Pernikahan Yang Menyakitkan

Pernikahan Yang Menyakitkan
Bab 51 Lima Bulan Kemudian


__ADS_3

Lima bulan kemudian lima bulan bisa mengubah orang gimana bila bertahun-tahun, lima bulan berlalu setelah Clara memeriksa kandungannya empat bulan dan sekarang adalah hari dimana dia akan bersalin waktu dan hari yang ditentukan oleh dokter saat dia akan bersalin adalah hari ini.


Sekarang dia sedang di dalam ruang bersalin tapi masih menunggu pembukan untuk bisa melahirkan secara normal belum sempurna jadi Clara dan para dokter masih menunggu pembukanya sempurna.


Jadi selama lima bulan Clara sudah bisa membangun sebuah butik yang lumayan besar sekarang masih proses selesai dia tidak membeli karna dia ingin tidak bila ada yang menawar harga ruko yang pantastis disewakan orang lain yang pasti Clara akan putus sewa jadi dia memilih langsung untuk membangun sebuah gedung yang berlantai dua.


Bila di beli jadi sebuah ruko harga nya sangat mahal bila di hitung-hitung biaya keluaran untuk membangun akan lebih murah.


Selama Clara bekerja di Cafe milik keluarga Risa dia sudah mulai SMA menabung hasil gaji perbulannya dan sekarang dia memgahsilkan buah yang baik dia bisa membangun sebuah butik yang lumayan besar.


Saat umur kandungan Clara menginjak empat bulan satu minggu dia menjadi bendahara di Cafe milik keluarga Risa karna berkembang nya cafe itu membuat Risa kewalahan untuk membuat uang masuk dan uang keluar dia pun mengutus Clara menjadi bendahara.


Nadya dia bekerja dibagian kasir karna yang bekerja di bagian kasir ingin menikah jadi dia memilih untuk undur diri dari cafe itu.


Sekretaris menjadi viana karyawan cafe itu juga athour juga sudah kenalin viana menjadi karyawan cafe dia orang nya genit tapi tertentu dia orang nya murah bergaul dan ramah juga.


Atas jerih payah Clara selama bekerja sebagai pelayan cafe di cafe Widana dia pun bangkit tidak selamanya dia bekerja di Cafe Widana karna dia juga harus memikirkan masa depan nya dan anaknya.


Seperti itu juga dengan Nadya selama enam bulan bekerja di Cafe Widana dia sudah bisa membeli sebuah rumah yang lumayan mewah yang berlantai dua dia langsung beli yang jadi rumah.


walaupun dia sudah mempunyai rumah sendiri tapi mereka tiga masih tetap tinggal di apartemen milik Risa karna itu juga karna permintaan Risa mereka sekali-kali nginap di mansion milik keluarga Risa kadang mereka bila weekend akan nginap di mansion Widana.


Orang tua Risa tidak pernah problem bila putri mereka membawa seorang teman ke dalam mansion mereka apalagi Clara yang sudah mereka anggap seperti putri kedua mereka dan sekarang Nadya menjadi putri ketiga mereka sungguh indah.


Tepat umur kandungan Clara enam bulan dia juga membeli rumah dekat rumah milik Nadya mereka sengaja tetanggaan karna mereka tak ingin berjauhan Risa dia belum kepikiran untuk milik rumah karna dia ingin menikmati masa lajang nya sebelum ada yang punya.


Tapi walaupun Nadya dan Clara memiliki rumah masing-masing tapi mereka tetap tinggal di apartemen Risa tapi bila sudah Clara pulang dari rumah sakit setelah selasai melahirkan mereka akan tinggal di rumah milik Risa.


Rumah milik Nadya dia sewakan sementara dan rumah peninggalan ibunya yang ada di desa dia tidak mau sewakan tapi setiap minggu itu di bersihkan oleh bibi sarah karna gimana pun itu tetap rumah peninggalan orang tuanya pernah dua kalinya pulang ke rumah itu dengan dua sahabatnya itu mereka nginap disitu.


Dalam lima bulan semua berubah kehidupan Clara sudah semakin maju dan akan semakin sukses dan Nadya juga seperti itu mereka dua memiliki cerita yang sangat sedih tapi mereka bisa bangkit menjadi wanita kuat dan tangguh mereka ingin sukses tidak tanggung-tanggung mereka gigih akan pikiran mereka sendiri.


