Pernikahan Yang Menyakitkan

Pernikahan Yang Menyakitkan
Bab 30 Pagi Hari


__ADS_3

🌷APARTEMEN RISA🌷


Pagi Hari yang cerah pukul tengah enam pagi Clara dan Risa bangun mereka sedang sarapan pagi di meja makan, sudah kebiasaan Clara bangun pagi tapi tidak dengan Risa dia akan bangun bila di bangunkan seperti tadi pagi Saat Clara sudah siap dengan memasak dan mandi Risa belum juga bangun Clara pun membangunkan nya karna tak baik perempuan bangun terlalu lama nanti keburu di patok ayam rejeki.


"Ra kamu yakin mau kerja sekarang kamu istirahat aja dulu" Risa buka suara dia tak ingin Clara kenapa-kenapa karna mungkin kejadian semalam masih tergiang-giang dihati sakitnya dan juga keadaan Clara sedang tidak baik-baik dia pucat karna morning sickness yang dialaminya sejak dia hamil.


"Harus yakin Sa aku tak mau repotin kamu dan kalau aku tidak kerja aku badan ku semakin remuk jadi malas-malasan ujung-ujungnya" Ujar Clara dia mempunyai pesimis tinggi dia tak ingin manja itu akan berdampak buruk dengan kandung nya.


"Lihat tuh muka mu pucat banget ra aku gak tega lihat kamu kerja, kalau enggak kamu istirahat di ruangan aku aja ra" Risa salut melihat sahabatnya itu disaat dia sakit dia tak mau tidur-tidur dirumah dia malah kerja, walaupun kadang heran melihat sahabatnya itu selalu tak ingin ada orang yang terbebani oleh dirinya karna masalahnya tapi orang yang membantu nya selalu ikhlas untuk membantu nya tapi dia mungkin sudah lama hidup mandiri jadi tak ingin ada yang Te repotin oleh masalahnya.


"Aku masih kuat Sa bila nanti aku gak kuat aku akan istirahat kok kamu gak usah khawatir" Jawab Clara


"Ehmm, yaudah deh kamu selalu kekeh deh dengan pemikiran dirimu" Sambung Risa


"Yaudah selesai makan kita langsung berangkat nya Sa soalnya takut terlambat kan jarak dari apartemen mu ke cafe memakan waktu sejam kurang" Clara tak ingin terlambat dia juga merupakan karyawan jadi dia sama dengan karyawan lain nya walaupun dia sahabatan dengan Risa dan dia juga dikenal oleh kedua orang tua Risa tapi dia tak ingin mengambil keuntungan dalam kesempitan.


"Kamu takut banget deh terlambat kan bos nya disitu aku bukan yang lain jadi siapa yang akan marahin kamu kalau kamu terlambat" Dan Risa pun cukup-cukup heran banget dengan Clara uang selalu di displin dalam waktu padahal dia bangun saja harus dibangunkan dulu itupun bila langsung bangun.


"Kan hidup ini harus di displin dalam waktu Sa bila aku terlambat kan terlambat selalu deh nanti nya apalagi waktu itu adalah uang jadi gak boleh disia-siain" Ucap Clara dengan jelasan untuk membuat sahabat nya itu di displin dalam waktu.


"Iya, iya kita siap makan langsung berangkat yaudah makan dulu deh mulai tadi kita gak kelar-kelar bicara nya kan gak sopan bicara sambil makan" Ujar Risa


Clara dan Risa pun melanjutkan kegiatan sarapan mereka karna waktu yang akan mereka tempuh ke cafe memakan satu jam kurang.


***********


🌷MANSION BRATAMA🌷


Malam Hari Saat Clara pergi dari rumah Jeremy, Jevanya tak bisa tidur dia selalu memikirkan kakak iparnya itu dia selalu menunggu esok hari atau pagi hari jam tiga lagi dia bisa tidur karna panggilan alam untuk istirahat.


Dan Rencananya pagi hari ini setelah selesai sarapan dia pergi untuk menjumpai kakak iparnya itu di cafe tempat dia bekerja dan walaupun mereka belum membuat janji tapi dia menelpon berapa kali ke no Clara Tapi HP nya Clara tidak aktif.


