
Haryo tiba di tengah laut, dia melihat sebuah kapal nelayan yang terdampar di sana tanpa ada seorangpun di kapal itu,
Anak buah Kla Lion segera menaiki kapal nelayan mencari petunjuk tentang keberadaan Bulan, seseorang menemukan kantong plastik berisikan pakaian Bulan dan perhiasan milik Bulan tapi tidak menemukan bekas penculikan atau apapun.
Haryo segera menelpon Cahyo bahwa di titik kalung berada tidak ada Bulan. Cahyo memerintahkan segera menuju titik tempat Cahyo berada.
Erlangga tiba di titik tempat HP Bulan berada, di tengah hutan Erlangga melihat sebuah gubuk kecil dan segera menghampiri gubuk itu tapi tidak ada seorangpun di sana.
Erlangga menemukan HP Bulan tergeletak di kolong kursi seakan sengaja di sembunyikan untuk menghambat anak buah Cahyo mencari keberadaan Bulan.
Erlangga segera menghubungi Cahyo kalau di tempat itu dia tidak menemukan Bulan dan orang lain di sana, Cahyo memerintahkan Erlangga ke tempat dia berada.
Di tengah hutan Cahyo tidak melihat bangunan atau jejak orang sama sekali, semua anak buahnya berpencar mengelilingi hutan itu tapi tidak menemukan jejak.
Sinyal titik terus berbunyi tapi mereka tidak menemukan benda yang mereka cari dan hal itu membuat Cahyo sedikit frustasi mencari keberadaan Bulan.
Erlangga dan Haryo tiba di hutan tempat Cahyo berada, mereka semua sibuk mencari jejak anting Bulan.
Suherman teringat kalau hutan itu dulu pernah di jadiin markas Antonio untuk bersembunyi dari musuhnya.
Suherman salah satu pengikut Antonio yang paling lama di banding pengikut yang lain sehingga hanya Herman lah yang tau markas di tengah hutan tersebut.
Herman segera menghampiri Cahyo dan mencoba menelusuri hutan itu sendiri karena Antonio sudah lama sekali tidak mengunakan markas itu.
Suherman :"Maaf Boss, saya baru ingat kalau dulu tuan Antonio pernah bersembunyi di hutan ini saat dia d kejar-kejar musuhnya."
Cahyo :"Antonio? apa penculikan Bulan ada hubungannya dengan Antonio?"
Herman :"Bisa jadi Boss, pasti mereka merasa dendam atas kematian Antonio karena yang menembaknya hingga mati non Bulan."
Cahyo :"Coba kau ingat-ingat di mana posisi markas itu."
Herman :"Aku pernah melihat seorang anak buah Antonio membuka pintu bawah tanah dan kuncinya ada di sebuah pohon besar."
__ADS_1
Cahyo :"Segera periksa semua pohon besar yang ada di tempat ini, apabila ada yang mencurigakan cepat hubungi team."
Cahyo segera memerintahkan semua anak buahnya mencari pohon besar di dalam hutan itu.
Di dalam markas
Bulan di setrum dengan aliran listrik sedang oleh Alex, pria itu sengaja menyetrum nya agar gadis itu menyerah dan memohon ampunan kepadanya. tapi Bulan tak pernah memohon apapun. Sikapnya yang dingin membuat Cristyn semakin geregetan.
Cristyn :"Bagaimana Bulan? apa kau menyerah dan memohon ampunan ku?"
Bulan :"Sampai matipun kau siksa aku gak akan pernah memelas kasihan kepadamu Cris."
Cristyn :"Dasar gadis sombong, kau lebih memilih mati, tapi aku tidak mau kau menemui ajalmu dengan mudah Bulan. Kau harus menikmati betapa sakitnya diriku paska kehilangan papa."
Bulan :"Lakukan sepuasmu Cris, di saat aku bebas kau tak bisa bernafas dengan tenang."
Alex kembali menyetrumnya, suara teriakan Bulan menggema di ruangan kedap suara itu, tapi rasa sakitnya seakan ikut di rasakan oleh mawar di rumah.
Mawar merasakan tubuhnya bagai di sengat aliran listrik, wanita itu menjerit saat selesai menunaikan sholat bersama keluarganya.