Persahabatan mereka terjalin dengan baik mereka tetap menjadi sahabat yang ada saat duka dan suka tidak memandang status sosial atau cerita mereka yang sangat sedih.


Sejam baru pembukaan sempurna untuk bisa melahirkan normal, para dokter pun mulai sibuk mengambil alih untuk menjalankan tugas mereka masing-masing.


Diluar ruang persalinan Clara ada dua wanita yang sedang menunggu atau menanti kelahiran anak Clara mereka tak henti-henti untuk berdoa agar persalinan Clara berjalan dengan baik.


Umur kandungan Nadya juga sekarang sudah delapan bulan dia beda sebulan dengan Clara jadi sekarang menunggu di luar ruang persalinan bersama Risa.


Keluarga Bratama atau Keluarga Senjaya tak tau bila mantan menantu mereka atau putri dari keluarga Senjaya sedang bertaruh nyawa untuk melahirkan seorang malaikat kecil.


Tiga puluh menit pun berlalu


Satu jam berlalu


Satu setengah jam pun berlalu

__ADS_1


Sekitar dua jam kurang Clara pun melahirkan seorang bayi laki-laki mungil yang berat badanya 3kg berat badan bayi mungil itu normal.


Setiap bayi lahir dengan berat badan yang berbeda, namun normalnya adalah sekitar 2,5–4 kg. Beberapa hari pertama setelah lahir, bayi akan mengalami penurunanberat badan.


Clara pun di buat ke ruang inap VIP karna itu adalah suruhan dari orang tua Risa mereka juga sedang terbang pulang ke tanah air mereka selama tiga hari yang lalu pergi ke luar negeri karna kerjaan papa Risa sedang padat di luar negeri.


Tapi saat menerima telpon dari Risa bila Clara ingin melahirkan mereka pun langsung pulang ke tanah air dengan menaiki Jet pribadi mereka karna Risa melahirkan di malam hari bila membeli tiket untuk malam hari pasti akan penerbangan jam dua belas malam jadi mereka memilih untuk naik jet pribadi milik keluarga Widana.


"Puji Tuhan semua berjalan dengan lancar" syukur Risa dia sangat panik saat Clara ingin melahirkan secara normal dimana itu bertaruh nyawa untuk melahirkan normal.


"Iya puji Tuhan semua berjalan dengan lancar dan sekarang kamu resmi menjadi seorang ibu ra" Nadya juga ikut bersyukur dia juga ikut panik apalagi dia sekarang berbadan dua yang perutnya buncit.


"Itu semua atas doa-doa kalian doa para aunty nya makasih nya kalian ada saat aku membutuhkan sosok teman bertukar pikiran" Clara sangat senang bisa mengenal mereka dua yang sifatnya baik banget.


"Kita akan selalu bersama bila kita belum ada yang punya" ujar Risa


Tak berselang lama suster pun datang mengantarkan bagi mungil yang sekarang sudah bersih dan berbalut kan sebuah selimut bayi.


"Maaf Bu bayi nya harus diberi asi pertama karna sang bayi sudah lapar" ujar sang dokter.


"Baik dok" ucap Clara


Sang dokter langsung memberi sang bayi ke gandongan Clara, Clara pun menerima sang bayi untuk diberi asi pertama.


"Makasih dok" ucap Clara


"Aduh gembul banget sih keponakan aunty ini... cupp.. cup" Risa mengelus punggung bayi mungil itu.


"Kamu udah ada nama ra buat bayi mungil kamu ini" Tanya Risa


"Sudah namanya Samuel Jonathan yang artinya Allah Tuhan sudah memberikan" jawab Clara dia sudah lama membuat nama itu tapi karna jenis kelaminya dulu tak pernah nampak dia sudah menyediakan dua nama laki-laki dan perempuan.


"Wah,,, nama yang sangat bagus dengan artinya" ucap Risa


"Jadi bayi kamu bisa di panggil dengan sebutan baby El" ujar Nadya.


"Yups, kita bisa memanggilnya dengan sebutan baby El" kata Clara.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


NOTE: JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN KOMEN POSITIF THINKING SAJA.. TRIMKAS BANYAK YANG BUAT SUDAH MAMPIR KE CERITA AKU.

__ADS_1


IG:ekashn90


__ADS_2