Pernikahan Yang Menyakitkan

Pernikahan Yang Menyakitkan
Bab 69 Meminta Restu 2


__ADS_3

"Langsung to the point tujuan kalian datang kemari" ujar tuan Senjaya.


Tuan senjaya dan Nyonya Senjaya, Clara bersama anak dan tunangannya sudah duduk rapi di sofa yang ada diruang tamu dan bercemilan kan minuman makanan ringan yang sudah disediakan bi Sri.


"Kamu kesini untuk meminta restu kepada mama dan papa" ucap Clara kepada sang ayah, dia yang deluan membuka suara untuk meminta restu walaupun dia sudah tahu jawaban apa yang akan diberi orang tua nya.


"Dan hanya itu saja kalian datang kesini hanya untuk meminta restu dari kamu berdua" timpal Tuan Senjaya.


"Kamu sudah tahu jawaban apa yang kami beri kami tidak melarang mu untuk menikah dengan siapa pun" sambung ayah Clara


Tuan Senjaya belum tahu siapa calon suami Clara atau lelaki yang ada di samping Clara sedang memangku anak kecil.


"Saya sebagai calon suami Clara aku dan dia datang kesini untuk meminta restu, doa dan kehadiran kalian pada pernikahan kami" Sammy membuka suara sebagai calon suami Clara dia juga sebagai laki-laki yang akan meminta restu kepada calon mertua.


"Dan saya sudah melamar putri bapak dan ibu untuk menjadi tunangan saya dia menerima saya dan saya ingin memperrsunting Clara sebagai Istri dan calon Daddy dari anak dia" sambung Sammy dia melanjutkan ucapan dari mulutnya dia melontarkan setiap perkataan sebagai lelaki jentelemen.


Orang tua Clara belum tahu siapa calon suami Clara yang akan mempersunting putri mereka, walaupun sebagai keluarga yang kaya dan segani banyak orang ditanah air dengan urutan nomor 2 karena sudah lama pensiun digantikan Randy.


Tuan Senjaya tidak tahu CEO nomor urutan ke tiga sekarang dia masih mengetahui CEO nomor urut ketiga lebih kaya juga adalah dari perusahaan Y jadi dia tidak mengetahui dengan permutaran urutan itu.


Tapi bila Sammy mengatakan nama nya dan mengatakan sejujurnya siapa dia kepada orang tua Clara sudah mungkin dengan hormat yang dalam mereka akan berbicara dengan sopan.


"Kamu mau menikah setelah kamu cerai dengan Jeremy, kamu belum lama cerai dengan Jeremy tapi dengan cepat kamu ingin menikah lagi" sekarang Nyonya Senjaya yang berbicara dia mengucapkan kata seperti itu kepada sang putri tanpa tahu kebenaran sudah berapa lama putri nya menjadi single mother merawat dan menafkahi anak semata wayangnya.


Clara kaget dengan ucapan yang dilontarkan ibunya, dua tahun setengah dia hidup tanpa suami tanpa orang tua membiayai hidup untuk dirinya dan anaknya bukan waktu yang cepat lagi tapi sudah terlalu lama dia berdiri sendiri tanpa topangan hidup dari yang menyanyanginya.


Dan walaupun dia mempunyai sahabat dan orang tua sahabat nya yang peduli dalam kehidupannya tapi dia masih merasa kurang dengan itu selama dia hidup sebagai putri pertama Clara belum pernah merasakan yang namanya kasih orang tua yang utuh.


Begitu juga dengan Sammy dia kaget dengan ucapan dua calon mertuanya itu dia berpikir mungkin mereka sudah berubah karena sudah dua tahun lalu tapi kenyataannya tidak sama sekali dia ingin menarik tangan Clara pergi dari tempat itu tapi dia tidak ingin menikah tanpa restu orang-tua dari mama dan papa Clara.


"Mama juga himbua bagi kamu ra bila kamu tidak sanggup hidup diluar sana kamu bisa kesini bekerja seperti dulu lagi" sambung Nyonya Senjaya dengan tidak tahu malu nya dia mengucapkan kata yang begitu menyakitkan kepada sang putri dia belum tahu kekayaan yang sudah dicapai Clara.


"Ma, pa Clara kesini bukan untuk membahas yang lain aku dan mas Sammy kesini untuk meminta restu saja bahkan aku tidak meminta kalian untuk menumpang aku lagi" bantah Clara dia sudah muak dengan semua ocehan dari orang tua nya dia sudah besar bahkan sudah seorang ibu beranak satu dia tidak ingin orang tua nya semakin menjadi gilanya.


