
Jam Lima sore setempat Clara pulang dari kerjaan nya, diapun naik angkutan umum seperti biasa dia akan turun di tempat tunggu dan setelah itu dia akan jalan kerumah sekitar sepuluh menitan dia juga tak report untuk jalan kaki karna kandung nya yang belum besar dia masih bisa fresh untuk jalan, imbang-imbang jalan sore agar tubuh sehat.
Saat dia sampe dirumah dia melihat suaminya belum pulang dia penasaran apa yang akan dikatakan oleh suaminya itu ke dia waktu di cafe tadi Jeremy menyuruh nya untuk pulang kerumah menunggu nya dirumah.
Dia pun memilih langsung mandi dan segera untuk masak makan malam.
Pukul 18:00 sore Jeremy pulang kerumah dia pulang bukan karna merindukan istrinya tapi karna ingin memberi pelajaran kepada istrinya yang sudah membuat nya malu didepan umum saat di cafe walaupun Clara tak. bersalah tapi Hanya Tuhan yang tau itu semua.
"Kami sudah pulang Mas" Tanya Clara saat dia ingin menyajikan masakan nya ke meja makan.
Jeremy tak menjawab pertanyaan Clara emang sudah makan-makan Clara sih bila dia bertanya pasti tak dijawab oleh suaminya itu, entah dimana salah nya padahal dia bertanya yang baik.
"Apakah mata mu buta tak melihat ku sudah pulang, Hah" jawab Jeremy dengan kesal.
Jeremy pun buka suara dia menjawab pertanyaan istrinya itu tapi bukan dengan membalas seperti nada lembut Clara saat bertanya dia malah membalasnya dengan nada kuat dan tinggi karna Amarah nya yang sudah memuncak mungkin.
"Bukan begitu mas aku hanya nanya baik-baik aku ingnn menyapa mu saja" Ucap Clara dengan katakutan dia menundukkan karna tak kuat lagi untuk menahan air mata, saat dia hamil dia tergolong cepat nangis bila di marahin.
"Kamu emang wanita tak tau malu sudah ceroboh bermuka dua pulak kami tak malu apa" Ujar Jeremy dengan memfitnah Istrinya.
"sebaik nya Mas mandi aja dan langsung makan tak baik mas marah-marah saat baru pulang" Balas Clara menasehati suaminya dia tak mau membuat ribut di keluarganya lagi dia ingin damai dengan suaminya.
"Ahhhh, kamu emang sangat jago untuk berakting nya kamu bermuka dua banget" ucap Jeremy dengan nada kesal nya dia sangat kesal di nasehati oleh istrinya itu.
"Dan satu lagi kamu gak usah sok menasehati saya kamu siapa disini ah.. untuk menasehati saya kanu hanya benalu yang numpang hidup di rumah ku saja, dan makanan yang kamu saji ini tak sudi untuk ku makan aku tak ingin hidup ku sengsara oleh dirimu wanita sialan" Sambung Jeremy dia sangat geram dengan akting istrinya itu dia langsung membuang makanan yang ada diatas meja itu ke lantai.
Gimana Dengan hati Clara melihat masakan nya yang sudah susah payah dimasak nya pasti ka sangat sakit hancur sudah berkeping-keping.
"Aku tak wanita sep
Belum selesai Clara mengucapkan apa yang ibgjn dia ucapkan ibu Jeremy yang menyambung nya dari arah pintu masuk.
"Kamu emang dasar istrinya yang tak tau diuntung sudah baik anak ku menumpang hidup mu disini dan membiayai hidup mu tapi kamu seenak-enaknya marah dasar istri Durhaka kamu jadi orang" Ucap Mami Reni
Clara pun ingin buka suara apakah anak nya itu pernah menafkahi nya secara fisik maupun materi tak pernah dia bahkan membiayai hidupnya sendiri bekerja tiap hari untuk bisa makan sesuai nasi.
__ADS_1
"Mending kamu ceraikan saja istrimu itu Jer dia tak pantas untuk mu nak lihat lah dirinya tak sebanding dengan mu kamu laki-laki yang mapan kaya tampan masih ada Agltha yang mengantikanya lagi pulak kontrak nikah kalian sudah habis dan kamu bisa mengugat cerai nya dan satu lagi dia juga tak hamil kok tak ada yang ingin kau Pertahankan dari semua itu nak" sambung mami Reni dengan oanajng lebar.
"Bila aku hamil apakah kalian percaya dengan ucapan ku" Tanya Clara dia buka suara dia pun memberitahu mereka bila dia hamil.
"Ahhh, kamu hamil Anak ku tak pernah menjamah mu bahkan melihat mu saja dia benci" Jawab mami Reni
"Tapi Nyonya boleh menanyakan anak Nyonya apakah dia pernah menjamah ku meminta hak nya dengan membabi buta kan saya apakah itu diajarkan di keluarga Nyonya" Ujar Clara dengan Kesal dia ingin lari dari kenyataan saat orang-orang menindas nya apakah ada orang tua nya disisi Nya tapi tidak ada.
Plak
Satu tampar kena dipipi Clara Mami Reni menampar Clara karna sudah membawa didikan keluarga nya, itu bukan lah tampar yang pernah di dapat Clara mungkin itu tampar entah ke berapa kali kan.
"Kamu sebagai wanita apakah orang tua pernah mendidik mu kamu hanya di didik untuk memporot harta orang saja" Kata Mami Reni
"Aku emang tidak pernah di didik oleh orang tua ku aku hanya anak yang tak diinginkan tapi saya tau menghargai orang-orang Nyonya" Balas Clara dengan tangisan.
"Bila pun Kamu hamil entah anak siapa aku tidak sudi mempunyai cucu dari rahim mu ingat dan camkan itu"
"Dan aku juga tak sudi mempunyai Anak yang lahir dari rahim mu bila pun itu anak ku aku tak akan menganggap itu anak ku aku hanya ingin mempunyai anak dari orang yang ku sayangi bukan ku benci seperti dirimu wanita sialan" Sambung Jeremy dia pun membuka suara nya.
Sungguh hancur harapan Clara apa yang dipikirkan nya emang sangat nyata bila ayah dari bayi Yang dikandung nya itu pasti tak akan menerima nya tapi mengapa mereka tega mengucapkan kata seperti itu apakh nanti mereka tak menyesal dan Clara juga sudah putus asa dia juga setuju bila Jeremy mengugat nya dia tak ada harapan lagi untuk mempertahankan rumah tanggany itu.
"Bila itu keputusan dari keluarga mu ku Terima dengan lapang dada tapi bila suatu saat nanti kalian menyesal dengan perkataan kalian yang menghina anak ku aku tak akan pernah memberi kesempatan untuk kedua kali nya untuk kalian, dan bila kita berjumpa suatu hari nanti anggap lah kita tak mempunyai hubungan apa-apa di masa lalu" Ucap Clara dengan tangisan.
"Dan kamu yang mengatakan tak sudi mempunyai anak dari rahim ku dan saat itu kamu sudah memutus tali hubungan darah daging mu, Dan ingat Darah lebih kental dari Air Camkan itu" Sambung Clara dia pun beranjak dari tempat itu pergi kekemarnya untuk mengambil semua pakaian nya untuk pergi.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
NOTE: JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN.... TRIMKAS SAYANG AKU.
__ADS_1
IG:ekashn90