
Pukul Enam Sore Clara sampe di rumah dengan keadaan lelah yang bekerja satu harian melayani para pelanggan di cafe yang semakin hari semakin ramai banyak pengunjung yang ingin nongkrong di cafe Widana.
Sekitar Setengah jam setelah Clara sampe pulang Jeremy pun tiba di rumah pukul Tengah tujuh malam dia melihat Meja makan masih bersih tak ada makanan untuk makan malam mungkin Clara belum pulang dalam pikirnya.
Jam Delapan Clara pun bergegas kedapur untuk memasak walaupun dia lelah tapi bila dia tak turun tangan untuk kedapur memasak apa yang akan di makanan nya dan asupan yang akan di makan janin nya pun tak akan ada bila dia tak masak dan dia juga tak ingin melupakan kkewajibannya sebagai seorang istri.
Selama setangah jam lebih dia memasak dia pun siap dengan memasak dan menyajikan masakannya itu ke meja makan, Clara tau bila Jeremu sudah pulang dia tadi sempat melihat Jeremy saat dia baru pulang dan ingin pergi ke lantai atas atau lebih tepatnya kamarnya Jeremy.
Dia pun mulai memakan masakan nya itu di dapur dia selalu makan di dapur, Dan setalh dia selesai dengan urusan mengisi perut nya dia tak sengeja melewati Jeremy yang sedang ingin ke maja makan.
"Clara, Aku ingin bicara dengan kamu" ujar Jeremy
Clara pun berhenti sejenak dan mendengar apa yang di katakan Suaminya itu, dia pun Bertanya-tanya apa yang ingin di katakan oleh makhluk es itu.
"Silahkan kata kan disini bila kamu ingin mengatakan sesuatu kepada saya" jawab Clara dengan nada Datar
"Aku ingin mengatakan, bila pernikahan ini sudah hampir tiga bulan yang berarti bila kamu tak mengandung anak ku dalam tiga bulan ini pasti kamu mengingat perjanjian itu kita akan bercerai dan tak ada penolakan satu sama lain" Ujar Jeremy dengan nada tegas, cuek dengan suara bariton nya.
Rasanya Clara ingin berteriak mengatakan kepada suaminya itu bola dia sudah mengandung anaknya, tapi rasanya dia tak berdaya mengatakan itu semua dia tak ingin kehilangan janin nya biar lah Tuhan yang menentukan jalan takdir hidup nya bila itu jalan Satu-satunya membuat Suaminya itu senang Clara pun akan menerima setulus hatinya mungkin itu adalah jalan untuk membuat semua orang bahagia, dan dia pun akan terlepas dengan takdir yang menyakitkan itu, walaupun dulu dia pernah mengatakan pada diri nya sendiri akan menikah sekali dalam seumur hidupnya sampe maut memisahkan tapi mungkin semua janjian itu dalam diri nya tak sesuai dengan takdir hidup nya yang seakan-akan seperti hidupnya dimain-mainkan oleh takdir.
"Bila itu yang terbaik Mas, saya akan Terima semua itu dan sampe sebuah surat cerai dari persidangan akan ada di tangan ku yang akan ku tanda tangani" Jawab Clara dengan nada sendu yang ingin menangis menumpahkan isi hatinya yang sakit sekali
"Ya, Aku pulang kerumah dalam dua hari ini hanya mengatakan itu saja saya ingin mengatakan tadi pagi tapi kamu terlanjur pergi kerja" Ujar Jeremy dengan nada santai walaupun hatinya merasa ada yang mengganjal
Sakit seperti ditusuk puluhan panah itu lah yang dirasakan oleh Clara setelah mendengar kata-kata suami nya itu dari mulut nya sendiri kecewa rasanya bila mengaharapkan seseorang untuk menghargai perbuatan kita bila seseorang itu tak pernah menghargai apa yang kita buat.
"Baik Mas, silahkan dimakan makanan yang sudah saya sajikan di atas meja makan itu Mas biar Mas gak kelaparan karna aku tak mengurus mu Mas" ujar Clara dengan nada sendu
Setelah itu pun Clara pergi ke kamarnya dia tak tahan lagi dengan air mata yang akan jatuh di pipi nya itu, dia pun mulai menangis dia menutup mengkunci pintu kamarnya dan menangis semakin jadi.
Beda lagi dengan Jeremy dia merasa aneh dengan diri nya dia merasa tak tega melihat mata istrinya itu yang sudah ingin menangis, tapi karna ego yang tinggi dia pun menepis semua itu dia melihat makanan yang ada diatas meja sangat menggiurkan dia pun memakan makanan itu.
Setelah dia siap dengan mencuci piring bekas makannya itu Jeremy memilih naik ke atas dan menuju ruang kerja dia melihat banyak berkas-berkas yang ingin di tanda tanganninya.
***********
🌷Kediaman Keluarga Widana🌷
__ADS_1
Keluarga ini sedang makan malaam di meja makan yang sangat besar dan lebar kursinya ada sepuluh jadi sepuluh orang bisa makan si meja makan itu.
"Gimana sa cafe yang kamu kelola" tanya Papa Risa atau tuan Widana.
Mereka sudah selesai makan malam dan sekarang sedang menonton TV di ruang tamu mereka akan bersantai-santak sambil nonton TV.
"Baik-baik saja pa apalagi sekarang pengunjung cafe semakin Rame.
"Bagus sayang berarti cafe itu beroperasi dengan lancar dan banyak yang mengunjungi papa bangga sama mu" Ujar Ruang Widana.
"Tapi cuman papa aja yang bangga ni kepada anak tunggalnya" Ucap Risa
"Mama juga sayang banget sama kamu sayang kamu itu adalah putri dan anak tunggal mama dan papa yang kami bangga kan" Nyonya Widana meresa tersindir jadi dia membalas ucapan putri nya itu.
Risa anak tunggal di keluarga nya jadi dia sangat manja di depan orang tuanya karna dia tak ingin menyia-nyiakan dimana dia bermanja kepada orang tuanya bila dia sudah menikah kelak dia tak bisa lagi bermanja.
"Aku juga sayang kalian berdua papa dan mama kalian itu orang tua yang tak bisa tergantikan di hatiku kalian juga adalah orang tua kebanggaan putri tunggal kalian ini" Ucap Risa sambil memeluk Orang tuanya.
********
Sedangkan di kamar hotel Agltha dan seorang laki-laki sedang tidur dengan pulas walaupun matahari sudah terbit dengan terik yang cerah.
"Kamu sudah bangun" tanya laki-laki yang sedang tidur bersamanya.
"Kamu siapa" Bukanya menjawab pertanyaan lelaki itu tapi Agltha bertanya balik kepada lelaki itu.
"Perkenalkan nama aku Alex Ferguson" ujar lelaki itu sambil mengulurkan tanganya kepada Agltha.
Agltha terdiam di tempat nya dia pun tak mengingat apa yang terjadi dia ingin mengingat apa yang terjadi tapi ingatan nya seperti lagi linglung.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
NOTE: JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN KOMEN POSITIF THINKING SAJA... TRIMKAS BANYAK PARA READERS AKU.
MAAF ALUR NYA ATAU CERITA NYA AKU GANTI BUKAN KARNA TAK BEBAS REVIEW TAPI CERITA NYA SEPERTI SANGAT NEGATIF BANGET YAUDAH DEH AKU EDIT KEMBALI.
__ADS_1
IG :ekshn90