"Pagi semua" Ucap Mami Reni dia datang dari sebelah kamarnya untuk menuju meja makan.


"Pagi Mi" jawab Jevanya dia tidak semangat tapi dia menutupinya dengan senyuman di pagi hari.


"pagi Mi" Sambung Dady Jaya yang sudah duduk di kursi meja makan.


Mereka pun sarapan tanpa bicara karna sudah ajaran dari kakek dan nenek mereka tidak boleh biacar sambil makan pantang katanya.


Setelah mereka selesai dengan sarapan pagi semua pun pergi untuk bekerja.

__ADS_1


"Daddy sekarang kerja" Tanya Jevanya saat ingin mengantarkan Daddy sampe depan bersama mami Reni.


"Iya van soalnya ada meeting yang harus papi tangani karna tak bisa di wakilkan oleh abang mu" Jawab Daddy jaya


"Ohh, oke Daddy harus semangat oke..... dan jangan lupa makan siang" Ucap Jevanya dengan menyemangati Daddy nya.


"Iya putri Daddy ini mah kan Daddy harus semangat selalu" Ujar Daddy Jaya


"Yaudah Daddy berangkat dulu nya Mi dan putri Daddy dua princess daddy yang sayang Daddy" sambung Daddy Jaya sambil naik kadalam mobil yang ingin pergi ke kantor.


Setelah Daddy Jaya pergi berangkat ke kantor kalau Jeremy sudah dari tadi pergi selesai sarapan dia langsung pergi karna dia harus pergi ke luar kota untuk memantau pembangunan proyek untuk membuat Mall di kota B karna dia Kepala dari Proyek itu jadi dia harus turun tangan untuk membuat Baru pertama yang dimana Bangunan Proyek itu baru akan di mulai.


Jevanya langsung naik ke atas kamarnya untuk bersiap-siap ke Cafe dia pergi setelah mami Reni pergi ke arisan bukan dia takut ke mami nya tapi dia tak ingin ketauan ketemu dengan Clara dia tak ingin Clara kenapa-kenapa karna ulah Mami.


Jam Sepuluh pagi lewat seperempat rumah sudah sepi dimana mami Reni sudah pergi untuk arisan dia tadi berpamit ke Jevanya untuk pergi arisan Mami Reni selalu mangajak Jevanya untuk ikut dia ke arisan sosialita nya tapi karna Jevanya tak mau yaudah dia tak ingin mengajaknya lagi padahal dia ingin memperkenalkan Jevanya kepada teman-temannya.


Jevanya pun lagsung pergi untuk ke cafe dia ingin memastikan apakah kakak iparnya itu baik-baik saja dan dia juga ingin bertanya dimana Clara semalam tidur.


Sekitar dua puluh menit Jevanya pun sampe di cafe dia melihat cafe itu lumayan rame dan dia memilih lantai dua karna lantai satu sudah padat dia pun naik ke lantai dua.


"Mari Mbak di pesan menu yang ingin dipesan" Ucap Pelayan Cafe.


"Bentar ditunggu Mbak pesananya" Ucap Pelayan itu


Saat pelayan cafe itu ingin pergi ke dapur Jevanya pun menanyakan apakah Clara masuk kerja dia melihat Pelayan cafe semua saat melayani para pelanggan dia tak melihat Clara.


"Mbak Clara lagi di dapur Mbak dia sedang mangambil pesanan Pelanggan untuk di bungkus" ucap Pelayan itu


"Apakah nanti yang mengantar pesanan saya bisa dengan Kak Clara" Tanya Jevanya dia ingin bertemu dengan Clara


"Bisa Mbak Nanti saya akan bilang Mbak Clara yang akan mengantar pesanan Mbak, kalau begitu saya pamit ke dapur dulu Mbak" Ucap pelayan


"Makasih deluan mbak, silahkan" Ujar Jevanya


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


NOTE: JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN KOMEN.... TRIMKAS SAYANG AKU SEMUA.


IG:ekashn90

__ADS_1


__ADS_2