Pernikahan Yang Menyakitkan

Pernikahan Yang Menyakitkan
Bab 62 Pertemuan Kedua Kalinya


__ADS_3

Bab ini khusus dengan dokter Rangga dan Risa


"Ga dia siapa kamu dia cewek kamu, aduh akhirnya mama mau punya mantu" sebelum mengetahui kebanaran mama dokter Rangga sudah semangat empat lima saat dia melihat anak lelakinya bicara dengan seorang cewek cantik apalagi mama Rangga sangat jarang dokter Rangga bisa bicara.


"Dia hanya teman doang ma" ujar dokter Rangga jangan di tanya dengan hati Risa rasanya sakit saat Rangga mengatakan kepada ibu nya bila dia hanya sekedar teman saja.


"Masih sih cuman teman tapi kok tadi ceritanya serius banget mama lihat" ucap mama dokter Rangga dia tidak percaya dengan ucapan anaknya itu soalnya jarang yang bisa dekat dengan putra satu-satunya itu.


"Iya tan kami hanya teman aja, yang tadi aku gak sengaja nabrak tubuh dokter Rangga" Risa angkat bicara dia sih udah mau teriak bila ibu dari lelaki yang sedang mengisi hatinya mau menerima dia.


"Gimana kita ke cafe depan sana disini kan capek berdiri aja sambil bicara" ajak mama dokter Rangga.


Karena mereka dua setuju dengan ajakan mama Vita atau mama dari dokter Rangga mereka langsung berjalan ke depan tepat nya cafe.


"Nama kamu siapa sayang" tanya mama Rangga


"Risa tante" jawab Risa dengan segenap jiwa dan kegugupannya.


"Nama yang bagus sama seperti orang nya cantik" puji mama Vita dengan nada centilnya dia sangat menginginkan anaknya nikah karena umur dokter Rangga dua puluh enam tahun udah wajar sih untuk nikah.


"Kamu belanja juga di butik itu" sambung mama Vita bertanya untuk kesekian kalinya.


"Eh, itu tan butik itu milik sahabat aku jadi aku ikut acara peresmiannya" jawab Risa dia sungguh gugup karena baru kali ini dia langsung bertemu dengan orang tua cowok walaupun belum ada kata cinta terucapkan.


"Kamu ngomong Ga tadi sebelum mama datang kalian serius amat bicara nya dan setelah mama datang untuk gabung kamu diam tak bergeming sama sekali" mama Vita menyenggol lengan dokter Rangga.


"Apaan sih ma aku mau bicara apa kan mama udah tanya semua kepada Risa yaudah aku hanya diam aja dengar pertanyaan mama yang tiada berheti nya" omel dokter Rangga dia baru sekali ini bicara panjang lebar kepada sang mama.


"Ya ampun baru kali ini aku dengar omelan panjang lebar putra mama"


"Kamu tahu nak sa sebagai mama nya Rangga jarang banget dengar dia bicara sepanjang itu" sambung mama Vita


Risa juga hanya diam saja mendengar ucapan mama Vita dia juga tidak tahu gimana kehidupan dokter Rangga dia hanya tahu dia sebagai dokter bedah saja, bila mereka chatan mau telpoanan hanya biacar sekedar saja.


"Kalian kenal dari mana mama lihat tadi dari cara kalian bicara seperti sudah kenal lama" tanya mama Vita


"Kami kenal di rumah sakit ma" jawab dokter Rangga sekarang dia membuka suara karena dia melirik pada Risa rasanya dia tak enak mulai tadi mulut emaknya ribut banget bertanya.


"Waktu teman dia lagi lahiran aku tak sengeja nabrak tubuh Risa sewaktu dia baru beli sarapan dari kantin" sambung dokter Rangga kepada sang mama.


"Udah lama toh kalian kenalan pantas biacara nya tadi udah kayak kenal lama" ucap mama Vita dengan nada centil dan senyuman.


