Pernikahan Yang Menyakitkan

Pernikahan Yang Menyakitkan
Bab 19


__ADS_3

Pukul 18:00 sore Tuan jaya atau ayah dari kedua bersaudara itu Jeremy dan jevanya dia pulang kerumah dari kantor yang mewakili perusahaan Bratama untuk meeting kerja sama dari perusahaan-perusahan yang cukup terkenal di tanah air.


"Daddy, Akhirnya yang ku nanti-nanti pun pulang" teriak Jevanya dari tangga disaat dia ingin ke meja makan untuk makan bersama keluarga nya soalnya Jeremy dan Clara ikut diundang makann malam di Mension keluarga Brtama karna keinginan dari Jevanya yang ingin lebih dekat dengan kakak ipar nya itu walaupun Nyonya Reni tak sudi untuk satu meja makan dengan menantunya itu tapi karna itu keinginan putri bungsunya itu dia pun menurutinya.


"Putri Daddy satu-satunya sudah sampe rupanya, kamu makin dewasa saja di sana van" ujar Daddy Jaya sakalian menghampiri putri bungsunya itu untuk berpelukan melepaskan rindu yang paling mendalam.


"Ya iyalah Dad semakin bertambah nya umur semakin dewasa nya pikiran putri bungsu mu yang paling cantik ini" jawab Jevanya dengan terkekeh-kekeh


"Uh, mau kamu dewasa nikah kamu tetap putri satu-satunya mami dan Daddy mu dan hanya satu kamu yang tak berubah dengan diri mu kamu tetap manja bila sudah bersama Keluarga mu" ujar Daddy Jaya dengan nada santai


"Aku kan adalah princes kalian satu-satunya di rumah ini jadi aku akan tetap manja dan bila diluar aku akan tetap mandiri Dad" jawab Jevanya dengan nada biasa saja


"Eh, pokoknya putri Daddy Tetap putri Daddy yang paling manja, yaudah sayang Daddy mau mandi dulu soalnya Daddy baru siap pulang dari kantor mewakili meeting yang penting" ujar daddy Jaya dan sekalian menaiki tangga satu persatu untuk ke kamarnya


********************


Jeremy pulang kerumah nya untuk menemui istrinya dia ingin mengajaknya kemanasion orang tua karna acara kumpul keluarga nya untuk merayakan kepulangan adik satu-satunya.


"Clara kamu bersiap-siap sebentar lagi kita akan pergi kerumah keluarga saya adik saya, disitu adik saya ingin berkenalan dengan mu dan kamu jangan buat muka masam kamu" ujar Jeremy kepada Clara disaat Clara baru pulang dari kerjaan nya


"Iya Mas" jawab Clara


"Kamu jangan buat ulah di rumah orang tua saya nanti bila kamu sudah mengenal dengan adik saya kamu jangan memanfaatkan kebaikan nya, campkan itu aku mengajak kamu karna pesan dari jevanya" ujar Jeremy


"Iya Mas" Aku paham derajat ku Mas kepada keluarga mu aku hanya istri dan menantu yang terabaikan. Batin Clara yang merasakan sakit hati yang untuk kesikian kali nya.


"Ehm, Cepat kamu bersih-bersih dan berdandan, lima belas menit lagi aku tunggu kamu di luar" ujar Jeremy dengan nada benci

__ADS_1


"Iya Mas" hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut Clara


Setah lima belas menit Clara bersiap-siap dia pun menjumpai


Suaminya yang sudah ada di lama mobil, Clara memilih duduk di belakang dia segan untuk duduk di depan karna dia tau diri siapa dia.


hampir dua menit mobil nya tak jalan-jalan Clara pun angkat bicara karna dia merasa Suaminya tak ada bergeming untuk melajukan mobil karna jam sudah menunjukkan pukul delapan malam.


