
Setelah Jeremy siap dengan Kerjaan yang sampe Sembilan Malam yang berarti semua karyawan-karyawan sudah pulang yang tinggal dia saja karna perusahaan yang dipegang nya sekarang semakin pesat perkembangan sejak di yang menjadi CEO di perusahaan kakek nya itu, membuat dia semakin banyak pekerjaan yang bertumpuk-tumpuk yang harus di kerjakan nya.
Saat dia sudah sampe di Apartemen nya dia pergi ke kamarnya untuk Bersih-bersih dia sudah terlalu capek dan ingin langsung tidur, setelah hampir setengah jam dia dikamar mandi dia pun keluar dan langsung tidur.
Jadi selama ini Jeremy tinggal di apartemen nya dan tak mau pulang ke rumah yang di tempati ny bersama Clara sudah Seminggu lebih, karna dia tak ingin melihat Clara dia terlalu benci dengan nya dan dia juga tak ingin Khilaf dan akan berbuat aneh kepada Clara yang akan membuat dia menjadi mengandung anak nya, Jeremy tak ingin itu terjadi karna dia ingin secepatnya bercerai dengan Clara.
Seminggu Jeremy tinggal Di Apartemennya seminggu itu juga dia tak pernah pulang ke rumah utama, atau berjumpa dengan Agltha kekasih nya itu dia tak pernah karna dia terlalu banyak pekerjaan sampe-sampe dia tinggal di Apartemen nya karna jarak dari kantor ke Apertemennya hanya sekitar limas belas menit saja, makanya dia memilih tinggal disitu karna dia pulang larut malam dia pergi bekerja juga agar terlalu dekat jarak yang di tempuh nya.
**********************
Dan selama Seminggu itu pula Clara tinggal sendiri di dalam rumah itu dia siapa lagi yang akan kawan nya tinggal. disitu bila tak suami, pelayan? Jeremy tak pernah membuat pelayan bekerja di rumah nya karna dia ingin semua yang bekerja dirumah adalah Clara.
Jam sembilan Clara sudah siap untuk tidur dia tak terlalu berpikir kemana suaminya selama seminggu ini karna dia ingin mendapatkan damai dalam hidupnya dia tak ingin membuat janin dalam rahim nya itu kenapa-kenapa, bila Jeremy pulang dia akan selalu mendapat hinaan atau sebuah kekerasan dalam fisik makanya dia ingin melindungi janin nya.
*****
Pagi pun tiba dimana semua orang kembali beraktivitas semua orang mencari biaya hidup begitu pula dengan Clara yang pergi bekerja untuk biaya hidup nya agar di bisa makan dan bisa mmeberi asupan bergizi kepada calon anak nya yang masih dalam kandungan.
Bila semua keluarga Bratama & Senjaya tak ada yang tau tentang kehamilannya Clara itu tak salah Clara yang tak ingin memberi tau dia sedang hamil karna dia tak ingin janin ini terbunuh oleh tangan mereka, dia masih sanggup untuk membiayai hidup mereka dua kelak.
Dan seperti biasa Clara berangkat kerja jam sembilan pagi dia tak ingin terlambat karna sebuah kedisiplinan berawal dari kita selalu tepat waktu untuk melakukan sesuatu.
__ADS_1
Clara mulai bekerja seperti biasa dia akan pulang jam empat sore yang biasa nya jam enam sore karna itu lah yang diminta Clara kepada Risa selalu pemilik cafe dia bekerja, dia ingin tidak terlalu capek dan akan membebani calon anaknya itu.
************
Tepat jam tujuh pagi Jeremy bangun dan bergegas untuk pergi ke kantor dia tak ingin terlambat dan memberi contoh yaang tak baik kepeda karyawan-karyawan karna di sebuah kantor displin dalam waktu dan bekerja yang selalu di terapkan.
Karna jadwal Jeremy tak terlalu padat dia mengutuskan untuk berjumpa dengan Agltha hanya untuk melepaskan rindu kepada kekasih nya itu, dia pun bergegas untuk ke rumah Keluarga Wijaya.
Dan setelah dia sampe dia depan rumah nya dia pun memencet bel rumah, pada disaat di buka Keluar lah pelayan dirumah yang sudah dikenal oleh Jeremy karna dia selalu bermain untuk sekedar berjumpa dengan kekasih nya itu makanya dia kenal dengan pelayan dirumah nya Wijaya yaitu bi inem yang sudah hampir tiga puluh tahun bekerja di keluarga Wijaya yang merawat Agltha diwaktu kecil dia dan sampe besar Agltha dia juga yang melayani di rumah itu.
"Mau cari non Agltha nya den" tanya si bibi
"Iya bi" jawab Jeremy dengan nada singkat
"Kopi aja bi" jawab Jeremy dengan nada singkat lagi
"bentar tak panggil dulu non Agltha, baru bibi bikin kopi nya" ujar si bibi
"Iya bi" jawab Jeremy masih dengan nada singkat nya
Dan tak berapa lama keluar lah Agltha dari kamar nya, dia selalu sibuk di kamar nya sudah akhir-akhir ini, dia juga tak ingin melanjutkan study nya di LUAR NEGERI karna dia ingin menangih janji kekasih nya itu yang ingin menikahkan dia setelah dia bercerai dengan istri nya.
__ADS_1
"Tumben yank kamu kesini, sudah hampir seminggu loh kamu tak pernah kesini untuk berjumpa dengan ku" ujar Agltha
"Aku hanya ingin berjumpa dengan mu karna aku rindu dengan mu, aku juga hampir seminggu ini jadwal ku dikantor terlalu padat banyak karna perkembangan yang sungguh pesat di kantor, jadi aku tak ingin tidak profesional di kantor" jawab Jeremy
Agltha hanya ber oh ria saja dia juga maklum dengan kekasih nya itu sebagai CEO sudah pasti harus profesional dan bisa menjadi atasan yang displin.
"ku kira kamu lupa dengan ku dan kamu asik berduaan dengan istri mu itu" ujar Agltha
"Selama seminggu akhir-akhir ini aku tak pernah pulang kerumah itu, aku terlalu malas melihat nya yang jadi nanti nya beban ku semakin banyak" jawab Jeremy
"Oh iya, kamu tak pernah melihat nya lagi, kamu sabar aja yank sebentar lagi kok kamu akan bercerai dengan nya" Ujar Agltha
"Itu yang selalu ku tunggu, aku sudah tak ingin lagi bersamanya, dan kami juga gak akan terlalu lama menunggu hari dimana kita bersatu" jawab Jeremy
Dan diwaktu mereka berbincang-bincang tentang yang tak pasti entah apa itu, orang tua nya Agltha datang, mereka baru pulang dari luar kota dimana ayah nya harus melakukan meeting di luar kota.
"Eh, nak Jeremy kamu disini untuk lihat Agltha nya nak" tanya ibu Jeremy
"Iya buk sudah hampir seminggu tak pernah berjumpa jadi ingin melihat kekasih hati ku yang kurindukan ini" jawab Jeremy dengan nada santainya
Padahal Agltha sudah tersipu malu dan mukannya sudah merah merona karna kekasih hati nya itu dengan santai nya megatakan bila dia datang karna rindu, siapa coba yang tak tersipu malu disaat cowok magatakan hal seperti itu di depan orang tua kita.
__ADS_1
setelah itu mereka berbincang-bincang lagi dengan orang tua Agltha karna Jeremy ingin melepas beban hidupnya di keluarga kekasih nya itu.