Pernikahan Yang Menyakitkan

Pernikahan Yang Menyakitkan
Bab 61 Acara Peresmian 2


__ADS_3

Pukul sembilan pagi setempat acara peresmian butik Clara di mulai sampe dengan pukul sebelas siang setempat acara selesai banyak yang memberi ucapan selamat atas peresmian butik Clara mulai dari teman rekan kerjanya dulu dengan sampe kepada orang lain yang diundang Clara semua memeberi selamat hanya saja salah satu dari keluarga Clara tak ada yang datang mendampinginya saat peresmian butik dia.


Karena sekarang adalah hari perdana Clara membuka butik nya dia memberi diskon kecil-kecilan kepada yang minat untuk memesan di butiknya.


Selama pembangunan butik, Clara sudah mencari karyawan untuk di pekerjaankan di butiknya nantinya.


Semua yang hadir dalam peresmian butik Clara mulai melihat-lihat baju yang ada di butik itu apalagi diskon kecil-kecilan itu sudah membuat para pembeli tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.


"Selamat sayang buat putri mama sekarang sudah sukses dan bisa membuka butik sebesar ini dengan hasil jerih payah kamu sendiri" ucap mama Risa dia sungguh bangga kepada putri angkatnya itu walaupun Clara masih punya orang tua tapi dia sudah menganggap Clara sebagai putri keduanya.


"Iya ma, ini semua juga atas doa kalian yang sudah memberi Clara sport dari Clara terburuk yang ada hanya kalian jadi semua ini adalah atas doa kalian makanya Clara bisa sampe titik ini" ujar Clara dia sungguh tidak menyangka bila saat ini dia sudah mempunyai butik sendiri yang akan di gelola nantinya.


"Selamat sayang buat putri papa dan semoga makin maju" sambung papa Risa mengucapkan selamat kepada Clara sama seperti mama Risa dia sudah menganggap Clara sebagai putri kedua mereka.


"Makasih ya papa dan untuk mama juga dan mekasih buat doa kalian yang selalu mendoakan Clara jadi bisa begini" ujar Clara dia mengucap Terima kasih kepada sahabat nya dan yang ada saat dia dalam keadaan terpuruk.


Sedangkan baby El ada pada gendongan pembantu Clara, Mereka bertiga sengaja mengajak pembantu yang ada dirumah Clara karena mereka sudah menganggap bibi susi sebagai ibu mereka.


Clara sedang sibuk menerima ucapan selamat dari orang yang diundang dia, sampe-sampe dia lupa anaknya seketika belum dikasih mimik.


"Maaf non Clara baby El mau minum mulai tadi udah rewel mau tidur" ujar bibi Susi atau pembantu dirumah Clara.


"Eh, maaf nya bu jadi kerepotin" ucap Clara dia sungguh lupa dengan anaknya dia pun memindahkan anaknya ke gendongan pada nya.


"Tak apa kok non itu sudah kewajiban bibi untuk jaga aden El" ujar bibi Susi.


Setelah baby El berpindah pada dekapan Clara dia naik ke lantai dua atau tepatnya ruangan bos, Clara mencari tempat aman untuk memberi mimik baby El.


Nadya juga ikut istirahat diruangan Clara karena tinggal hitung hari dia akan melahirkan jadi sibumil murah capek dia jadi ikut dengan Clara untuk kasih baby El mimik.


kembali lagi ke lantai dasar.......


Dilantai dasar atau lantai satu masih dikerumuni dengan banyak orang memilih baju untuk mereka beli walaupun sekarang hari peresmian butik atau pembukaan butik untuk perdana tapi karyawan sudah ada dipekerjakan Clara.


Risa dan kedua orang tua nya sedang menikmati minuman yang ada di meja yang dihidangkan untuk dinikmati, tapi karena Risa bosan dan orang tua Risa juga mau pulang mereka pamit melalui telpon kepada Clara jadi tinggal pulang saja.