"Kamu berani membantah mama sama papa kamu, kami juga merestui kalain dan bila kalian nikah, nikah saja" ucap Tuan Senjaya dengan tegas namanya orang emosi cepat naik bila seseorang membantah baginya emosi ya akan naik seratus derajat.


"Makasih atas restu dan doa kalian, ini undangan pernikahan kami ma, pa dua minggu lagi kami akan adakan" ujar Clara dia mengambil undangan dan memberikan kepada sang mama.


Orang tua Clara tidak membaca undangan itu mereka meletakkan diatas meja.


"Dan mama sama papa juga harus tahu bila kalian sekarang sudah mempunyai cucu" ucap Clara dia ingin mengenalkan anaknya kepada mama dan papanya dia ingin bila dengan anaknya hubungan orang tuanya dengan dirinya semakin membaik.


"Ayo sayang salim oma sama opa" Clara menyuruh Samuel untuk menyalim orang tuanya dengan cekatan Samuel turun dari pangkuan sang Daddy.


Walaupun dengan rasa takut karena belum kenal tapi Samuel tetap menyalim sepasang orang tua itu, dia melakukan salim seperti dia ingin pergi kerumah oma dan opanya atau kerumah orang tua Risa sebelum Samuel ke mansion milik orang tua Risa Clara selalu menyuruh dia agar menyalim orang yang mengantar dia.

__ADS_1


"Anak pintar dan ganteng nama kamu siapa sayang" Nyonya Senjaya bertanya kepada Samuel saat Samuel menyalim dia, Nyonya Senjaya terpesona dengan bocah itu dia gemas akan tubuh muka mungil anak Clara.


"Nama aku Samuel oma" jawab Samuel dengan nada khas bocah.


"Aduh cucu oma pintar sekali" ujar Nyonya Senjaya dia mencubit dan mencium muka Samuel tapi Samuel dengan terang-teranggkan menolak hal itu.


"Jangan cium dan cubit muka Samuel oma karena Samuel tidak lagi bayi Samuel sudah besar" protes Samuel kapada sang oma dan mereka yang duduk disitu tersenyum-senyum melihat interaksi dua manusia yang beda generasi itu.


Setelah selesai menyalim sang oma dan opa dia kembali pada pangkuan sang Daddy dia menyembunyikan mukanya pada dada bidang milik Daddy Sammy.


"Clara kita ke taman samping dulu mama mau bicara sesuatu kepada kamu" bisik Nyonya Senjaya kepada telinga Clara dia sedikit bergeser untuk membisikkan hal itu ke telinga Clara.


"Mas, pa ma aku ke toilet dulu" dengan alasan ke toilet Clara pun langsung beranjak dari tempat duduknya ke halaman samping.


"Mama juga mau ke toilet mulai tadi tapi mama tidak enak memutus pembicaran kita yaudah mama ke belakang dulu ya pa" Nyonya Senjaya beranjak dari tempat duduk nya ke halam samping tempat Clara menunggu.


"Mama mau bicara apa kepada Clara" tanya Clara dia langsung to the point kapada sang mama.


"Mama mau tanya Samuel anak kamu dari Jeremy atau dari Sammy makanya kamu mau menikah" ujar Nyonya Senjaya dengan tuduhan yang menyakitkan.


"Ma aku sebagai putri pertama mu tapi mama selalu menghina dan merendahkan aku" ucap Clara dia berucap hal itu bukan karena apa emang itulah ucapan yang keluar dari mulutnya.


"Mama bahkan menuduh aku yang tidak-tidak aku seperti wanita murahan yang selalu main kesana sini" sambung Clara


"Mama hanya nanya itu aja tapi bila dihitung-hitung itu anak Jeremy mungkin, tapi mengapa kamu bisa bercerai dengan Jeremy.


"Aku tidak harus menjawab pertanyaan mama bila mama peduli dengan ku mama akan manyakan kabar ku tapi aku sudah kebal dengan itu, dan satu pesan ku buat mama jangan terlalu egois dengan satu kejadian membuat semua berantakan" dengan bercucuran air mata mengucapkan hal itu dan pesan yang dia beri kepada sang mama dia tekan agar mama nya bisa mengerti.


Clara langsung pergi dari situ dan mengajak Sammy dan anaknya untuk pulang tapi sebelum itu dia pamit dulu kepada sang papa.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


NOTE: JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN KOMEN POSITIF THINKING SAJA..... TRIMKAS BANYAK YANG SUDAH MAMPIR KE CERITA AKU.

__ADS_1


Yuk ikuti kelanjutan bab berikut nya.


IG:ekashn90


__ADS_2