
🌷KEDIAMAN KELUARGA BRATAMA🌷
Keesokan harinya seperti yang dikatakan oleh jevanya kepada Clara bila dia sudah akan balik lagi ke Amerika karna libur nya sudah habis keesokan harinya atau hari ini Jevanya akan Balik ke Amerika pukul 13:00 siang setempat pesawat nya akan terbang.
Jevanya balik ke Amerika memilih untuk naik pesawat umum dia tak ingin naik jet pribadi keluarga mereka walaupun sudah berapa kali di bujuk oleh Daddy Jaya dan Mami Reni untuk naik jet pribadi mereka tapi dia tak mau karna ingin merasakan nikmat nya naik pesawat umum yang dimana banyak penumpang yang naik.
Clara tak bisa mengantarnya ke bandara karna dia tak siapa-siapa lagi di keluarga mereka dia juga segan untuk mengantar jevanya ke bandara yang pasti Mami Reni pasti ada yang ada dia akan di bully dan di hina.
"Mi Bang Jeremy gak bisa ikut antar aku nya ke bandara" Tanya Jevanya dia tak melihat mulai dari tadi dia bangun pagi sampe dia Peking semua keperluan nya ke mobil Jeremy belum menampakan batang hidungnya sama sekali.
"Abang mu nanti langsung kebandaraa dia sekarang masih meeting jam dua belas dia akan siap meeting jadi kamu gak usah sedih van Daddy sudah suruh dia langsung kebandaraa saja" Ujar Daddy jaya
"Iya.. iya Dad gak papa lah yang penting dia masih penting dalam hidup ku" Ucap Jevanya dia bahagia abang nya itu ikut mengantar dia untuk berangkat.
"Kamu gak bisa ngomong gitu sayang abang mu itu sayang kok sama kamu dan ingat kamu itu adik perempuan satu-satunya di matanya jadi kamu itu penting" Kata Mami Reni
"Iya Mi" Ucap Jevanya
Setelah Jam 12:00 siang setempat Keluarga Bratama berangkat ke bandara karna Jam satu siang Pesawat yang Jevanya naiki akan lepas landas.
Sekitar tiga puluh lima menit Mereka ada di dalam mobil unguk menempuh perjalan ke Bandara mereka pun akhirnya sampe di bandara dengan keadaan selamat dan sehat.
Dan betul dengan perkataan Daddy kaya bila Jeremy langsung ke bandara mengantar Jevanya dia sudah menunggu di Lobby tunggu.
Jeremy menunggu sudah limat menit dia agak risih untuk menunggu di lobby tunggu bandara itu karna itu yang pertama kalinya dia ke bandara bukan karna di kolot atau tidak tapi dia tak pernah naik peswat umum bila dia ada pekerjaan di Luar negeri dia akan naik jet pribadi Keluarga mereka.
Banyak mata yang melihat ketampanan Jeremy apalagi mereka tak menyangka bila CEO Bratama ada di bandara dan lagi menunggu mereka tak mensia-siakan kesempatan itu jarang-jarang loh seorang CEO ada di bandara apalagi lagi nunggu di lobby tunggu.
Mereka semua memfoto dan ada juga yang dekat-Dekat dengan nya tapi karna jeremy gak suka dikerumuni banyak orang dan dia juga tak sudi untuk dekat dengan mereka yang ada di bandara itu kalau bukan karna Jevanya adik perempuan satu-satunya itu dia tak akan mau menunggu sampe begini.
Jevanya, Daddy jaya dan Mami Reni trun dari Mobil untuk berjalan ke dalam bandara bila orang tua Jeremy tidak sekali lagi mereka ke bandara tapi sudah berapa kali waktu mereka masih remaja waktu belum nikah dan sebelum. ada jet pribadi dan waktu mengantar jevanya pergi ke Luar negeri untuk study.
"Pak semua dikeluarin nya dan pake troly saja pak untuk ngangkat semua barang aku nanti bapak capek bawab-bawah itu sambil nunggu pesawat saya lepas landas" Ujar Jevanya kepada supir pribadi keluarga mereka.