Brukk


Risa tak sengaja menabrak tubuh seseorang dia tadi ingin menyusul Clara ke lantai dua tapi saat dia mau menyusul dia tak sengaja menabrak tubuh seseorang yang sangat kekar.


Sebelum Risa menabrak tubuh seseorang dia ingin kelantai dua untuk menyusul para sahabat nya dia bosan sendiri di lantai dasar jadi dia juga mau bergabung dengan baby El dan dua sahabat nya, bibi Susi sudah pulang naik taksi karena bibi Susi sudah lelah.


"Maaf, Maaf Pak saya tidak sengaja saat nabrak tubuh bapak" ucap Clara sambil tunduk kepala dia tak berani untuk menatap muka seseorang yang dia tabrak barusan.


Seketika hening tersendiri, seseorang yang ditabrak oleh Risa tadi senyum sendiri tidak tau kesambet apa mungkin kesambet hantu mungkin.

__ADS_1


Risa bingung mengapa mulai tadi seseorang yang dia tabrak tidak bergeming sama sekali dia penasaran mengapa tidak marah-marah seperti yang lain bila ditabrak tak sengaja pasti larinya ganti rugi tapi yang dia tabrak seakan berbeda.


Karena sudah ada berapa menit tidak bergeming sama sekali Risa memberanikan diri untuk menatap ke arah muka seseorang yang dia tabrak barusan.


"Eh, pak dokter maaf nya pak soalnya saya tidak sengaja untuk kejadian tadi" ujar Risa dia juga kaget kepada seseorang yang dia tabrak barusan yang sama sekali tak bergeming.


Sudah dua minggu lebih Risa tak menerima kabar dari dokter Rangga dia menyibukkan dirinya untuk tidak memikirkan dokter Rangga karena dia tak mau patah hati karena tidak pernah komunikasi lagi.


"Kamu gak usah minta maaf aku juga tadi sibuk main dengan HP aku jadi aku juga tak sengaja dengan kejadian ini" akhirnya yang ditunggu-tunggun pun buka suara tak mulai tadi seperti laki-laki bisu yang tidak bisa bicara.


Jangan di tanya gimana jantung Risa rasanya ingin copot selama dua minggu hilang kabar akhirnya dia bisa berjumpa dengan lelaki pujaan dalam sendiri saja mereka di pertemukan dengan cara tabrak tubuh lagi... itu yang dimana jodoh mungkin nya.


"Kamu ngapain disini" tanya dokter Rangga


"Eh, itu anu... ini butik sahabat aku yang aku katakan waktu kita ketemu di rumah sakit yang baru siap lahiran jadi ibu butik dia" saat tadi ingin ke butik muka Risa masih berseri dengan senyum saat dia jumpa dengan lelaki yang dia rindukan seketika dirinya gugup dan jantungan.


"Jadi ini butik sahabat kamu, mantap juga sahabat kamu bisa membuka butik sebesar ini" puji dokter Rangga walaupun dia memuji Clara kepada Risa tapi emang itu lah kenyataan jarang orang bisa membuka butik dengan jerih payah sendiri.


"Kalau kamu ngapain disini emang kamu ada ikatana saudara kepada shabat aku" sekarang giliran Risa yang bertanya kepada dokter Rangga.


"Jadi aku kesini lagi nemani mama aku belanja pada butik ini apalagi butik ini buka untuk perdana kalinya" jawab dokter Rangga.


Risa hanya ber oh ria saja dia percaya saja mungkin benar yang di ucapkan Rangga bila dia menemani ibu nya.


Tapi saat mereka dua lagi bicara, pada waktu itu mama Rangga datang menyampari dokter Rangga dengan Risa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


NOTE: JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN KOMEN YANG BISA MENYEMANGATI ATHOUR.. TRIMKASH BANYAK.😘✨


ikutin lanjutannya.....

__ADS_1


IG:ekshn90


__ADS_2