Erlangga selamat dan lolos dari penculikan, tapi mereka tidak sadar bahwa ada seseorang yang diam-diam mengamati gerak gerik keluarga itu.


"Boss tadi anak itu telpon keluarganya dan bilang dia dalam kondisi sehat."


"Apa kamu tau posisinya di mana?"


"Anak itu tidak ngasih tau alamatnya Boss"


"Cerdik juga dia ya tetap terus amati keluarga itu"


Abraham ternyata menaruh mata-mata di dalam keluarga Sebastian dan bekerja sebagai tukang kebun keluarga itu.


Di sisi lain Bulan tidak tinggal diam dia juga mengamati tempat di mana erlang di sekap, dan di saat sebuah mobil melintas di hadapannya Bulan segera mengikuti kemana arah tujuan mobil itu.

__ADS_1


Dengan kamera yang tersembunyi di helmnya dia terus mengamati orang-orang yang keluar masuk mobil itu. Dan masuk ke dalam gedung perkantoran bertuliskan Abraham grub.


Sesampainya di rumah Bulan segera menemui Erlangga dan memberikan semua vidio hasil pengamatannya.


"Apa kau tau siapa pemilik Abraham Grub?" tanya Bulan sambil menunjukan vidio kepada Erlang.


"Tidak tau mungkin bapak atau kakek yang kenal siapa dia" jawab Erlang sambil terus mengamati vidio itu.


"Tunjukan vidio itu pada orangtuamu tapi nanti pas kamu sudah ada di rumah, aku yakin penculik itu masih ada di sekitar rumahmu untuk mengawasi keluargamu."


"Terimakasih banyak Bulan atas semua bantuanmu aku janji tidak akan menyebut namamu kepada keluargaku sebelum semua kejadian ini terungkap di pengadilan." jawab Erlangga karena dia gak mau Bulan terlibat dan menjadi sasaran orang-orang jahat di sekitar keluarganya.


Seminggu telah berlalu dan kini kesehatan Erlangga makin membaik dan dia akan pamit dari rumah Bulan.


Di saat Erlangga ingin meninggalkan rumah Bulan dia melihat mobil hitam masuk ke perkarangan rumah itu Dan turun seorang laki-laki dewasa, tampan, dan berkharisma.


"PAPA..... Kapan datang dari Korea? Bulan kangen" ucap Bulan sambil berlari dan memeluk Cahyo Dan Erlang mengamati itu


"Seperti pernah Lihat Papanya Bulan tapi di mana ya?" ucapnya dalam hati dan langsung mengabaikan perasaannya .



visual DIAH PERMATA NINGRUM / BULAN


"Selamat siang om" sapa Erlang kepada Cahyo.


"Saya Erlangga om temen kuliahnya Bulan." jawab Erlang sambil mencium tangan Cahyo.


"Teman apa teman?" tanyanya sambil melihat Bulan dan Erlangga.


"Teman kuliah Papa iiih..., papa mah baru datang nanya kaya wartawan." jawab Bulan sambil memeluk tangan Cahyo manja.


"Ya udah Papa tinggal dulu ya sayang ke kamar Papa cape baru sampai"


Cahyo pergi meninggalkan 2 remaja itu menuju kamarnya, Erlangga masih terpesona melihat sosok Cahyo yang berkharisma dan gagah


"Pantas Bulan terlihat tomboy pasti nurunin sifat Papanya" ucapnya dalam hati.


"Hai..., Kamu lihat apa?" sapa Bulan sambil menepuk pundak Erlang.


"Papa kamu ganteng pantas anaknya cantik" godanya kepada Bulan.


"Jangan sok gombal, gak mempan buat aku hahahaa" jawab Bulan sambil tertawa melihat tingkah Erlang.


"Ya gak mempan lah, Aku sangsi kamu perempuan apa laki-laki hahahahaa" Erlang tertawa sambil berlari melihat Bulan yang akan memukulnya.


Akhirnya Erlangga pulang ke rumahnya di antar Bulan tapi hanya sampai ujung jalan aja, selanjutnya Erlang naik ojek sampai di rumahnya.


Erlangga masuk dan mengawasi sekitarnya dan dengan santai dia masuk menemui keluarganya,

__ADS_1


"Bunda, Nenek Erlang pulang" sambil mencium tangan Mawar dan Bunda Ningrum.


"Alhamdulillah kamu udah pulang sayang bagaimana udah sehat?" tanya Mawar sambil memutar tubuh putranya karena khawatir.


"Sehat Bunda Alhamdulillah" jawab Erlang sambil tersenyum.


"Kamu di tolong siapa sayang" Ningrum penasaran siapa yang nolongin cucunya.


"Nanti aja nek ceritanya takut ada yang nguping pembicaraan kita" Erlang mencium nenek dan bundanya langsung masuk ke kamarnya.


Di kamar erlang langsung mengamati sekeliling kamarnya lewat CCTV yang tersambung di laptopnya, pas sampai di daerah perkebunan dia melihat ada seorang penjaga kebun yang terlihat aneh dan sembunyi-sembunyi menelpon seseorang.


"Kaya baru lihat nih orang apa orang baru ya?" ucapnya dalam hari.


"Orang ini mencurigakan sekali ya, kira-kira dia lagi menghubungi siapa ya?"


Erlang terus mengamati gerak geriknya dan menyimpan rekamannya.


Di sisi lain si Tukang kebun lagi menghubungi Bossnya.


"Boss anak itu sudah pulang ke rumahnya"


"Di antar siapa dia?" jawab dari orang di sebrang telpon.


"Dia naik ojek Boss" Tukang kebun menjawab yang seperti dia lihat.


"Aku memasang CCTV di jalan-jalan utama menuju rumahnya kenapa tidak tertangkap kamera ya pas anak itu lewat" ucap Abraham dalam hati karena dia terus mengawasi setiap CCTV jalan utama itu tapi tidak melihat tanda-tanda Erlangga lewat.


Di kantor MMJ


Mawar menelpon suaminya dan memberi kabar kalau putra mereka sudah sampai di rumah, Haryo dan Tuan Sebastian bisa merasa lega karena Erlang sehat dan kembali ke rumah.


Elangga mengirim bukti vidio yang di berikan Bulan dan rekaman CCTV yang dia dapat di bagian kebun belakang rumahnya kepada bapak dan kakeknya.


Tuan Sebastian kaget pas melihat penculik itu masuk perkantoran ABRAHAM GRUB karena Tuan Sebastian tau siapa pemilik perusahaan besar itu. Dan Haryo juga mencurigai tukang kebun di rumahnya dia mau menangkap dalang yang sesungguhnya buat bukti ke pengadilan kalau Erlangga di culik.


"Abraham Aku yakin dia dalang dari penculikan ini" kata Tuan Sebastian kepada Putranya.


"Ayah kenal sama Tuan Abraham?" tanya Haryo penasaran.


"Iya dia sahabat ayah waktu SMA, Dan pernah di jodohkan sama bundamu tapi bunda menolak perjodohan itu dan memilih ayah" jawab Sebastian .


"Terus kalian tidak berteman lagi sampai sekarang" Haryo masih penasaran dengan kisah ayahnya.


"Dia yang memutuskan persahabatan kita dan pergi meninggalkan Ayah." jawab Tuan Sebastian dengan raut wajah sedih menginggat persahabatan mereka dulu.



Visual ERLANGGA PUTRA WIJAYA

__ADS_1


__ADS_2