
Cahyo mengajak Bulan ke toko bunga milik Dewi, pria itu berniat ingin memperkenalkan putrinya kepada calon mamanya. Tibalah mereka di sebuah toko bunga yang terletak di pinggir kota itu.
Dewi sering menjaga toko bunga yang di pinggir kota sedangkan yang berada di rumahnya sudah di urus orangtuannya
"Waaah.... bunganya indah sekali, ada tamannya juga,"
Bulan terpesona dengan keindahan yang ada di matanya, gadis itu langsung berkeliling melihat-lihat bunga di toko itu.
Cahyo segera menghampiri Dewi yang sedang melayani pembeli, perempuan itu masih belum menyadari kedatangan calon suaminya.
"Masih sibuk Wi?"
Dewi menoleh pas mendengar suara yang tidak asing lagi baginya, wanita itu tersenyum melihat kekasihnya datang ke tokonya.
Dewi :"Eh ada mas Cahyo ko datang tidak ngasih kabar?"
Cahyo :"Sengaja ingin ngasih kejutan aja"
Dewi :"Kita duduk di taman yuk!"
Cahyo mengikuti wanita itu menuju taman belakang toko, di sana sudah ada Bulan yang sedang sibuk berfoto dengan bunga-bunga.
Bulan :"Papa..., sini foto sama Bulan!"
Dewi terkejut mendengar seorang gadis memanggil kekasihnya dengan sebutan papa dan langsung menatap Cahyo seakan meminta penjelasan.
Dewi :"Papa...?"
Cahyo :"Iya dia putriku Bulan, aku mengadopsinya pas dia masih di sekolah dasar."
Dewi :"Aku kira anakmu dari wanita lain, ku lihat usianya hampir sama dengan putra kita mas."
Cahyo :" mana pernah aku menyentuh wanita lain, satu-satunya wanita yang aku sentuh hanya dirimu dan itu sudah menganggu fikiran dan hatiku Wi."
Dewi dan Cahyo menghampiri Bulan, Cahyo memperkenalkan Bulan dengan calon mamanya.
Cahyo :"Bulan.., perkenalkan ini mama Dewi!"
Bulan :"Waaah... mama cantik banget!"
Dewi :"Kamu juga cantik, bahkan semua bunga mama kalah cantiknya."
Cahyo tersenyum melihat kedua wanita yang dia sayangi saling berpelukan, tiba-tiba dia teringat dengan bundanya.
"Seandainya bunda ada di sini lengkaplah sudah kebahagiaanku melihat ke 3 wanita yang aku sayangi bersatu." Ucap Cahyo dalam hati.
__ADS_1
Melihat kesedihan di mata Cahyo membuat Dewi meninggalkan Bulan.
Dewi :"Sayang.., mama ke papa dulu ya kamu lanjutin aja berfotonya.
Bulan :"Iya mah."
Dewi menghampiri Cahyo yang sedang melamun.
Dewi :"Kenapa mas lagi ada masalah kah?"
Cahyo :"Tidak ada apa-apa Wi, hanya kangen aja sama bunda."
Dewi :"Mas Cahyo masih memiliki bunda? Sekarang dimana?"
Cahyo mengeluarkan foto di dalam dompetnya, dia menunjukan foto keluarga di saat dia masih anak-anak kepada Dewi.
Cahyo :"Ini keluarga ku Wi, dulu kami hidup sangat bahagia sebelum ayah mengadopsi seorang anak dari panti asuhan."
Dewi :"Lalu kamu cemburu sama saudara angkatmu mas?"
Cahyo :"Iya Wi, ayah dan bunda sangat menyayanginya selalu membanggakan prestasinya sedangkan denganku tidak."
Dewi menggenggam tangan Cahyo, wanita itu mengerti perasaan kekasihnya itu.
Dewi :"Mas.., kenapa kamu mesti cemburu melihat orangtuamu menyayangi adikmu? Seharusnya kamu juga tunjukkan kalau kamu juga bisa berprestasi dan membuat orangtuamu bangga."
Cahyo menundukkan kepalanya, dia merasa sedih mengingat kisah masa lalunya dan Dewi terus memberi semangat kepada kekasihnya itu.
Dewi :"Mas, apa kamu punya kesalahan di mata ayah? pasti ayah punya rencana lain sehingga dia mengangkat adikmu menjadi CEO."
