Pernikahan Yang Menyakitkan

Pernikahan Yang Menyakitkan
Bab 50 Hari Rabu Yang Cerah


__ADS_3

~Di Tanah Air~


Sekarang adalah Hari Rabu dengan matahari yang cerah dimana hari rabu semua orang masih dengan beraktivitas seperti hari biasa mereka sibuk dengan aktivitas mereka sendiri.


Clara dan dua sahabatnya itu sedang makan siang di cafe waktu menunjukkan jam dua belas siang tepat setempat dan pada saat itu juga para pekerja sedang sibuk makan siang mereka bergantian makan siang.


Karna sekarang bukan weekend jadi cafe Widana sedang rame di kunjungi para pengunjung cafe untuk makan atau nongkrong.


Pernikahan mantan suami dari Clara juga Clara tau karna para live wartawan tapi dia tak mau bersedih lagi karna dia bukan siapa-siapa lagi dan sekarang juga Jeremy sudah menjadi suami orang.


Tak ada harapan untuk balik maupun untuk kembali bersama lagi mungkin itu sudah jalan takdir mereka.


Clara hanya bisa menjalankan kehidupannya untuk masa depan anaknya kelak Nadya dan Risa tak pernah berhenti untuk mmeberi sport bagi Clara karna hanya mereka yang di punya oleh Clara yang peduli maksudnya.


Setalah selesai dengan mengisi perut mereka bertiga langsung kembali untuk bergantian sama karyawan lainnya untuk makan siang.


"Kami langsung ke dapur nya sa" Ujar Clara karna sudah selesai makan.


"Ngapain buru-buru kita baru siap makan siang loh kamu gak sesak apa langsung kerja baru siap makan" Ucap Risa


"Tapi kan yang lain juga harus makan kita kan sebagai karyawan yang baik dan mematuhi peraturan" Ujar Clara


"Iya sa kami langsung ke dapur aja" Sambung Nadya


"Kalian dua Sama-sama suka geyel aku kan disini bos nya tapi yaudah sono kalian kedapur saja" Ucap Risa dengan nada memalas.


"Gak usah gambek bu boss di apartemen selalu jumpa kok ini kayak anak kecil saja cepat kambek" Ujar Nadya


"Iya suka banget kambek kayak anak kecil saja" Sekarang Clara yang sambung.


Belum sempat Risa berbicara HP Clara bunyi pertanda ada telpon masuk.


dertt.......dert....dert......dert


"Hallo Van" Ucap Clara saat sambungan telpon itu tersambung.


"Hallo kak ra" ujar Jevanya dari sebrang sana.


"Kabar kamu gimana disana Van" Tanya Clara


"Kabar aku baik-baik saja seperti yang kakak lihat sekarang aku sehat selalu" Ujar Jevanya


"Bagus dong bila kamu sehat-sehat saja di sana apalagi jauh dari keluarga kan ribet bila kamu tidak sehat" ucap Clara


"Kalau kakak disana sehat kan dan calon keponakan ku sehat kan kak" sekarang Jevanya bertanya balik.


"Iya kakak sehat selalu kok dan calon keponakan mu dia mulai aktif" ujar Clara


"Aku gak sabar lihat dia lahir kedunia kak pengen lihat muka bayi gemasin" Jevanya mengucapkan kata dia selalu dengan senyum yang mengembang apalagi dia tau dia akan jadi aunty.


"Apalagi kakak gak sabar Van" ujar Clara


"Udah dulu nya van kakak mau kerja dulu soalnya udah waktunya untuk kerja" Clara pun mengakhiri sambungan telepon itu.


"Iya kak.. bye... bye" ucap Jevanya dengan nada ramah dengan senyum yang mengembang.


telepon itu pun berakhir karna Clara ingin kembali bekerja lagi.


Jevanya terkadang menlpon Clara hanya untuk bertukar kabar saja mereka tetap akrab seperti kakak beradik yang tak bisa dipisah Jevanya juga sudah tau bila Clara hamil anak dari Jeremy yang berarti calon keponakannya.