"Mas kenapa tak jalan-jalan nanti kita bisa telat" ujar Clara


"Apakah Aku ini supir pribadi mu yang antar jemput diri mu seperti tuan nyonya" kata Jeremy


"Tapi aku tak ada mentang mu seperti itu mas kamu tinggal jalan kan saja mobil nya" sahut Clara


"Sebelum kami pindah tempat duduk kedapan mobil ini tak akan jalan, cepat kamu pindah sebelum aku muak dengan dirimu" kata Jeremy dengan nada tegasnya dan dingin


"Cepat kamu pindah" dengan nada Amarah nya yang sudah dikuasai dengan kebencian


Clara pun memilih pindah kedapn daripada dia membangunkan singa yang tidur diapun pasrah duduk didamping Suami Arogannya itu.


**************


Jam setengah sembilan Mereka sampe di kediaman keluarga Bratama, ini pertama kali nya Clara menginjakkan kaki nya di mansion orang tua suami nya itu karna dia tak pernah di anggap ada dia pun memilih tak ingin meribetkan kehidupan nya dengan memancing mertua nya itu.


"Kamu sudah sampe nak" kata mami Reni kepada anak nya laki-laki satu-satunya itu tapi dia tidak menyapa menantunya itu dia malah membuat muka datar nya.


Jam sembilan mereka makan malam atas penyambutan putri bungsunya itu tanpa kakek dan nenek mereka karna kakek dan nenek mereka sedang pergi ke luar negeri sudah hampir dua bulan mereka ingin menikmati masa tua mereka dinegeri orang.

__ADS_1


mereka makan dengan tertib tak ada yang bicara karna kedisplin yang ditatamkan paling tinggi di kelurga Bratama, Sekitika mereka sedang makan Clara pun pamit ingin ke toilet dia juga segan untuk pamit tapi karna panggilan alam yang ingin dikeluarkan dia pun memberanikan diri untuk permisi ke toilet dia ingin buang air kecil.


Tapi saat dia baru keluar dari toilet dia pun kaget yang dimana ibu mertua nya sedang ada di toilet menunggu dia di kira nya Nyonya Reni ingin ke toilet tapi dia ingin mengatakan satu hal kepada Clara.


"Kamu jangan sok setelah kamu ikut makan bersama keluarga Bratama itu hanya karna jevanya yang ingin berkenalan dengan mu dan jangan merasa bangga, dan satu lagi kamu jangan mengatakan kepada jevanya tentang pernikahan kalian yang tak direstui kami dan berlagak lah sok baik di depan putri bungsu saya itu" kata Mami Reni kepada Clara dan setlah itu dia pun pergi untuk bergabung ke meja makan dan tak berapa lama lagi Clara ikut bergabung lagi.


Setelah mereka selesai dengan acara makan malam mereka, Jevanya mengajak Clara untuk berbincang-bincang dengan nya.


"Kak apakah kamu bahagia menikah dengan abang aku" tanya Jevanya


"ya sungguh kami sangat bahagia, kenapa kamu menayangkan perihal seperti itu, aku kesini untuk berkenalan dengan mu dek" jawab Clara dengan nada lembut seperti hatinya


"Eh, Aku hanya nanya aja kak, Aku sudah tau tentang kakak, kakak adalah anak dari keluarga Senjaya yang sangat terkenal juga setelah Keluarga Bratama" ujar Jevanya dengan panjang lebar


"Kamu bisa aja, dan darimana kamu tau tentang diriku van" tanya balik Clara


"Aku tau tentang kakak semua aku kan pelacak terhebat walupun kakak tak terlalu banyak ditampilkan di media dengan anak dari Tuan Sandy Senjaya dan Nyonya Rianti Sejanya karna kakak tak ingin suka di tampilkan di media kakak terlalu mandiri aku salut dengan dirimu kak tak seperti diriku yang hanya bermanja-manja" Jevanya


"Issh, Kamu apa yang kamu kagumi dariku yang jelas-jelas aku tak ada bandingan dengan mu yang sangat mandiri bisa lanjutkan study nya di LN" sahut Clara


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


JANGAN LUPA SELALU DUKUNG CERITA INI DENGAN LIKE, VOTE, DAN KOMEN PARA READER. TRIMKAS😍😍✨


ig:ekashn90

__ADS_1


__ADS_2