
Tiga hari yang lalu setelah pamit pulang ke Amerika untuk kembali Jevanya sudah sampe di Amerika, dia langsung mengabarin Clara bila dia sudah sampe tujuan membuat Clara lega akhirnya Jevanya sampe dengan keadaan sehat.
Bila kalian keliru dengan alur bab delapan sembilan tentang Jevanya, disini othor akan kupas tentang Jevanya dan rahasia tentang hatinya.
Jadi selama ini Jevanya memendam rasa yang paling dalam dengan diam, tidak ingin curhat kepada siapa pun tentang perasanya dia merasa geli bila curhat kepada orang lain.
Selama Jevanya tinggal di Amerika tinggal diapertement yang cukup luas berlantai 20, dia tinggal pada apertement milik keluarga nya.
Apertement itu Bersampingan dengan apertement milik pembisinis yang cukup berpengaruh di Amerika, setiap pagi sarapan pagi Jevanya adalah melihat tubuh SIXPECK pria yang dia kagumi sudah lama.
Jevanya membeli sebuah benda teropong untuk meneropong pria itu setiap pagi, dan karena sang bibi dia memgahancurkan teropong itu.
Setiap saat bila weekend dia selalu berdiam diri di dalam apertement dan melihat indahnya negara Amerika dari balkon kamarnya, dan setiap pagi juga Jevanya menoropong dari jendela agar tidak ketahuan bila dia selalu melihat pria itu.
Semua perihal itu disimpan Jevanya dari siapa pun, tidak kecuali bila keluarganya menanggap dia masih putri kecil mereka yang polos dibalik hal itu dia mencintai pria yang dia tidak tahu indetitas nya.
Selama dia di Inggris bila merasa rindu dengan pria itu dia selalu melihat foto pada galeri HP nya yang diambil secara diam-diam pada saat pagi hari di taman apertement bila sang pria itu berolahraga pagi.
Pulang dari Inggris Jevanya tinggal di mansion dengan nenek dan kakek, karena berapa minggu lagi mereka akan kembali ke tanah air, bila bukan karena paksaan dari kaka ipar untuk menggantikan posisinya di butik Jevanya ingin tetap melanjutkan perkerjaan nya di London untk mengumpulkan model untuk membuka usaha kecil kecilan dia ingin beri lihat kepada keluarga bila dia mampu.
Selesai dengan ritual sarapan pagi bersama sang nenek dan kakek Jevanya kembali ke dalam kamarnya untuk bersiap ingin pergi ke tempat kerja dia kamaren untuk mengantar surat pemunduran bila dia ingin mundur dari kerjaan.
Dengan baju yang senada dengan tas gantung membuat paras kecantikan Jevanya demage banget, sampe giler. Sudah rapi dan tinggal pergi Jevanya dia antar oleh supir pribadi ke perusahaan dia bekerja kemaren dia tidak dibolehin oleh sang nenek untuk mengumudi mobil sendiri.
Selama dia kuliah Jevanya diantar jemput oleh supir pribadi milik sang nenek, dan bila Jevanya menginginkan pergi mengemudi sendiri dia membawa mobil sendiri.
"Nek & kek Vanya pamit untuk pergi bentar" ucap Jevanya dengan mendekat kepada dua paruh baya itu yang sedang duduk santai didepan membaca koran.
"Kamu hati hati di jalan bilang sama supirnya jangan gebut" ujar sang kakek.
"Baik kek" jawab Jevanya dia langsung naik kadalam mobil setelah mengalami paruh baya itu.
Dengan kecepatan biasa Jevanya duduk di belakang menikmati suasana pada yang ada diluar dia akan merindukan negara ini apalagi dengan tuan tampan itu, dia tidak tahu kapan lagi dia akan kesini.
Memakan waktu dua puluh menit Jevanya pun sampe ke perusahaan dimana dia bekerja memulai dari awal dan harus mundur karena keadaan yang harus dia capai.
Dari jam sembilan pagi sampe dengan jam sepuluh Jevanya baru gelar dengan urusan nya dia pun keluar dari ruang Presdir, semua tersenyum kepada nya ada yang memeluk dia selama setahun kurang lebih dia bekerja disitu membuat teman satu devisi nya mewek karena teman se pekerjan mereka berkurang.
__ADS_1
Sifat yang ramah baik dan tidak sombong selalu senyum dengan keadaan suka maupun duka, tidak suka milih kawan cantik jelek satu dimata Jevanya membuat yang satu devisi dengan dia tidak rela bila Jevanya harus mundur.
"Kamu sserius kembali ke indonesia" tanya seorang wanita lebih tepatnya teman Jevanya.
"Tekad ku sudah bulat, aku akan menetap disitu karena study ku sudah selesai" jawab Jevanya
"Jadi kamu tidak akan kembali lagi ke negara ini" tanya yang satu lagi.
"Bila waktunya aku kesini lagi aku tidak akan lupa kalian" jawab Jevanya lagi.
Acara perpisahan pun sudah selesai Jevanya langsung ke parkiran, dia menaiki mobil sport itu bersupirkan supir pribadi itu masih.
"Pak nanti mampir ke supermarket" ucap Jevanya kepada bapak supir itu.
"Baik Non" jawab sang supir.
Buat para readers aku jadi bahasa yang mereka pake bahasa Inggris oke, karena othor malas untk translate dan buat terjemahan nya lagi kan banyak tuh dari kita yang baca tidak paham dengan bahasa Inggris jadi othor buat dengan bahasa kita saja, agar tidak salah paham oke.
Karena bosan hanya melihat pemandangan di luar saja, Jevanya memainkan HP nya dia melihat banyak pesan dari group chat teman alumni kuliah nya yang berisikin mengajak reunian, dan pas Jevanya juga akan kembali ke indonesia dan ingin berkumpul dengan teman seperjuangan nya sebelum dia balik.
Ada satu hal yang begitu menganjal pada diri Jevanya dia ingin sebelum dia tiba tanah air dia ingin berkenalan dengan tuan tampan nya, besok dia berniat ingin pergi ke taman apertement pagi jam enam.
"Sudah sampe Non" ujar supir
"Makasih pak, saya hanya sebentar saja" ucap Jevanya dengan ramah.
"Iya Non" jawab sang supir dengan ramah pulak dia sangat sakit dengan sikap ramah majikanya itu tidak sombong.
Jevanya pun turun dari dalam mobil dia langsung masuk kedalam supermarket untuk membeli bahan masak yang dia butuh kan untuk dia masak besok pagi.
Selama dia tinggal di apertement sendiri dengan mandiri dia tahu nama-nama bahan untuk masak jadi dia tidak repot lagi lihat internet, dengan lihai Jevanya mengambil bahan masak kedalam keranjang agar sang supir tidak bosan menunggu dia karena sudah dirasa lengkap Jevanya menuju kasir untuk membayar barang yang dia ambil.
Dia berencana ingin membuat masakan ala Jevanya untuk tuan tampan itu, dia ingin membuat perkenalan mereka terkesan tak terlupakan.
Pada bab ini selanjutnya sepertinya othor masih buat cerita tentang Jevanya dan sampe dia bertemu dengan tuan tampan nya yang sangat ganteng itu.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
**Pada bab selanjutnya othor akan perkenalan tuan tampan Jevanya jadi harap penasaran.
Jangan lupa vote like and komen karena itu semua dukungan buat othor**