Pernikahan Yang Menyakitkan

Pernikahan Yang Menyakitkan
Bab 79 Gelisah


__ADS_3

Setelah dua minggu tinggal di Inggris dokter Rangga pun memutuskan untuk menyusul sang kekasih ke Inggris dia sangat merindukan Risa dan karena rumah sakit itu milik dia jadi tidak masalah bila dia libur untuk berapa lama.


Dokter Rangga menyusul Risa ke Inggris mengunakan pesawat umum walaupun keluarganya mempunyai jet pribadi tapi dia ingin sekali-kali bila berpergian mengunakan pesawat umum.


Dan karena mengunakan pesawat umum dia harus Trans sip dua kali naik pesawat dan membutuhkan waktu yang lama untuk sampe ke tujuan.


Waktu yang dia butuhkan selama sembilan jam, tepat pukul jam lima sore dokter Rangga tiba di Inggris dia sudah ditunggu oleh supir yang bekerja di mansion nenek Rangga.


Jadi selama dia di Inggris dokter Rangga tinggal di mansion milik nenek dari ibunya jadi dia tidak perlu untuk menginap di hotel atau di apartemen.


Sekitar dua puluh menit didalam mobil menuju ke mansion akhirnya Rangga sampe di mansion, dia langsung di sambut dengan baik dengan pelukan hangat.


"Kamu sudah berapa lama tidak kesini, dulu waktu kamu selesai S1 mu dan ingin pulang ke tanah air kamu berjanji ingin melihat nenek setiap bulan ini kamu tidak pernah" ujar sang nenek dia sangat kesal dengan cucu keduanya itu.


"Dasar cucu tidak pernah tetap akan dijanji" sambung sang nenek dia sangat merindukan sang cucu.


Jadi Rangga kuliah di universitas yang ada di Inggris dia tinggal di apartemen milik keluarganya tapi setiap minggu atau weekend dia akan datang menjenguk sang nenek dan sang kakek untuk sekedar melihat keadaan nenek dan kakek.


"Namanya sibuk nek kan sekarang Rangga gak bisa main-main lagi sekarang Rangga udah buka rumah sakit sendiri" jawab dokter Rangga dia juga tidak banyak waktu untuk berpergian dia ke Inggris karena tidak bisa menahan rindu lagi.


"Sibuk ngapain sibuk pacaran bilang saja kamu tidak ingin menjenguk nenek mu kamu saja kesini hanya untuk berjumpa dengan kekasih mu" ujar sang nenek dia sudah tahu bila cucu keduanya ke Inggris untuk berjumpa dengan kekasihnya.


"Apaan sih nek, nenek gak suka apa bila cucu nenek datang ini malah banyak ucapan Rangga kan capek nek" kata Rangga dia ingin menyudahi pertanyaan konyol dari sang nenek dia ingin istirahat sebentar setelah itu memberi kejutan kepada sang kekasih.


"Yaudah kamu langsung istirahat saja biar barang-barang kamu di beresin oleh pelayan" ujar sang nenek


"Tapi kakek dimana nek" tanya Rangga dia tidak melihat sang kakek saat dia tiba di mansion yang ada hanya sang nenek saja yang menyambut dia.


"Kakek mu sedang pergi meninjau pembangunan rumah sakit yang sedang dia jalankan dengan perusahaan lain" jawab sang nenek walaupun sudah tua sudah waktunya anaknya mengantikan posisi sang kakek.


Semua perusahaan dan rumah sakit yang dijalankan oleh sang kakek sudah pegang oleh anaknya atau lebih tepatnya adik dari ibu dokter Rangga.


Setelah sedikit berbasa basi dengan sang nenek dokter Rangga pun memutuskan untuk langsung istirahat sebentar sebelum acara kejutan pas pada waktunya.


Tepat pukul tujuh malam dokter Rangga sudah rapi dengan setelan hoodie hitam dengan celana zins hitam yang begitu cocok di pada tubuh nya bila kalian heran dengan setelan nya serba hitam dokter Rangga pencinta warna hitam semua barang-barang miliknya berwarna hitam bahkan cat pada dinding kamar nya beda dari yang ada dimansion yang ada di Indonesia.