"Baik Non, bentar saya akan ambil troly ya" Ucap Supir
Supir itu pun pergi untuk mengambil troly pembawa barang dan Jevanya, Tuan Jaya Dan Mami Reni langsung masuk untuk menghampiri Jeremy yang sudah menunggu di lobby tunggu.
"Kamu sudah lama nunggu Jer" tanya Daddy jaya
"Sekitar Limat menitan Dad" Jawab Jeremy
"bang ku kira abang tak ingat akan aku balik ke Amerika sampe aku nanya Sama Daddy dan Mami" Ujar Jevanya
"Abang akan lakukan apa yang kamu mau" Jeremy sangat menyanyangi Jevanya dia menyanyinginya seperti Mami Reni karna mereka ada tuan purti yang paling berharga di matanya.
"Aku gak mau kayak dulu waktu aku mau berangkat ke Amerika untuk pertama kali untuk lanjutin study ku abang gak ada gantar aku" Kata Jevanya
Waktu pertama Jevanya ingin berangkat ke Amerika untuk lanjutin study ya Jeremy tak ikut untuk mengantarnya karna dia ada meeting di luar kota.
__ADS_1
"Berapa menit lagi Pesawat kamu akan Take Off" Tanya Jeremy
"Sekitar dua lima menit lagi tapi" ujar Jevanya
Meraka berempat menunggu di cafe yang ada di Bandara itu sebelum para penumpang luar negeri dipanggil.
setelah mereka menungu di cafe itu mereka berbincang-bincang di situ. Sebuah panggilan di bandara itu bila Peswat Luar negeri tujuan Amerika akan Take off lima menit lagi jadi semua penumpang itu harus sudah siap-siap di dalam peswat untuk mangmbil no urutan tempat duduk mereka.
"Aku pamit nya Mi, Dad Dan bang Jer, mami jaga kesehatan Daddy juga harus begitu dan Buat bang jer jangan terlalu sibuk untuk kerja ingat waktu" Ujar Jevanya.
"Kamu jaga kesehatan mu di negeri orang yang sayang dan titip salam buat Kakek dan nenek bila kamu ke mansion" Mami Reni sangat berat untuk melepaskan putri bungsu mereka itu dan akan jauh dari mereka.
Walaupun ini hanya Untuk kedua kali nya dia berangkat ke Amerika.
"Byee, byee jaga kesehatan kalian semua dan buat bang jer ada satu yang ingin ku katakan kepada mu" Jevanya pun menarik Jeremy agak jauh dari orang tuanya.
"Bila kakak menyesal akan perbuatan kakak ke Kak Clara jangan pernah cari dia lagi kak karna hati seorang perempuan bila sudah disakiti tidak akan bisa sembuh seperti itu juga kepada ku bila ada cowok yang menyakiti ku tak akan pernah sembuh walaupun sudah di maafkan seribu maaf" Jevanya mengatakan hal seperti itu karna dia tak ingin Clara tersakiti oleh keluarga nya kesekian kalinya.
"Kakak tidak pernah menyesal akan hal itu Van kamu langsung pergi aja dan bila ada cowok yang menyakiti mu katakan kepada ku agar ku bunuh orang nya" Ujar Jeremy
"Dan bila cowok itu kakak yang menyakiti hati ku apakah kakak bisa memaafkan diri kakak sendiri" ucap jevanya
"Yudah aku berangkat nya kak jaga mami dan Daddy jangan terlalu sibuk dengan dunia mu sendiri lihat orang tua kita juga" Ujar jevanya dia langsung pergi masuk kedalam pesawat.
Diwaktu Jevanya mengatakan hal seperti itu rasanya dia sangat sakit mendengar kan hal seperti itu rasanya dia tak becus menjadi abang buat adiknya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
NOTE: JANGAN LUPA BOTE, LIKE DAN KOMEN YANG POSITIF THINKING SAJA...... TRIMKAS PARA READERS KU YANG TERSAYANG YANG SUDAH MAMPIR KE CERITA AKU.
IG;ekashn90
__ADS_1