
-Di Ruang UGD-
Dimana para medis menangani pasien yang kondisinya sangat memilukan, setelah para medis siap memeriksa pasien itu mereka memindahkan pasien ke ruang kan rawat, walaupun kondisinya belum stabil dengan normal tapi dia akan sadar bila obat tidur yang sudah di suntikan dokter habis dari tubuhnya.
empat jam kemudian Clara sadar dari tidur nya, dia bingung dia tak tau kenapa dia bisa ada di rumah sakit, dia mengingat-ingat bila dia pingsan di saat dia ingin menaiki bus. disaat itu dia pusing dan badanya sudah lemah bahkan dia hampir strees memikirkan dunia dimana dunia tak pernah berpihak kepadaNYA untuk buat dia bahagia.
disaat Clara sadar dokter datang untuk memeriksakan dia,
"Syukur lah bila ibu Clara sudah siuman" ujar dokter itu
setelah itu dokter itu pamit untuk pergi karna banyak lagi pasien ingin di tanganinya.
disaat itu juga ponsel Clara bunyi pertanda ada yang nelpon
Risa nama yang terera di panggilan itu
atau sabahatmya yang sudah banyak membantu dia selama dia dalam kesulitan dengan uang atau teman curhat. sama seperti Risa juga sudah mengangap Clara seprti saudaranya yang tak akan pernah dia lupa kan.
Banyak kisah yang sudah mereka lewatkan dari suka dan duka mereka selalu curhat satu sama lain mereka dia juga berteman dari Sekolah Menengah Atas. disaat mereka lulus yang datang mengantikan orang tuanya Clara adalah ibu nya Risa, disaat Ibunya Risa tau kisah memilukan yang di hadapin Clara dia merasa ibu dengan kehidupan wanita malang itu, orang tua nya kayak bahkan di kenal di seluruh penjuru Indonesia, tapi karna keegoisan orang tua nya membuat Clara sengsara.
Risa; "Halo.!!! Ra kamu kenapa bisa sampe masuk rumah sakit maafnya aku tadi gak angkat telpon kamu, soalnya tadi HP aku lowbet baru bisa menghubungi kamu."
Clara; "gpp kok Sa aku gak mau kamu terbebani dengan keadaan ku, aku udah sehat kok, yang tadi nelpon kamu pake HP aku itu suster tapi kami gak angkat dia kirim SMS sama kamu."
__ADS_1
Risa; "Aku gak akan pernah terbeban ni oleh mu Ra aku udah anggap kamu seperti saudara kandung aku, aku juga ingin aku selalu di sampingmu selalu menemani mu suka maupun duka."
Clara;"Aku juga udah ngangap kamu seperti saudara aku Sa aku bahkan udah ngangap kamu seperti sedarah. Maaf nya Sa aku hanya bisa repotin kamu aku blm bisa balas kebaikan mu dan ibu mu aku blm bisa untuk menjadi yang terbaik bagi mu, aku hanya bisa yusahin kamu.
Risa; "Aku tak pernah bilang Ra kamu balas kebaikan ku, aku hanya ingin bersyukur kepeda Tuhan karna kamu lepas dari maut kamu selamat sampe sekarang, apakah calon keponakan ku baik-baik di dalam perut mu!!.. Ujar Risa dengan suara ketawa."
Clara: "itu semua atas doa-doa mu dan ibu mu yang sudah ku anggap seperti ibu kandung ku.
Risa;"dan itu juga atas kebaikan Tuhan, yaudah aku ingin otw ke situ mau lihat keadaan kamu aku ingin jaga kamu selama kamu di rumah sakit, karna kapan-kapan lagi aku bisa gibah dengan mu, soalnya kamu selalu sibuk untuk bekerja di cafe sampe-sampe waktu mu tak ada buat kita untuk gibah bareng, dan karna kamu juga udah mempunyai suami jadi kamu tak ada waktu,... bdw ini aku bentar lagi ingin distu. oke!!"
belum sempat ia ingin menjawab perkataan sahabatnya itu, Risa sudah makn matikan saja. dia tak ingin merepotkan sahabatnya itu dengan datang kemari.
************************
Tapi Tuhan masih sayang kepada Clara, dimana dia sadar dari tidurnya ingin bangkit mengatakan kedunia bila dia wanita kuat.
jadi disaat Clara pergi dari rumah sakit itu Jeremy juga pamit pulang, ya walaupun dia tak tau apa yang sudah terjadi di luar tadi, disaat ibu nya dan ibu nya Aglatha sampe di ruang inap Aglatha, Jeremy pamit ingin kekantor karna banyak kerjaan yang ingin di kerjakanya.
sudah hampir empat jam Jeremy berkutat dengan leptop nya tapi dia belum menadahkan ingin pulang.
setelah Jam 8 malam dia pulang ke mansion keluarga nya karna dia ingin istirahat, besok pagi dia ke rumah sakit tapi bukan ingin menjenguk Clara, ya pasti kekasih hatinya lah yaitu Aglatha Wijaya.
Setelah sampe di rumah dia naik ke lantai atas ingin kekamar nya dia tak ingin pulang kerumah dimana dia tempati dengan Clara, karna dia ingin istirahat tanpa melihat muka istrinya itu karna dia jijik melihat Clara dia muak.
__ADS_1
disaat makan malam semua keluarga Bratama berkumpul kecuali kakek dan nenek nya yang sekarang tinggal di mansionnya yang tak jauh dari rumah keluarga Jeremy hanya sekitar empat puluh lima menit akan sampe ke mansion kakek dan nenek nya, walaupun kadang mereka berkumpul bersama di mansion kakek dan nenek nya, disaat seminggu sekali.
Disaat semua selasai dengan makanya ibunya Jeremy atau Nyonya Reni Bratama, mengajak Jeremy gomong berduan dengan anak pertama nya di ruang kerja Jeremy, sedangkan ayahnya heran ingin mengatakan apakh istri nya itu kepada anak pertama mereka.
Disaat mereka dua sudah di ruangkan Jeremy, Jeremy hanya diam dia menunggu apa yang akan dikatakan ibu nya itu kepada nya.
Kemudian Nyonya Reni pun memulai perbincangan mereka dengan membahas Clara.
"Dimana wanita murahan itu Jer?" tanya ibu Jeremy
Jeremy sangat heran dengan pertanyaan ibunya itu mengapa ibunya bertanya begitu.
"Aku tak tau ma, bahkan aku tak. ingin tau" ujar Jeremy dengan nada dingin.
"Kamu harus mencari nya dan sebulan lagi kamu akan bercerai dengan nya karna selama empat bulan dia tak juga hamil kamu kan harus bercerai dengannya" ujar Nyonya Reni dengan penuh intes.
Nyonya Reni Bratama tak tau bila sekarang menantu nya itu sedang mengandung cucunya atau darah daging anak nya yang berarti mempunyai ikatan darah Bratama.
Jeremy bingung mau jawab apa dia juga ingin cepat-cepat terlepeas dengan pernikahan yang menyakitkan ini dia tak ingin lebih lama lagi menyakitkan hati kekasih nya itu. yang bahkan ingin bunuh diri, disaat dia tau berita kalau Jeremy sudah menikah dan sudah hampir 3 bulan tapi dia tak tau kalau kekasih nya sudah menikah disaat itu juga dia frustasi dan ingin bunuh diri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
jangan lupa selalu tinggalkan jejak kalian dengan vote, like, and komen. Terimakasih ✨