
"KURANG AJAR!" lagi-lagi MENTARI MEGA JAYA yang selalu menang tander."
"Boss, Pengusaha dari Jepang juga memilih MMJ Boss daripada perusahaan kita, sebenarnya apa sih hebatnya MMJ?."
"Orang yang bernama Haryo gak bisa di anggap remeh, Selidiki semua keluarganya... Kita ambil kelemahannya Haryo."
"Baik Boss!" laki-laki itu meninggalkan ruang kantor pimpinannya.
ABRAHAM ADIKUSUMA adalah seorang pengusaha properti terbesar kedua, pemilik PT ABRAHAM GRUB dan merupakan saingan terbesar MMJ.
Abraham merasa kesal karena tander-tender besarnya kalah saing dengan Haryo, berbagai cara udah Abraham lakukan tapi Haryo selalu bisa lolos dari semua jebakan yang di berikan Abraham.
Tuan Abraham adalah sahabat dekat Tuan Sebastian pada masa SMU. Di saat mereka duduk di bangku Kuliah mereka menyukai Gadis yang sama yaitu Ningrum.
Awalnya orangtua Ningrum menjodohkan Ningrum dengan Abraham dan Ningrum menolak perjodohan itu di karenakan dia sudah menyukai Sebastian.
Abraham merasa selalu kalah bila berhadapan dengan Sebastian Dari nilai prestasi, sampai urusan asmara.
"Aku sudah buat Anak semata wayangnya salah jalan, dan tidah becus memimpin MMj. Ga aku sangka dia malah mengangkat Haryo sebagai CEO di MMJ dan mengabaikan anak kandungnya sendiri." ucap Abraham sambil meremas gelas di tangannya.
"Kenapa ga kefikirkan olehku untuk merusak anak pungut itu sekalian."
"Tuan, Kenapa gak kita sandera aja cucu semata wayangnya? Biar mereka pilih tender apa keturunannya," perkataan Rico asisten pribadinya Abraham.
"Idemu masuk akal RicoTapi jangan sampai mereka tau siasat kita sebelum kita pegang kartu AS nya." jawab Abraham sambil tersenyum sinis memandang foto dia dengan Sebastian sahabatnya.
☆☆☆☆☆☆
Bulan dan Erlangga menjadi sahabat akrab semenjak pertemuan itu, tapi Erlangga belum pernah menceritakan kepada ibundanya tentang pertemuannya dengan Bulan.
Di saat Erlangga hendak pulang dari Kampusnya mobilnya di hadang dengan 3 buah mobil yang beranggotakan 12 orang berbadan tegap.
Dari kejauhan Bulan melihat Penculikan itu. walaupun Erlangga bisa berkelahi tapi dia cuma sendiri dan dia di bawa sama preman yang menghadangnya.
Bulan mengikutinya dari kejauhan, dia mau tau siapa dalang yang sudah menculik sahabatnya. Hingga mobil berhenti di sebuah rumah mewah di pinggir kota.
Bulan mengamati sekeliling rumah tersebut, posisi rumah jauh dari pemungkiman penduduk, Bulan bersembunyi diantara pepohonan mengamati dari kejauhan.
Bulan ingat yang di ajari oleh papanya, setiap ingin melakukan sesuatu tidak boleh gegabah pastikan kalau suasana aman baru bertindak.
Bulan membawa sepasang pistol kedap suara si balik sepatunya, Bulan selalu membawa senjata rancangan papanya kemanapun dia berada sekedar buat jaga diri. Tak lupa panah kecil yang dilapisi obat penenang yang dapat membuat siapa aja akan tertidur apabila terkena panah tersebut.
__ADS_1
Di saat hari mulai gelap Bulan mendekat ke rumah mewah itu. Satu-satu penjaga di buat tertidur dengan panahnya sampai akhirnya Bulan dapat masuk ke gudang tempat Erlangga di sekap.
Erlangga masih dalam kondisi pingsan dan di ikat di sebuah Kursi, perlahan ikatan itu di buka dengan Bulan dan Erlangga di bawa pergi diam-diam dari rumah itu.
Di Rumah Abraham ...
Laki-laki itu merasa puas karena anak buahnya berhasil menculik cucu Sebastian, dan dia berencana besok akan menemui sahabatnya itu membuat banding tender .
"Besok Kita akan lihat Sebastian siapa yang akan bertekuk lutut di hadapanku. hahahahha." tawa Abraham sambil mengusap foto sahabatnya.
Mawar khawatir anaknya belum pulang dari kampus dan Haryo mendapat telpon dari kantor polisi bahwa mobil yang di pakai Erlangga parkir di tengah jalan tanpa pemiliknya.
