
🌷Pagi Hari🌷
Tepatnya pukul setengah enam pagi di Amerika Serikat seorang wanita sibuk di dapur membuat masakan spesial buat orang spesial.
"Nah sudah siap,Perfect" ucap Jevanya
Dia bangun jam lima bila tidak biasa bangun jam segitu tapi dia rela bangun untuk membuat masakan untuk Tuan tampanyaa.
Dan pada moment itu pulak dia seperti seorang wanita bodoh datang berkenalan kepada cowok membawah makanan, tapi dia selalu menyemangati dirinya dengan mengatakan demi cinta dan perasaan yang akan terbalas.
Setiap dia mengingat wajah pria itu dia selalu senyum sendiri seperti orang gila yang tidak tahu mengapa senyum sendiri.
Karena masih jam setengah enam dia menyempatkan diri untuk makan bersama sang nenek dan kakek.
"Tumben kamu van masak, biasanya bila di mansion kamu tidak pernah masak" tanya sang nenek.
"Itu vanya lagi bangun cepat karena tidak ada kerjaan yaudah vanya masak" jawab dia sedikit berbohong dia malu mengatakan yang sebenarnya apalagi tentang pria, yang dimana semua pria banyak yang antri kepadanya.
"Itu bekal yang sudah tersusun rapi untuk siapa" tanya sang nenek lagi.
"Itu untuk teman Vanya nek, sudah lama vanya tidak ke apartemen dia mana mungkin vanya datang dibawah buah tangan yaudah vanya masakin dia makanan" ujar je vanya.
Setelah selesai sarapan pagi jevanya langsung bangkit ke kamar, untuk mandi dia ingin segar dan cantik di hadapan pria tampan itu.
Selesai dengan ritual mandinya dia langsung memakai dress selutut, dan memoles wajahnya tipis dengan make up.
Dengan hati yang gembira akhirnya selama bertahun-tahun memadam rasa sendiri sekarang dia bisa mendatangi pria itu dan mengajak kenalan, vanya sudah pasrah apa pun nanti akhir dari perkenalan mereka dia harus bisa menerima.
"Nek, vanya pergi ya" ucap Jevanya dengan menyalan tangan paruh baya itu.
Sedangkan sang kakek sudah berangkat ke kantor selesai makan tadi, karena para klien ingin yang mempimpin rapat di pimpin oleh tuan bratama yang pertama.
Para pembisnis dari negara itu maupun dari luar negeri sangat menyukai bila tuan bratama yang pimpin rapat, bukan mereka merendahkan tangan kanan di perusahan itu yang sudah lama bekerja disitu dan sekarang dia diangkat CEO oleh tuan bratama.
"Kamu diantar oleh sipur saja van" ujar sang nenek
"Vanya bawah mobil sendiri aja nek, karena Vanya tidak enak hati kepada pak supir nunggu Vanya lama" jawab Jevanya bukan tidak enak tapi malu ketahuan.
"Baik lah, kamu hati hati bawah mobilnya jangan gebut" ingatkan sang nenek.
"Siap nek, itu aman" ujar Vanya dengan mencium kening sang nenek.
Jevanya membawah mobil sendiri, mobil yang sudah lama dia pakai selama kuliah saat dia tinggal di apartement.
Sesampainya di taman tempat biasa Jevanya menghirup udara segera dan melihat sarapan pagi nya, dia langsung turun dan duduk di bangku tempat biasa.
Lima belas menit dia menunggu pria itu tidak ada batang hidungnya nampak membuat Jevanya bosan tapi dia masih tetap pada tempat nya menunggu sampe pria itu nampak.
Sampe setengah jam tidak juga menampakkan batang hidungnya membuat Jevanya semakin gelisah dan bosan karena tidak sabar menunggu dia datang ke apartement pria itu yang berdampingan dengan apartement milik keluarganya.
Jevanya menaiki lift ke lantai sepuluh dimana pria itu berada, dan dia juga tahu betul nomor berapa apartement yang ditinggalin pria itu.
__ADS_1
Sesudah dideepan pintu apartement pria itu Jevanya tiba tiba gugup tangan dia sudah keringat dingin, padahal di mansion dia sangat gembira.
Ting tong
Dengan memencet bel apartement itu, Jevanya semakin gugup dia semakin sensi, tidak barapa detik nampak lah seorang pria dengan badan yang tegap sangat mancok membuat mata Jevanya tidak bergedip sama sekali.
"Hei, Anda kenapa" tanya pria itu
"Ehei, maaf tuan" ujar Jevanya di sadar sekarang bukan waktunya untuk gugup tapi harus memberi kesan yang baik.
"Nampak dari sikap dia orang yang dingin" batin Jevanya dia sangat hapal dengan pria yang dingin seperti Jeremy sang abang jadi dia hapal betul hal begitu.
"Boleh say" belum sempat Jevanya mengatakan niat nya seorang wanita datang memanggil pria itu dari dalam.
"Hei, honey mengapa lama sekali" protes wanita itu dengan pakaian yang seksi dia menghampiri Jevanya dan pria itu langsung menggandeng lengan pria itu dengan manja.
"Dia siapa honey" tanya wanita itu
"Saya tidak tahu" singkat dan datar itu lah keluar dari mulut pria itu.
Dengan sesak menahan perih yang sangat dalam, dia kaget rupanya pria yang selama ini dia kagumi dan sukai sudah mempunyai pacar dan sangat cantik.
"Maaf, menganggu acara kalian berdua kalau begitu saya permisi" dengan hati yang perih tidak tertahan dan ingin menangis Vanya berjaln kearah lift.
Menbawah bekal itu kembali dengan keadaan utuh, karena sayang untuk di buang dia memberi makanan itu kepada satpam yang menjaga di pintu masuk apartement itu.
Dia tidak langsung memilih untuk pulang tapi, dia pergi ke apartement milik keluarganya yang selama ini dia tinggalin dan dari situ juga benih cinta dia tumbuh kepada pria itu.
"Apakah begini sakitnya, yang dirasakan oleh Clara"
"Tuhan mengapa engkau pertemukan aku dengan dia dan membuat cinta ku kepada nya tumbuh"
"Apakah ini karma dari apa yang diperbuat oleh keluarga ku terhadap wanita sebaik Mbah Clara"
Semua kesakitan dan perih yang dia rasakan oleh Jevanya dia keluarkan di dalam tangisan dan lirihan.
"Aku terlalu egois, aku mencintai dia secara diam-diam dan nangis karena dia sudah mempunyai wanita lain, mengapa aku harus begini"
Dengan keadaan betantak Jevanya tertidur di sofa, semua foto yang dia pajang di setiap sudut gambar pria itu dia hancurkan dan sobek membuat apartement itu berantakan.
Tertidur dengan mata yang bengkak karena siap nangis dengan kencang.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Maafnya semua alurnya semakin membingungkan jadi jangan jenuh untuk membaca cerita ini, mungkin kalian bingung nah othor kasih tahu bila dari bab 88 itu tentang Jevanya kisah dia mengagumi pria lain secara diam-diam, walaupun dia dicerita ini hanya tokoh bantuan saja tapi bila hanya cerita Clara saja yang disini tidak seru jadi setiap tokoh diceritain di sini.
Begitu juga dengan jejak kalian setiap bab jangan lupa vote like and komen beri kritikan kalian dan saran mengenai cerita ini othor akan selalu baca saran kalian.
Dengan saling follow juga kalian akan bisa menemukan ceritaa yang terbaru jadi yuk saling Follow
__ADS_1
IG;ekashn90**