PERMATA YANG HILANG

PERMATA YANG HILANG
bab 44


__ADS_3

Bulan tiba di rumah papa Cahyo di saat papa dan mamanya hendak pergi keluar rumah.


"Papa sama Mama mau kemana?" kata Bulan yang melihat Cahyo dan Dewi menuju mobil mereka.


"Eh anak papa pulang, papa sama Mama mau mencari keberadaan anak kandung papa kamu mau ikut LAN" jawab Cahyo dan membuat Bulan terkejut.


Bulan memang belum mengetahui kalau sebenarnya Cahyo dan Dewi sudah mempunyai seorang putra karena mereka berdua belum menceritakan masalah itu ke Bulan.


"Mencari anak papa? memangnya papa punya anak?" tanya Bulan penasaran.


"Ayo LAN, kita ngobrolnya di dalam mobil aja papa akan ceritakan semua!" jawab Cahyo merangkul putri kesayangannya.


Bulan akhirnya ikut masuk ke dalam mobil, Cahyo dan Dewi menceritakan awal mereka bertemu dan menceritakan soal putranya yang Dewi titipkan di panti asuhan.


"Jadi papa sama Mama udah kenal lama?" tanya Bulan penasaran.


"Iya sayang!, putra kami juga seusia kamu" jawab Dewi.


mereka tiba di panti asuhan namun panti itu terlihat sepi tidak di temukan anak-anak yang berlari-larian seperti biasanya.


"Kenapa panti ini kosong mas? waktu itu aku kesini masih ada penghuninya" Tanya Dewi heran karena pas Dewi pulang dari Jepang panti asuhan ini masih aktif dengan kegiatan anak-anak dan pengurus panti.


Cahyo dan Dewi menanyakan kepada tetangga sekitar, tetapi tidak ada satu orangpun menjawab dan malah pada pergi menghindar.


"Apa yang terjadi dengan panti asuhan? Kenapa semua orang seperti ketakutan mas?" tanya Dewi kepada suaminya.


Cahyo segera menghubungi anak buahnya mencari tau kebenaran yang terjadi di panti asuhan.


Joko salah satu anak buah Bimo menjelaskan 3 hari kemaren panti asuhan itu di sita oleh seorang rentenir karena ada seorang yang menggadaikan sertifikat tanah dengan jumlah yang besar dan tidak membayar sama sekali.


Semua penghuni panti di usir Tampa ada belas kasihan tidak ada tetangga satupun yang membantu karena di ancam oleh anak buah rentenir itu.


Fajar dan istrinya akhirnya membawa pergi semua anak panti entah kemana tanpa tujuan dan warga yang berani ikut campur akan berurusan dengan juragan Kosim seorang rentenir yang terkenal kejam.

__ADS_1


Cahyo menceritakan kepada Dewi, membuat wanita itu menangis memikirkan nasib anak-anak panti dan fajar adiknya.


Dewi teringat akan nmr telpon fajar, wanita itu langsung menghubungi adiknya itu.


☎️ :"Hallo...,"


📞 :"Fajar..., ini ka Dewi"


☎️ :"Ka Dewi dimana?"


📞 :"Kakak lagi di panti Fajar tapi pantinya kosong kamu sekarang dimana?"


☎️ :"Nanti aku kesana ka!, ceritanya panjang nanti aku ceritakan ya"


Dewi dan Cahyo menunggu kedatangan Fajar di luar pagar panti asuhan, rasa penasaran dan khawatir Dewi menjadi 1.


setelah menunggu 1 jam akhirnya Fajar tiba di panti asuhan, wajah yang lelah karena menempuh kemacetan dan perjalanan jauh terlihat jelas di garis wajah Fajar.


"Ga apa Jar, perkenalkan ini suami kakak dan yang cantik ini anak kakak! kita ngobrolnya di kafe aja yuk sambil minum kamu pasti kelelahan" jawab Dewi sambil memperkenalkan keluarganya.


Mereka menuju kafe yang tidak jauh dari tempat itu, fajar akhirnya menjelaskan kejadian yang menimpah panti asuhan nya.


"Panti asuhan di sita rentenir karena anak pemilik tanah menggadaikan sertifikat panti ka" cerita fajar sambil menunduk.


"Anak pemilik tanah? memangnya panti itu bukan milik bunda Aisyah?" tanya Dewi penasaran.