Mawar :"Badanku terasa sakit semua bunda, kadang muncul kadang hilang."
Ningrum :"Istighfar sayang, semoga kita semua bisa melewati cobaan ini."
Akhirnya Herman menemukan kunci rahasia ruang bawah tanah itu, dia segera membukanya dan Cahyo terkejut ternyata tanah yang tadi dia injak adalah pintu otomatis menuju ruang bawah tanah.
Setelah pintu terbuka Cahyo dan Haryo segera mencari keberadaan Bulan mereka terkejut mendengar suara Bulan yang menjerit kesakitan dan segera berlari menuju asal suara itu.
Akhirnya Cahyo tiba di sebuah ruangan, mendengar suara orang ketawa dan suara orang menjerit, Cahyo segera menendang pintu itu dan melihat Bulan yang sedang di siksa oleh Alex.
Cristyn dan Alex terkejut melihat Master C tiba di tempat persembunyiannya, melihat kemarahan Cahyo membuat Alex mundur ingin mencari tempat untuk melarikan diri.
Tanpa bicara Cahyo langsung menembak kedua kaki Alex hingga pria itu tak bisa melarikan diri lagi.
__ADS_1
Cristyn yang ketakutan hanya bisa menangis gemetaran, tawanya yang tadi sangat nyaring mendadak hilang entah kemana. Bulan tersenyum melihat Cristyn yang ketakutan hingga gemetaran.
Bulan :"Kenapa diam Cris? ayo teruskan katanya ingin melihatku mati secara perlahan."
Cristyn :"Ampun LAN, aku minta maaf."
Cahyo segera melepaskan ikatan anaknya, pria itu menangis sambil memeluk putrinya dan merasa bersalah sehingga Bulan di culik dan di siksa.
Melihat papanya menangis sambil memeluknya, membuat Bulan sadar akan kasih sayang Cahyo kepadanya melebihi apapun dan Bulan meminta maaf pada sang papa sudah membuat pria itu cemas.
Cahyo :"Maafkan papa nak, gara-gara papa lengah kamu jadi begini."
Bulan :"Pah, Bulan juga minta maaf!, Bulan sudah bikin papa cemas Bulan sadar papa sangat sayang sama Bulan melebihi apapun."
Cahyo :"Kamu ga salah nak, papa yang salah dan papa juga yang membuat kamu terpisah dari keluargamu tapi kasih sayang papa ke kamu melebihi apapun LAN,"
Bulan :"Iya pah Bulan percaya papa sosok orangtua yang hebat Bulan bangga punya papa."
Karena lelah menjalani penyiksaan akhirnya Bulan pingsan, Cahyo dan Haryo segera membawa Bulan kerumah sakit.
Cahyo memerintahkan Bimo untuk membereskan Alex dan Cristyn mereka di siksa seperti yang Bulan rasakan sebelum membunuhnya.
Bimo yang merasa geram dengan Alex segera menghajar pria itu hingga tak terbentuk lagi wujud aslinya,
Bimo :"Dasar manusia laknat, sudah di beri kesempatan hidup tapi malah mengkhianati."
Cristyn di ikat seperti Bulan terikat, semua bajunya di lepas tanpa meninggalkan sehelai benangpun. gadis itu di jadikan umpan anak buah Cahyo sebelum di siksa.
Bimo yang mendengar jeritan Cristyn diam saja, pria itu memberi kebebasan kepada anak buahnya untuk menangani gadis itu. setelah Bimo puas menghajar Alex dia menyerahkan Alex di bunuh dan mayatnya buat santapan hiu peliharaan mereka.
Mendengar kabar Bulan yang selamat dan di bawa kerumah sakit membuat Mawar dan semua keluarga datang menyusul ke rumah sakit.
Melihat kondisi Bulan yang cukup parah gadis itu segera di bawa keruangan khusus dan langsung di tanganin dokter ahli, semua keluarga menunggu di luar ruangan sampai dokter mengizinkan mereka masuk.
__ADS_1
Erlangga hampir tak percaya melihat Cristyn tega berbuat begitu kepada Bulan, walau sebenarnya Erlangga menyukai Bulan tapi pemuda itu berusaha menjaga hatinya karena merasa punya ikatan saudara dengan Bulan.
belajar mengikhlaskan dan menganggap Bulan saudaranya.