Pernikahan Yang Menyakitkan

Pernikahan Yang Menyakitkan
Bab 56 Baby Gril


__ADS_3

Rumah sakit


Ruang inap VIP seorang wanita sudah tiga hari di rawat di rumah sakit keluarga Bratama.


Seminggu sesudah pulang dari honeymoon Agltha memberitahu dia sedang hamil sudah dua minggu kepada keluarga Bratama dan Wijaya duaa Keluarga itu sangat bahagia akhirnya secepat itu mereka akan menimang cucu pertama.


Walaupun perhitungan yang sebenarnya kandungan Agltha sudah memasuki tiga bulan tapi dia mengatakan ke dua keluarga itu dia hamil baru dua minggu.


Keluarga Bratama maupun Wijaya mereka percaya-percaya aja sedangkan Jeremy dia sangat bahagia akhirnya dia akan menjadi seorang papa.


Setelah Agltha menunjukkan hasil testpack yang dia gunakan untuk mengetahui hamil kepada semua keluarga Jeremy langsung membawa agltha untuk cek langsung kedokter.


Semua aman dokter yang mencek kandungan Agltha semua sudah di bayar oleh Agltha untuk menutup mulut agar tidak memberitahu kepada sang suami bila dia sudah hamil tiga bulan.


lanjut ruang inap.....


Tiga hari yang lalu Agltha melahirkan baby girl yang lucu tapi Jeremy seperti merasa bila sedikit pun tak ada miripnya dengan Jeremy mau itu mata mau itu hidung tak ada hanya saja kulitnya dan alisnya mirip ke Agltha kulit putih dan alis sedikit tebal.


Tapi semua yang menganjal pada dirinya di buang dia jauh-jauh sekarang sudah tiga hari dia menjabat sebagai orang tua dia menikmati menjadi orang tua.


Tiga hari yang lalu keluarga Bratama maupun Wijaya merasakan bahagia dan tidak bahagia atau kabar yang tak enak didengar siapa pun itu.


Perkiraan Agltha lahir dalam perkiran keluarganya dan keluarga suaminya sekitar dua bulan lagi dia akan melahirkan tapi dalam kenyataan dua minggu lagi dia akan melahirkan.


Tapi musibah datang kepada Agltha dia jatuh di kamar mandi saat dia ingin cuci muka dia terpeleset dan membuat pendarahan hebat yang dirasakan Agltha ketubannya pun sudah pecah tak ada yang melihatnya.


Pada saat itu Jeremy ke kantor karna ada acara meeting yang tak bisa di tunda dan perkiran Jeremy juga dua bulan lagi dia pergi untuk bekerja walaupun dia jarang ke kantor sejak kehamilan Agltha.


Pembantu yang ada di rumah itu yang melihat bila Agltha sudah tergeletak di lantai kamar mandi dengan darah yang sudah kering keluar dari balik baju nya dengan keadaan yang memperhatikan.


Saat di bawah kerumah sakit terpaksa Agltha di operasi karna keadan Agltha sudah tidak baik-baik Jeremy pun menyuruh dokter untuk memberi yang terbaik dengan sang istri.


Dua jam kemudian Agltha pun selesai di operasi dia selamat dan sang bayi dua keluarga itu tidak berhenti-henti menugucao syukur kepada Tuhan bila cucu mereka kuat bisa hidup setelah dengan keadaan meme prhatikan.


Keluar lah seorang suster membawa bayi gril yang mungil dan mengemaskan baby gril sebelum di bawah keluar ruang operasi sudah dibersihkan dulu di dalam ruang itu.


"Ayah dari sang bayi yang mana disini" tanya sang dokter yang berada di samping suster yang sedang mengendong bayi mungil yang di balutin dengan selimut bayi.


"Say dok" jawab Jeremy dia mulai tadi terharu melihat bayi mungil yang ada di gendongan sang suster walaupun baby girl itu berbalutkan selimut bayi.