Bulan memapah Erlangga melewati jalan setapak sampai di tempat motornya terparkir, perlahan dan pasti Erlangga di naikkan ke motor dengan bantuan 1 orang penduduk yang kebetulan lewat di tempat itu.
Bulan membawa Erlangga ke rumahnya karena Bulan binggung mau bawa Erlangga kemana dalam keadaan pingsan,
"Mang Udin,Tolong bantu saya!" Bulan minta tolong kepada pak satpam rumahnya.
"Baik Non! mau di taruh di mana pemuda ini non?" jawab mang udin sambil memapah Erlang.
"Tidurin di kamar tamu aja mang"
Mang udin membawa Erlangga ke kamar tamu, nenek keluar dari dapur dan melihat yang Bulan baru datang langsung menyapanya.
"Aku tadi lihat teman aku di culik nek, Jadi aku bebasin teman aku dulu."
"Asstagfirullah.... Kamu gak apa-apa kan, ada yang sakit ngak Bulan?" nenek bertanya khawatir sambil memutar-mutar Bulan takut ada yang lecet pada cucunya.
"Aku gak apa-apa nek, akukan anak papa" jawab Bulan sambil tersenyum.
"Nek Bantu aku rawat Erlangga ya!" Bulan berkata sambil memeluk neneknya .
"Iya sayang, Ya udah mandi sana terus makan masa anak gadis bau asem hahahaha."
`
"Orang aku masih wangi gini ko" Bulan berjalan ke kamarnya.
Selesai mandi Bulan kekamar Erlangga melihat apakah temannya itu udah sadar atau belum, di sana juga ada nenek yang lagi ngolesin obat luka di tubuh Erlangga.
"Bagaimana keadaannya nek?" tanya Bulan khawatir.
__ADS_1
"Kata dokter tidak apa-apa bentar lagi juga akan sadar."
"Kenapa orang-orang itu ingin menculik dia ya nek, apa dia anak orang kaya.?"
"Kita akan tau nanti kalau temanmu sadar kamu jangan khawatir." jawab Nenek menenangkan cucunya.
Di rumah mewah tempat penyekapan Erlangga semua anak buah Abraham satu persatu sadar dari tidurnya, dia merasa aneh kenapa mendadak tidur di sembarang tempat. Mereka mengingat-ingat apa yang terjadi.
"Gawat tawanan kita lepas Coba cari di sekitar siapa tau ada jejak!" kata salah satu penjaga tawanan itu.
"Boss besar bisa marah kalau tawanan itu tidak ketemu" jawab temanya.
Mereka semua mencari Erlangga di sekitar rumahnya sampai bertanya ke penduduk setempat dan mereka tidak menemukannya.
"Sial Kenapa bisa hilang?" dan siapa yang menolongnya?"
"Aku menemukan ini Bang!" Kata salah satu anak buahnya.
"Panah kecil Pasti bukan orang sembarangan yang membawa tawanan kita "
"Iya Bang, Panah itu kaya di lepisi bius jadi kalau terkena pasti akan pingsan."
"Oke kita lapor Boss besar kalau tawanannya hilang"
☆☆☆☆☆☆☆☆
Di rumah Haryo semua keluarga pada cemas karena Erlangga tidak bisa di hubungi. Membuat Mawar teringat atas hilangnya Permata dia menangis semalaman takut dan khawatir terhadap putranya.
Tuan Sebastian dan Haryo menyuruh anak buahnya mencari keberadaan Erlangga,
"Ayah sebentar lagi kita akan bertemu dengan pengusaha dari jepang membahas tender pembangunan hotel dan survei tempat," kata Haryo kepada ayahnya.
"Kamu fokus aja ke perusahaan jepang! ayah akan urus tender yang kemarin, soal Erlangga ayah sudah suruh semua orang kepercayaan ayah untuk mencarinya, semoga Erlang tidak dalam bahaya.
Di Kediaman Abraham
"BODOOÒH, jaga 1 orang aja gak becus." Abraham murka pas dapat kabar tawanannya hilang.
"Gagal lagi rencanaku dan selalu gagal, siapa sebenarnya yang bebasin anak itu.?"
"Sebastian.... Hari ini aku gagal besok pasti akan ada kesempatan untuk melumpuhkanmu." Abraham melemparkan gelas yang di genggamnya.
__ADS_1
"Boss Panah ini bukan panah sembarangan , ini panah khusus dan hanya 1 orang pemiliknya MAFIA KLA LION" kata asisten pribadi Abraham.