Sedangkan di mansion milik keluarga widana Risa sedang bersantai dengan yang lain kebetulan Clara sama keluarga kecilnya bertamu ke mansion widana setelah dua minggu menikah dia tidak pernah ke mansion lagi.


"Sa kamu kenapa sih seperti gelisah gitu deh mulai tadi" tanya Clara dia mulai tadi melihat Risa seperti tidak biasanya.


"Bukan kenapa hanya cafe diindonesia lagi banyak pemasukan Fina jadi kewalahan hanya itu aja" elak Risa dia tidak gelisah karena hal itu tapi karena Rangga yang tidak bisa dihubungi.


Clara juga percaya begitu saja mungkin betul juga yang dikatakan Risa bila cafe milik dia selalu naik pengunjung yang datang jadi membuat pemasukan semakin naik.

__ADS_1


"Kalau begitu aku permisi nya kekamar dulu mau check pemasukan di kamar kan gak enak juga aku kerja disini sedangkan kalian sedang gobrol" ujar Risa dia ingin mengalihkan kegelisahannya di kamar saja agar yang lain tidak tahu.


"Gak papa kan ra bila aku kekamar" tanya Risa dia juga tidak enak langsung pergi begitu saja pada saat Clara datang.


"Tidak mengapa kok kan masih ada mama sama papa dan Nadya kamu kerjain aja pekerjan kamu" ucap Clara


"Kemana sih dia gak biasanya pasti dia yang selalu hubungi pertama tapi ini satu harian gak ada kabar" gumam Risa dia mondar mandir di dalam kamar sambil melihat HP nya pagi sampe sore dia maklum bila Rangga tidak menghubungi dia mungkin karena banyaak pasien tapi malam hari juga.


Karena tidak bisa menahan kegelisahan Risa sampe mengeluarkan air mata karena khawatir dengan sang kekasih.


Setelah capek menangis Risa pun ketiduran sambil terlentang di kasur.


"sa..... sa bangun ada yang carain kamu tuh dibawah" ujar Nadya


"Eugh...... siapa sih yang mau bertemu dengan aku, kamu bilang aja nad aku udah tidur gak bisa diganggu" ucap Risa dengan suara setak khas bangun tidur dengan mata terpejam dalam keadaan terlentang.


"Kamu tuh tamu datang malah bilang gitu harusnya kamu jumpai, mana tahu ada yang perlu" ujar Nadya dia sudah tahu siapa yang datang hanya saja dia ikut dengan kata yang dikatakn sang tamu kepada dia.


"Aku tuh lagi malas nad kamu bilang aja aku lagi capek" bantah Risa


Kalau sudah begitu Nadya tidak ingin melanjutkan membangun Risa dia sudah tahu pasti dengan wajah gelisah Risa dia sedang menunggu kabar dari Rangga.


Setelah turun ke bawah Rangga pun akhirnya yang naik keatas untuk membangun sang kekasih, dengan permisi dari orang tua Risa dia juga tidak mau asal masuk ke kamar orang sembarangan.


"Kenapa sih Nad aku tuh udah bilang kalau aku gak bisa diganggu" ujar Risa dia memikir bila yang membangunkan dia adalah Nadya.


"Dasar keboh, gini nih kalau gak rindu sama kekasihnya" ucap Rangga dia ingin gimana reaksi Risa tiba-tiba dia sudah di kamarnya.


Saat mendengar kata kekasih Risa membuka matanya dia ingin bila yang dia dengar tidak sedang mimpi tapi nyata.


"Ini mimpinya" ujar Risa sambil mencubit tangan Rangga.


"Au, kamu kenapa sih kok cubit aku ini nyata hei... hei sadar" kata Rangga dia heran dengan kelakuan sang kekasih.


"Jadi gini nih kekasih nya datang kesini tapi mendapatkan cubitan kamu" protes Rangga.


"Kamu sih aku tuh khawatir tau gak lihat nih mata aku jadi bengak karena kamu" ujar Risa sambil menunjukkan matanya yang bengak.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***NOTE: JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN KOMEN..... TRIMKAS BANYAK PARA READERS AKU ATAS LIKE KALIAN KARENA ITU ADALAH SATU DUKUNGAN BUAT OTHOR.


Yuk ikuti kelanjutan Rangga dengan Risa pada bab selanjutnya masih dengan mereka dua..

__ADS_1


IG:ekashn90***


__ADS_2