Cahyo :"Iya, waktu itu aku menjadi anak nakal, uang aku habis-habiskan untuk berjudi dan bersenang-senang. Tapi semua itu aku lakukan karena aku ingin ayah dan bunda perhatian denganku Wi, ternyata ngak."
Dewi :"kamu lihat Bulan, kamu menyayanginya seperti anakmu sendirian kan?, seandainya putra kita bertingkah seperti dirimu, mana yang lebih kau banggakan Bulan apa putra kita?"
Cahyo merenungi ucapan Dewi, pria itu menyadari bahwa tindakannya saat itu salah. karena semua orangtua mengharapkan anaknya tumbuh menjadi anak yang baik dan membanggakan.
Cahyo :"Iya kau benar Wi, aku pasti lebih membanggakan Bulan kalau putra kita gak baik."
Dewi tersenyum mendengarkan jawaban Cahyo, dalam hatinya dia juga bersedih mengingat putranya yang entah berada di mana. Cahyo memahami perasaan Dewi pasti kekasihnya itu teringat dengan anaknya.
Cahyo :"Wi kamu harus yakin, kita pasti dapat menemukan anak kita. kita akan mencarinya setelah pernikahan kita."
Dewi menjawab dengan anggukan kepala, dia yakin dengan kekuasaan Cahyo anaknya pasti ketemu.
Di Tempat Lain
__ADS_1
Adrian meminta bantuan pamannya, pemuda itu percaya jika pamannya yang seorang mafia bisa membantunya menculik Bulan. Adrian menemui Antonio di rumah besarnya.
Antonio :"Tumben kamu datang kerumah paman? Pasti ada maunya."
Adrian :"aah paman bisa aja, memang aku gak boleh main kerumah paman?"
Antonio :" Anak nakal macam kamu mana pernah ingat sama paman? kecuali ada maunya."
Adrian :"Memang hati seorang mafia tidak bisa di bohongin ya hahahahhaha."
Antonio :"Kita bahas urusanmu di ruang kerja paman."
Antonio mengajak Adrian menuju ruang kerjanya, hari itu di rumah Antonio sepi karena Cristyn sedang bersenang-senang di luar bersama teman-temannya.
Adrian :"Aku menyukai seorang gadis di kampusku paman, tapi dia terlalu cuek bahkan susah untuk di jebak."
Adrian menunjukan sebuah foto gadis ke pamannya, Antonio terkejut melihat foto Bulan yang di tunjukan Adrian.
Antonio :"Bulan..?"
Adrian :"Paman kenal dengan Bulan?"
Antonio :"Iya, dia anak seorang mafia yang paling kejam di kota B."
Adrian terkejut mendengar jawaban pamannya yang mengatakan Bulan anak seorang mafia.
Adrian :"Apa anak seorang mafia?, pantas dia bisa membuat semua teman-temanku pingsan di belakang kampus ternyata Bulan anak seorang mafia!"
Antonio :"Apa kamu masih ingin mengejarnya? Jangankan temanmu yang hanya pemuda labil anak buah paman banyak yang mati di tangannya."
Adrian terkejut mendengarnya, seakan tidak percaya seorang gadis cantik dapat membunuh anak buah seorang mafia.
Adrian :"Aku hanya ingin menodainya aja sih paman, membuat dia bertekuk lutut di kakiku biar kesombongannya hilang.
Antonio :"Hahahaha sebelum kamu menyentuhnya kamu sudah tewas Ian dengan papanya."
Adrian bergidik ngeri mendengar ucapan pamannya, membayangkan dirinya di bunuh seorang mafia.
Antonio :"Tetaplah dekati gadis itu, jangan sampai Bulan curiga rencanamu. Urusan selanjutnya biar paman yang ngatur karena paman memang punya misi ingin mengalahkan mafia itu."
Adrian :"Maksud paman?"
Antonio :"Paman memang berencana ingin menculik Bulan, karena dia salah satu kelemahan Master C. apabila mafia itu kalah di tangan paman kamu bebas melakukan apapun kepada gadis itu."
Adrian :"Oke paman, aku yakin paman bisa mengalahkan Master C dan aku akan memberikan hadiah hotel yang ada di daerah X buat paman apabila paman bisa mewujudkan impianku."
__ADS_1
Antonio :"Dasar anak nakal, yang ada kamu di bunuh papamu kalau itu hotel di kasih ke paman."
Kedua pria beda usia itu tertawa terbahak-bahak membayangkan wajah papanya Adrian yang emosi melihat hotel kebanggaannya hilang.