PERMATA YANG HILANG

PERMATA YANG HILANG
bab 29


__ADS_3

Seminggu setelah pulang dari rumah sakit Erlangga dan keluarganya mendatangi rumah Bulan.


setiba di sana rumah terlihat sepi hanya ada seorang pembantu yang menemuinya,


"Assalamualaikum.... Permisi.... Bulan," Erlangga memanggil di luar pagar rumah Bulan.


"Cari siapa ya?" Tanya sang asisten rumah tangga itu.


"Saya mencari pemilik rumah ada?" Tanya Sebastian.


"Pemilik rumah sudah tidak tinggal di sini, saya hanya di tugaskan menjaga rumah ini." Jawab asisten itu.


"Sekarang yang punya rumah tinggal di mana ya?" kata Haryo


"Maaf saya tidak tau tinggal di mana, pas saya kesini memang sudah kosong" jawabnya.


Martini adalah asisten yang baru dan di percaya untuk menjaga rumah Bulan.


Bunda Ningrum merasa sedih kenapa putranya malah menghindar darinya dan belum mau kembali.


Sebastian selalu menenangkan istrinya dan terus meyakinkan Ningrum bahwa Cahyo pasti segerah pulang kepelukannya.


Di Tempat lain


sepanjang perjalanan Dewi diam seribu bahasa begitupun dengan Cahyo, pria itu tak habis pikir dengan hati Dewi yang terlalu baik dengan Herlina.


Cahyo :"Kenapa kamu membantu perempuan itu, apa kamu tau dia selalu jahat denganmu?"


Dewi :"Darimana kamu tau kalau Herlina jahat?"


Dewi bukannya menjawab tapi balik bertanya kepada Cahyo tentang Herlina, sedangkan Dewi merasa curiga apa Cahyo yang membuat Herlina terjebak di bisnisnya mami Maria.


Cahyo :"Kamu lupa Wi, aku yang membawamu dari sana!, tanpa sengaja aku ke hotel itu untuk mencari orang yang sudah mengancam perusahaanku. Aku melihat kamu berada di dalam hotel dalam keadaan tertidur."


Dewi :"Jadi kamu kenal dengan tuan Alex itu, seperti apa orangnya, kata Herlina dia seperti binatang memperlakukan *** terhadapnya.

__ADS_1


Cahyo :"Kenapa kamu menanyakan pria lain?"


Dewi :"Bukan begitu Tuan, aku hanya tidak menyangka aja kalau Herlina mendapat tindakan seperti itu, Dia sampai melayani 3 pria sekaligus setelah mendapatkan penyiksaan terlebih dahulu."


Dewi membayangi betapa menderitanya Herlina saat itu, walau perempuan itu jahat dengannya tapi dia tidak tega melihat penderitaannya.


Cahyo :"Itu karma atas perbuatannya, aku tidak pernah menyuruh Alex atau siapapun untuk berbuat itu dengannya. Oh iya kemana aja kamu selama ini? Kenapa menghilang dan susah di cari?"


Dewi :"Aku kerja di Jepang, aku malu kalau selalu mengunakan ATMmu."


Cahyo :"Kenapa malu, aku sudah bilang tidak usah bekerja gunakan ATM itu untuk biaya hidupmu.


Dewi :"Tapi aku malu Tuan kalau harus merepotkanmu, sedangkan aku bukan siapa-siapamu kan.


Cahyo :"Siapa bilang bukan siapa-siapa, semenjak kejadian itu aku merasa kamu milikku yang harus aku jaga dan lindungi.


Dewi terkejut dengan jawaban Cahyo, terharu pastinya hingga membuat wanita itu menangis, tiba-tiba Dewi teringat dengan anaknya.


Canyo terkejut melihat Dewi menangis, pria itu segera memeluk perempuan itu dan mencium keningnya untuk menenangkan Dewi.


Dewi :"Aku menangis bukan sedih tapi terharu ternyata bukan cuma aku sendiri yang merindukanmu bahkan mengharapkanmu kembali."


Cahyo :"Kita tidak akan berpisah lagi, aku janji akan selalu menjagamu dan kita akan segera menikah jangan panggil aku tuan lagi aku bukan tuanmu."


Dewi tersenyum mendengar perkataan Cahyo, dia ingin berkata jujur mengenai anaknya tapi dia takut kalau tiba-tiba Cahyo pergi meninggalkannya lagi.