"Yaudah nad kita langsung kedapur saja" ajak Clara

__ADS_1


"Kami bawah dulu nya bu boss" Ucap Nadya


"Iya" ucapan singkat keluar dari mulut Risa untuk menyahut perkataan sahabatnya itu.


Mereka tidak bertanya siapa yang menelpon Clara tadi karna mereka tau siapa yang sering menlpon pada saat makan siang.


Seperti biasa mereka pun bekerja melayani para pelanggan dan para pengunjung yang datang ke cafe itu.


Pukul Lima sore setempat mereka bertiga pun langsung pulang ke apartemen dan seperti biasa juga supir ya pun Risa yang selalu membawa mereka untuk berpergian.


"Guys kita singgah di supermarket dulunya" ujar Risa


"untuk apa kita ke supermarket perlengkapan didapur kan masih lengkap dan juga kita baru kemarin belanja" Ucap Clara


"Kita tak ingin belanja keperluan dapur ke supermarket tapi cemilan aku tuh udah habis" Ujar Risa


"Gimana cepat habis sa kita aja baru beli yang kemarin pas kita belanja keperluan dapur" sekarang Nadya yang sahut saat di luar cafe dia akan memanggil Risa dengan sebutan sa bila di cafe dia akan memanggil ibu boss sama seperti karyawan lain.


"Eh, dua hari ini aku tuh begadang nonton film sambil nyemil eh tau-taunya udah habis" Ujar Risa dengan senyum yang menawan.


"Dari dulu kamu juga selalu begadang kok sa nonton drakor sampe-sampe bangun pagi pun payah banget" ucap Clara


"Semalam tuh filmnya seru banget aku sampe tidur jam tiga pagi" Risa terkekeh kecil mengucapkan perkataan nya.


"Yaudah kita ke minimarket aja disitu lebih banyak cemilan" kata Clara mengarahkan untuk ke minimarket saja bila ke supermarket takutnya mereka pulang agak gelap.


Risa pun langsung menancap gas pedal gas mobil nya roda mobil Risa berjalan dengan santai tidak kencang maupun lambat tapi dia membawa dengan kecepatan sedang.


Dan selesai dengan belanja cemilan di minimarket mereka langsung pulang karna mau gelap takut kena macet.


Jam enak sore setempat mereka pun sampe di dalam Apartemen milik Risa mereka langsung membersihkan tubuh mereka masing-masing.


Setelah selesai dengan ritual bersih-bersih badan mereka pun lanjut ke dapur untuk masak agar perut mereka terisi.


Saat Nadya pertama tinggal di apartemen Risa mereka membuat sepakat sebuah bagian-bagian dari membersihkan apartemen dan yang lain nya.


Mereka bertiga sedang sibuk di dapur mereka sedang membuat menu masakan pecal lele dan ayam goreng itu semua usulan dari Clara dan Nadya mereka sedang ngidam ingin makan makanan itu.


"Uh, akhirnya selesai juga masakannya" ujar Risa padahal dia hanya mencuci ayam dan lele saja selain itu nadya dan Clara yang meracik bumbu nya dan mengoreng.


"Aku gak sabar lagi untuk makan ini semua" Timpal Nadya mereka sudah duduk di meja makan yang tidak terlalu besar kurainya hanya empat saja.


Nadya pun menyendok nasi ke dalam piring nya begitu juga Clara dan Risa mereka pun siap ingin menyantap makanan yang ada di depan mereka.


"Eits, jangan langsung makan kalian selalu lupa untuk berdoa" Ujar Clara dia yang selalu orang yang mengingat kan dua makhluk hidup itu bila ingin makan harus bedoa.


"Eh, selalu lupa apalagi bila makanan seperti ini ingin langsung menyantapnya" Kekek Nadya dia satu makhluk hidup itu yang lupa untuk berdoa.


Selesai berdoa mereka pun langsung melahap makanan yang sanahy mengiur kan itu... selamat makan semua.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


NOTE: JANGAN LUPA UNTUK VOTE, LIKE DAN KOMEN POSITIF THINKING SAJA... TRIMKAS BANYAK PARA YANG SUDAH MAMPIR KE CERITA AKU😘✨


IG:ekashn90


__ADS_2