"Tapi masih sih kalian sudah kenal lama cuman teman aja gak ada apaa kata serius cinta" goda mama Vita gitu bila seorang ibu sudah suka dengan seorang wanita pasti dia akan menjodohkan anaknya kepada wanita yang dia suka.


Saat mereka lagi asik bicara walaupun hanya mulut mama Vita yang banyak bicara, HP dokter Rangga bunyi pertanda ada yang menelpon, saat dia melihat layar HP rupanya yang telpon dari rumah sakit pasti ada pasien yang harus ditangani.

__ADS_1


"Bentar ya ma, sa aku mau angkatt telpon dulu" ujar dokter Rangga dia melangkah lumayan jauh dari meja yang mereka duduki.


"Kamu kerjaannya apa sa" sekarang hanya Risa dan mama Vita yang duduk ini adalah kesempatan untuk bertanya lebih detail lagi.


"Aku kerja di cafe milik keluarga aku tan" ujar Risa dia tak mau mengatakan bila itu sudah cafe atas milik namanya dia gak mau memamerkan kenyataan bagi orang.


"Ooh, kamu mandiri banget sih, tante jadi yakin bila kamu cocok jadi menantu tante" ujar mama Vita dia mengoda Risa dengan cara dia sendiri.


"Tapi aku mau nanya boleh gak tan" tanya Risa dia juga menanyakan hal yang ingin ditanyakan tentang Rangga.


"Kamu boleh tanya apa yang kamu tanyakan, bila tante bisa jawab dengan senang hati tante jawabnya" ujar mama Vita


"Aku hanya tanya emang dokter Rangga tidak pernah dekat dengan cewek" tanya Risa dengan nada takut juga dia takut lamtam bertanya tentang privasi orang.


"Ohh, itu setau mama sih dia pernah punya pacar tapi karena pacarnya gak suka dengan cara Rangga yang ingin mandiri tidak mau hidup karena harta kekayaan orang tuanya" jawab mama Vita


"Mereka pacaran sudah tiga tahun saat mereka kuliah dan Rangga juga sering bawah mantan pacarannya kerumah dia ramah sopan rupanya kami salah menilai nya dia wanita matre yang tidak suka susah" sambung mama Vita dia sedih juga mengingat saat dimana anknya hampir depresi karena wanita mantan pacar Rangga mengambil keputusan dengan sepihak.


Jangan ditanya hati Risa hatinya sakit saat mendengar bila dokter Rangga pernah pacaran dan sangat sayang.


"Dan mengapa mama tadi senah dan heboh langsung ajak kalian kesini duduk sambil berbincang-bincang mama kaget aja bila Rangga mau bicara dengan lawan jenis nya dia trauma dengan hubungan nya dulu" mama Vita menjelaskan pengalamaan anaknya menjadi kekasih orang.


"Ohh, gitu nya tan Risa hanya nanya itu aja tan, makasih ya tan atas penjelasan tante" ucap Risa rasanya dia tak enak kepada mama Vita bertanya tentang Rangga yang berarti mengingat ke masa dimana dokter Rangga sempat depresi.


"Ma kita langsung pulang aja ya soalnya aku ada pasien yang harus di tangani" ujar dokter Rangga setelah menerima telpon dari rumah sakit.


"Gak udah dok aku langsung ke butik untuk kembali nanti aku pulang nya bareng sahabat aku" ujar Risa dengan nada menolak yang lembut.


"Kalau begitu aku dan mama deluan ya sa kamu hati-hati" ucap dokter Rangga.


"Kami deluan ya sayang nanti mama kontek kamu" sambung mama Vita.


Saat mereka dua sedang berbincang-bincang pada saat dokter Rangga menerima telpon mama Vita sempat meminta no telpon Risa.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


NOTE: JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN KOMEN YANG BISA MENYEMANGATI ATHOUR.. TRIMKASH BANYAK.😘✨


ikutin lanjutannya.....

__ADS_1


IG:ekshn90


__ADS_2