Dewi :"Aku aja tidak tau namamu, terus kamu mau aku panggil apa?"


Cahyo :"Panggil apa saja terserah asal bukan tuan atau bapak. namaku Cahyo Saputra Wijaya.


Dewi :"Nama yang bagus seperti orangnya, pasti orangtuamu juga hebat telah membesarkan anak yang hebat seperti dirimu."


Cahyo terdiam mendengar perkataan Dewi, pria itu merasa kalau dirinya tak sebaik keluarganya, bahkan rasa takut berumah tangga masih mengisi hatinya.


Cahyo mencintai 2 orang perempuan, Bulan sebagai anaknya dan Dewi sebagai kekasihnya. membuat pria itu takut apabila musuh menargetkannya untuk balas dendam.

__ADS_1


"Aku harus selalu menjaganya, aku tidak mau Bulan dan Dewi celaka." Cahyo berkata dalam hati. dia teringat kejadian yang sudah menimpah putrinya di tambah kejadian penembakan Erlangga.


"Mas.., Seandainya aku berbuat salah yang sangat besar apa kamu mau memaafkan kesalahanku." Kata Dewi ragu dia takut Cahyo akan pergi meninggalkannya lagi tapi dia juga tidak bisa menutupi masalahnya.


"Kesalahan apa?, walaupun aku marah aku tidak akan pernah meninggalkanmu, karena aku sangat mencintaimu." jawab Cahyo dan itu membuat Dewi sedikit lega.


"Waktu kejadian itu, aku bahkan binggung terhadap diriku, pas aku tau kalau aku hamil aku ingin mengakhiri hidupku mas. Rasa malu dan takut orangtuaku menanggung aibku dan menjadikan mereka di hina warga aku memilih pergi dan membesarkan kandunganku di panti asuhan itu, setelah melahirkan anakku aku titipkan di panti dan aku pergi ke Jepang." Dewi akhirnya menceritakan perjalanannya kepada Cahyo membuat pria itu syok mendengarnya.


"Jadi kau hamil, lalu kemana anak kita? apa masih di panti, apa bersama orangtuamu? kita harus menjemputnya." Cahyo segerah ingin memerintahkan Bimo menuju ke panti asuhan tapi Dewi segerah mencegahnya.


"Pas aku pulang dari Jepang, putra kita sudah di adopsi keluarga kaya tapi aku tidak tau keluarga itu, kata pemilik panti identitas keluarga itu di rahasiakan oleh pemilik panti yang lama dan sekarang pemilik panti itu sudah meninggal." Dewi menjawab dengan isakkan tangis di pelukan Cahyo.


Cahyo memerintahkan Bimo untuk mencari tau siapa yang sudah mengadopsi putranya, dan Dewi memberitahu nama panti dan kapan dia melahirkan dan pergi ke Jepang.


Mobil mereka sudah sampai di desa Dewi dan Cahyo melihat toko bunga milik Dewi yang ramai dengan pembeli, pria itu heran dengan nama toko bunga itu dan langsung menanyakannya.


"Itu toko bungamu, kenapa namanya D'KUTUB FLORIST?" kata Cahyo dan membuat Dewi sedikit tersenyum.


"Itu namamu mas, karena aku tidak mengenal namamu dan aku memanggilmu dengan Tuan kutub." jawab Dewi sambil tersenyum malu.


"Kaya nama beruang, masa aku di samain sama beruang." kata Cahyo kesal.


"Habis kamu dingin banget, di sapa gak nyaut di tanya diam aja ya udah aku bilang aja Kutub" Jawab Dewi dan itu membuat Cahyo ikutan tersenyum karena memang benar kenyataannya.


Pas turun dari mobil semua mata memandang pria yang di bawa Dewi apalagi Bapaknya Dewi yang bertanya-tanya dalam hati.


"Siapa pria itu, apa pacarnya Dewi?" Kata bapaknya Dewi.


Dewi langsung mengajak Cahyo masuk kerumahnya dengan mengandeng pria itu, bapak segerah menyapa tamunya dan memperkenalkan diri kepada Cahyo.


Dewi :"Bapak perkenalkan ini Mas Cahyo calon suami Dewi.


Cahyo :"Assalamualaikum perkenalkan saya Cahyo dan saya kesini ingin melamar Dewi untuk menjadi istri saya.


Jawaban Cahyo membuat bapak terkejut juga bahagia karena anaknya akhirnya bertemu dengan jodohnya.

__ADS_1


__ADS_2