Suster itu langsung menyerahkan baby girl ke gendongan Jeremy dengan mata berkaca-kaca Jeremy menyambut sang bayi.


"Selamat buat tuan Jeremy bayi girl nya lahir dengan baik tanpa kekurangan apa pun tapi ada satu hal kabar yang tidak enak harus saya sampaikan" ucap sang dokter dua keluarga itu tidak merasa curiga bila cucu mereka seharusnya masih bayi prematur tapi dokter mengatakan bayi lahir tanpa kekurangan apapun biasanya bayi yang lahir secara prematur itu ada kekurangan pada tubuh ada imun nya.

__ADS_1


Dua keluarga itu yang mulai tadi menunggu saat Agltha di operasi sampe selesai merasa penasaran kabar tidak enak apa yang akan di sampaikan sang dokter kepada mereka semua yang ada di ruang tunggu itu.


"Kabar tidak enak nya nona Agltha tidak akan pernah lagi untuk melahirkan karna rahim nya sudah diangkat tak ada pilihan lagi"


"Bila rahim ibu Agltha tidak diangkat maka taruhannya adalah sang bayi dia tidak akan lahir kedunia dengan keadaan sehat sedangkan bila rahim nona Agltha di pertahankan kemungkinan kecil akan bisa hamil lagi" ucap sang dokter panjang lebar.


Semua yang ada di situ merasa shok atas kabar duka itu mereka semua tak tau hari itu hari apa yang mereka rasakan apakah hari bahagia menyambut kelahiran sang cucu dan anak.


Atau hari yang tidak menyenangkan buat dua keluarga itu dimana kecil harapan mereka akan mempunyai cucu lagi keluarga Bratama masih mempunyai harapan mempunyai cucu dari Jevanya sedangkan keluarga Wijaya mereka tidak mempunyai harapan lagi.


Jeremy jangan ditanyakan lagi dia tak mempunyai harapan lagi mempunyai anak laki-laki sebagai penurusnya kelak dia prustasi tangan nya serasa tidak mempunyai tenaga lagi untung sang suster langsung mengambil alih untk mengendong sang bayi.


"Keadaan nona Agltha sekarang sudah membaik tapi karna suntik penenang dia akan bangun setengah jam lagi" sambung sang dokter dia juga merasa dokter yang berdosa sangat berdosa semua rahasia Agltha ada di tanganya dan dia bisa di hasut oleh Agltha agar kerjaannya sebagai dokter tidak di tendang dadi rumah sakit Bratama.


Semua dokter yang bersangkutan kepadanya dia ancam untuk menutup mulut agar rahasianya tidak bocor bila dia sudah hamil tiga bulan bukan dua minggu, Agltha mengancam dokter itu dengan mengatakan bila sang dokter bocor maka siap-siap dia akan ditendang jauh dari rumah sakit Bratama.


Dokter itu pun pamit masuk lagi ke ruang operasi itu untuk menyuruh para suster untuk membuat Agltha ke ruang rawat inap VIP sang anak dibawah oleh suster ke leb laboratorium bayi karna dia masih kurang umur bila pada keluarga itu.


Setelah Agltha di pindhkan ke ruang rawat VIP dan setelah setengah jam Agltha pun sadar dari obat bius yang dibuat disuntikan saat mau operasi.


Mama Agltha langsung memeluk putri nya dia mau memberi kehangatan bagi putri nya.


Agltha bingung saat mama nya langsung memeluknya dia langsung khawatir bila janinya tak tertolong dia langsung meraba-raba perutnya yang sudah tidak membuncit lagi.


"Kamu tenang dulu sayang kamu gak boleh syok atau banyak bergerak karna kamu baru selesai operasi" ujar Jeremy sambil mengelus-elus rambut sang istri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


NOTE: JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN KOMEN.....**LANJ***UT BAB SELANJUTNYA*

__ADS_1


__ADS_2