"Bangunan panti milik Bunda ka tapi tanah milik sahabat Bunda namanya Bunda Syafa, dulu bunda Syafa dan bunda Aisyah mendirikan panti berdua setelah bunda Syafa meninggal panti di serahkan ke bunda Aisyah. kemaren anak bunda Syafa ingin meminta tanah itu kembali karena surat wasiat bunda Syafa membuat kami bertahan di panti itu lalu anaknya bunda Syafa menggadaikan sertifikat tanah ke rentenir jadi yang ngusir kami anak buah juragan Kosim" jawab Fajar


Cahyo merasa geram mendengar cerita fajar, dia langsung mengutus anak buatnya menyelidiki siapa juragan Kosim itu dan juga kenapa anak pemilik panti nekat mengadaikan sertifikat yang seharusnya milik anak panti karena bunda Syafa sudah memberikannya ke bunda Aisyah.


"Sekarang kamu dan adik-adik tinggal di mana?" tanya Dewi.


"Sementara aku dan adik-adik tinggal di rumah kontrakan ka walaupun sempit tapi kita masih bisa berteduh dari panas dan hujan" jawab Fajar sedih.

__ADS_1


"Tinggal saja di salah satu rumah saya Jar, nanti biar Bimo yang antar kamu kesana" kata Cahyo.


"Terimakasih ka, oh iya ada apa ya kak Dewi tiba-tiba datang ke panti?" tanya Fajar kepada Dewi karena kakaknya itu tiba-tiba datang ke panti asuhan.


"Aku ingin mencari keberadaan anakku Jar, kamu bisa bantu kakak menunjukan data siapa yang mengadopsi anak kakak!" kata Dewi memohon kepada Fajar.


"Iya ka nanti kita lihat buku besar bunda, soalnya waktu adik di adopsi aku lagi di sekolah ka cuma bunda berpesan kalau adik di adopsi orang terkaya dan terpandang yang sering membantu jalannya panti.


"Baiklah sekarang kakak bantu kalian pindah ke salah satu rumah mas Cahyo, setelah selesai pindahan baru kita melihat buku adopsi bunda Aisyah.


Cahyo dan Dewi mengikuti motor fajar menuju kontrakan baru mereka, sedangkan Bimo di tugaskan menyiapkan rumah baru buat anak panti dan membeli kebutuhan buat mereka.


Setibanya Dewi di kontrakan Fajar membuat Fatimah heran, Dewi pernah bertemu dengannya ketika menanyakan kabar putranya tapi dia tidak menyangka suaminya mengenal perempuan itu.


"Assalamualaikum..., Fat kenalkan ini ka Dewi kakak aku waktu di panti" kata Fajar memperkenalkan Dewi kepada istrinya.


"waalaikumsalam..., Ibu ini yang waktu itu datang kan? mencari putranya?" jawab Fatimah.


"Iya Bu..., saya Dewi yang waktu itu datang ke panti" kata Dewi memperkenalkan diri.


"Ko ibu sih kak! panggil aja Fatimah kak diakan istri aku adik kakak juga" kata Fajar dan membuat Dewi tersenyum.


"Iya kak, jangan sungkan-sungkan ya sama Fat. aku minta maaf karena waktu itu tidak ngenalin kakak pas datang ke panti" kata Fatimah.


"Iya kakak maklum kamu gak kenal kakak, karena kakak juga gak bilang siapa kakak" jawab Dewi.


Fajar menceritakan kepada istrinya tentang tempat tinggal baru buat anak panti, Fatimah merasa bersyukur mendapat bantuan dari Cahyo. dan mereka segera berkemas untuk segera pindah ke rumah yang baru.


Dewi juga merasa bersyukur mempunyai suami yang baik dan pengertian dengan derita orang, Cahyo selalu membantu setiap orang yang membutuhkan bantuannya tanpa memandang siapa dia atau balasan.


Bulan yang senang anak kecil sibuk bermain dengan para balita, selain memiliki wajah yang imut tapi juga tingkah laku yang lucu terkadang terbesit keinginan memiliki adik bayi.


"Mama..., kapan Bulan punya adik yang lucu kaya gini?" kata Bulan membuat Dewi dan Cahyo tersedak berbarengan saat sedang minum.

__ADS_1


__ADS_2