Pernikahan Yang Menyakitkan

Pernikahan Yang Menyakitkan
Bab 54 Sahabat Is the best


__ADS_3

Pukul dua belas siang setempat orang tua Risa pun pulang ke mansion mereka sudah puas bermain dengan cucu mereka apalagi mereka juga masih lelah jam sebelas malam nyampe dan tidur hanya berapa jam paginya langsung ke rumah sakit menjenguk Clara mereka pun pulang untuk istirahat di mansion.


Risa dia tetap menemani Clara sampe dokter memperbolehkan Clara pulang sedangkan Nadya tetap di cafe sampe jam pulang tiba.


Baby El dia sudah bisa tidur di samping Clara tidak lagi di laboratorium bayi bila malam baru tidur di laboratorium bayi agar kenyamanan sang bayi untuk tidur terjaga.


"Haus banget ya keponakan aunty iya ya" ucap Risa dia melihat babu El sangat nikmat minum asi.


"tambah hari tambah gembul banget sih pipinya" sambung Risa dia mulai tadi menepuk-nepuk pantat baby El dengan pelan dia sangat gemas melihat bayi laki-laki itu.


"Apa tidak gembul minum susu aja rakus banget sa" kekeh Clara dia selalu heran melihat anaknya itu yang selalu nikmat dan rakus bila minum asi bila kata dokter itu faktor karna asi sang ibu lancar.


Clara tidak akan pernah memberi asi kepada sang anak dia ingin anak nya tumbuh dengan baik dia juga tidak akan memakai beby sister untuk merawat anaknya karna dia mau memberi sepenuhnya kasih seorang ibu dan ayah sekaligus kepada anaknya maupun dia sibuk nantinya dia akan membagi waktunya untuk bersama dengan sang anak dia tak mau anaknya tumbuh seperti dirinya.


"ahh, untung asi kamu lancar ra kalau enggak dia tidak akan nikmat untuk minumnya" ujar Risa


Derttt.............derttttt..............dertttt


HP milik Clara bunyi pertanda ada yang telpon masuk tapi saat dilihat nya nama yang tertera di layar hpnya itu adalah Jevanya.


"Hallo van" ucap Clara mereka melakukan Vc lewat telpon.


"Hallo kak ra, kakak sudah sehat" Jevanya bertanya kepada sang kakak ipar dia sudah tau bila Clara sudah melahirkan karna Clara yang mengirim foto baby El lewat WA.


"Sudah van, kamu emang tidak sibuk" tanya balik Clara karna belakangan ini Jevanya sibuk karna dia sedang magang.


"Eh hari ini jadwal aku udah selesai kak, oh iya kak aku tuh mau lihat baby Samuel" ujar Jevanya dia tidak sabar untuk melihat keponakan nya itu lewat kamera vc.


Clara langsung mengarahkan kamera ke tubuh baby El, baby El juga baru selesai minum asi sedangkan Risa dia hanya pendengar saja.


"Aduh keponakan aunty sangat mengemaskan aku tidak sabar lagi untuk berjumpah dengan baby El" ucap Jevanya dengan nada ceriah walaupun di negara tempat Jevanya berada malam hari tapi untuk melepas rindu dengan sang keponakan dia pun rela mengorbankan jam istirahat nya untuk melepas rindu dengan keponakan yang mengemaskan itu.


Baby El seperti tau bila dia diajak biacara dia senyum bayi karna beby El masih dibungkus dengan selimut bayi dia belum bisa bergerak karna masih berapa hari.


"Ya ampun senyum pulak buat aunty semakin ingin mencium mu" gemas sang aunty bukan dia saja yang gemas tapi yang laun juga gitu.


Setelah lama berbicara melalui vc sambungan vc itu pun putus pertanda sudah tidak tersambung lagi.


"Mantan adik ipar mu itu beda banget dengan keluarga nya" ujar Risa dia selalu mendengar bila Clara telponan dengan Jevanya dia merasa bila aura Clara selalu ceria.


