Pernikahan Yang Menyakitkan

Pernikahan Yang Menyakitkan
Bab 98


__ADS_3

Sebulan sebelum keluarga Widana pulang ke tanah air, Rangga memberanikan diri melamar Risa di Inggris, Keluarga Rangga yang dari tanah air datang ke Inggris sekalian untuk menjenguk keadaan nenek Rangga yang sudah sehat.


Dengan senang hati dan keluarga Widana juga senang akhirnya putri satu-satunya sudah dilamar seorang dokter yang sudah mereka kenal berapa tahun ini.


Dan perkiraan dari rencana kelanjutan mereka ke jenjang yang lebih maju lagi, keluarga Rangga dan Risa setuju satu bulan lebih acara pernikahan yang sakral akan diadakan di tanah air.


Tanah air adalah tempat kelahiran Risa dan Rangga, waktu yang tepat juga pada saat dia di Inggris dia langsung melamar Risa karena agar ada moment kelak yang akan mereka ingat dari negara Inggris.


Dan karena pekerjaan Rangga yang padat sebulan kedepan, membuat pernikahan mereka tidak bisa di percepat untuk menuju Halal.


********


Di Jerman lebih tepatnya Mansion Bratama, Jevanya sedang membereskan semua para pakaian ke dalam koper, yang akan dia bawah pulang ke tanah air.


Karena kesibukan kakek Clara yang mengundurkan waktu untuk kembali ke tanah air pun teruundur sampe satu bulan membuat Jevanya jenuh karena tidak mempunyai aktivitas di Jerman.


Selama dia memilih Resain dari perkejaan nya membuat dia terasa bosan, tanpa melakukan apa-apa hanya duduk, rebahan dan menonton Drakor itu lah kegiatan dia selama di mansion.


Sebulan ini Jevanya suka termenung sendiri dia masih sakit dengan cinta dia yang hanya bertepuk sebelah tangan saja, dari situ dia sangat tidak suka dengan cinta dia masa bodoh akan cinta yang membuat orang buta karena cinta.


Dan besok pagi-pagi dua keluarga itu akan terbang ke tanah air, mengunakan jet pribadi milik mereka sendiri yang dimana kira-kira waktu yang menuju tanah air sekitar delapan jam baru sampe.


Ditanah air Jevanya sudah mempunyai perkejaan, dengan atas permohonan Clara yang menyuruh Jevanya untuk bekerja di butiknya mengantikan dia untuk selama-lamanya karena dia sudah menetap di Inggris dan apabila Sammy mempunyai keperluan di Indonesia baru dia bisa ikut dan memantau sampe mana butik dia berjalan.


"Huft! akhirnya siap juga Peking nya, capek juga nya beresin semua pakaian aku yang sungguh banyak ini" ucap Jevanya dia melihat ada dua koper dan satu tas ransel yang berisi semua milik dia dari pakaian, sepatu dan lain-lainnya bisa saja dia meninggalkan itu dan membeli yang baru keluaran baru di Indonesia tapi dia tidak suka menghamburkan uang dengan sia-sia.


Dari semua isi koper dan ransel, semua didalamnya dia beli dari jerih payah dia dan ada juga yang hadiah orang-orang pada waktu di hari ulang tahun dia.


Jevanya melangkah kan kakinya ke arah balkon kamar yang berlantai dua:"Setelah bertahun-tahun aku hidup di negara ini rasanya sungguh nyaman, seperti sudah negara sendiri dari negara ini aku bisa mendapat gelar S1, sungguh di negara ini banyak kenangan yang tak terlupakan" ujar Jevanya


Dengan di temani secangkir es teh manis yang dingin sambil menikmati terrpaan angin di sore hari dengan earphone di telinganya, Jevanya bersantai di balkon kamarnya yang sungguh nyaman dan sejuk.


Dilantai bawah sang kakek dan nenek sedang bersantai di taman samping menikmati kopi hitam dan jus mangga di samping kolam berenang, pasangan paruh baya itu selalu bersantai saat senja sambil membaca koran.


"Aku penasaran dengan mimik wajah Jaya dan Reni" ucap sang nenek


Mereka kembali ke tanah air tanpa ada yang tahu, karena dengan cara ini mereka ingin melihat jiwa kekagetan mereka karena sudah lama keluarga Bratama yang di tanah air tidak pernah menelepon sang kakek dan nenek membuat mereka tidak suka dengan cara kurang ajar anak dan menantu mereka itu.

__ADS_1


"Kita lihat saja besok" jawab sang suami yang masih dengan membaca koran.


Setelah satu jam lebih bersantai di taman samping, pasangan paruh baya itu pun masuk kedalam mansion untuk membersihkan diri setelah itu makan malam.


"Malam nek & kek" ucap Jevanya dengan suara santai


"Malam nak/malam cucu kakek" jawab mereka dua dengan jawaban yang berbeda.


Dengan menghabiskan waktu empat puluh lima menit untuk makan, dan Jevanya selesai dengan mencuci piring kotor mereka makan, Jevanya bergabung dengan sang kakek dan nenek di ruang tamu yang sedang asik dengan berita yang ada di tv.


"Van kamu sudah siap membereskan semua pakaian mu" tanya sang nenek


"Udah nek, tadi sore semua udah Vanya bereskan" jawab Vanya dengan duduk manis di samping sang kakek.


"Kek, apakah kakek dan nenek tidak beritahu orang yang ditanah air kalau kita balik ke Indonesia" tanya Jevanya


"Itu tidak perlu sayang, biar kan saja kita lihat reaksi para manusia jahat itu" jawab sang nenek


"oh, ya nek Vanya ada berita baik, tapi!" dengan terpotong Jevanya tidak tahu ini berita bagus atau tidak kehamilan Clara karena Clara hamil bukan darah daging Bratama tapi keluarga Abraham.


"Kenapa tidak dilanjutkan omongan kamu Van,katanya berita bagus tapi apa" tanya sang nenek dengan heran


"Bagus dong, dan selamat buat Clara" timpal sang kakek yang tidak kenapa-kenapa dan malah kasih ucapan selamat.


"Kenapa kamu lesu menyambung ucapan kamu yang terpotong, kakek dan nenek tidak pernah marah dan berbuat hal bodoh sekarang Clara berhak untuk bahagia di keluarga dia yang baru" ucap sang nenek dengan lembut


"Dari kecil sampe besar dia tidak pernah merasakan kasih sayang keluarga nya dan selalu di hina tanpa perasaan, dan sekarang Tuhan kasih dia keluarga yang sungguh baik kepada dia menerima dia apa adanya tanpa memandang status dia" sambung sang nenek dengan nama lembut.


"Ucapan nenek kamu betul Van, ada saatnya orang bahagia ada saatnya orang bersedih entah karena apa , tapi dibalik kesedihan nya di depan ada kebahagiaan yang tidak ternilai harganya jadi kita sebagai manusia harus saling menghargai satu sama lain tanpa melihat status sosial dia agar orang lain bisa menghargai kita" tambahan dari sang kakek yang ikut memberi nasehat dan satu tuturan penting.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**jangan lupa vote like and komen beri saran dan kritikan kalian untuk othor makin jago untuk nulis.

__ADS_1


Maaf baru bisa up karena othor lagi malas ketik banyak


IG:ekashn90**


__ADS_2