***********


Pukul lima sore nadya sudah selesai dengan pekerjaannya dia langsung otw ke rumah sakit untuk tidur disitu menemani Risa dan Clara mungkin besok pagi Clara sudah diperbolehkan pulang.


"Ke rumah sakit bunda ya pak" ucap nadya kepada supir taksi.


"Iya nono" ujar sang supir taksi


Karna jarak rumah sakit bunda dengan cafe harus menempuh jarak sekitar dua puluh menit jadi nadya akan sampe pukul jam lima lewat dua puluh menit.

__ADS_1


"Makasih pak ini uang nya" nadya langsung keluar dari taksi dan masuk ke dalam rumah sakit.


"Eh, ini kebanyakan nona" ujar sang supir taksi bayaranya hanya dua puluh ribu tapi nadya memberi lima puluh ribu.


"Ambil aja kembalian pak" ucap nadya dia langsung masuk.


"Makasih banyak non semoga diberi rejeki dan calon bayi nya sehat-sehat sampe persalinan" ujar sang supir taksi.


"Iya Pak, Amin" ucap Nadya


Nadya pun berjalan di Koridor rumah sakit ruang inap rawar Clara ada pada lantai satu jadi tak usah perlu naik lift untuk ke ruang inap rawat Clara.


"Hai semua udah pada makan" ucap Nadya agak tinggi sat baru masuk ke dalam ruang.


"Kamu kagetin kamu aja nad untuk kami berdua tak mempunyai riwayat penyakit jantung" ujar Risa


"Ahhh, apaan sih aku tuh kan tau kalian gak punya riwayat penyakit itu makanya aku kejutin kalian" kekeh Nadya dia puas meng kagetin mereka berdua.


"Kamu tuh nad bisa aja buat kagetin kamu dua" sekarang Clara yang berbicara.


"Udah-udah aku puas kagetin kalian kita makan saja aku tuh udah lapar tadi sebelum kesini aku udah bawah makanan cafe" ujar Nadya.


"Ini namanya sahabat is the best kamu tuh perhatian banget kamu tau-tau aja bila kamu sudah lapar" Risa pun angkat jempol untuk memberi nilai terbaik kepada Nadya sebagai sahabat.


Mereka bertiga menikmati makanan mereka yang satu seorang ibu satu lagi bumil yang satu lagi jomblo lengkap sudah persahabatan mereka...wkwkwk.


Clara hanya saja dia ingin mengapai cita-cita nya sebagai desainer yang hebat di tanah air makanya dia undur diri dari cafe widana itu juga tak masalah buat mereka.


"Pembangunan butik mu sudah berapa persen ra" tanya Nadya


"Tadi Arsitek disitu bilang satu bulan kedepan udah siap" jawab Clara walaupun dia dirumah sakit tapi dia mempunyai kepercayaan untuk memantau pembangunan butik nya.


"Bagus dong berarti tak lama lagi" ujar Risa


"Pas nanti umur baby El sudah satu bulan itu akan siap mungkin" ucap Nadya


"Mungkin nad tapi kita doa in aja biar berjalan dengan lancar semua" ujar Clara


"Itu sih gak lupa ra untuk do'ain agar semua berjalan lancar dan kamu juga makin sukses untuk memulai dari awal itu sudah cita-cita kamu dari dulu" ujar Risa, Risa tau semua tentang Clara dia tau apa impian sahabat nya itu jadi dia tak masalah bila Clara kaluar dari cafe.


Malam hari pun semain larut mereka bertiga sudah tidur dengan nyenyak Nadya dan Risa tidur di sofa yang lumayan besar karna ruang inap Clara adalah VIP itu semua suruhan dari Tuan Widana.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.... ...


...NOTE: JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN KOMEN POSITIF THINKING SAJA.... TRIMAKASIH BANYAK PARA READERS AKU SEMUA 😘✨...


IG:ekashn90

__ADS_1


__ADS_2