Pesona Sopir Pribadiku

Pesona Sopir Pribadiku
Chapter 10


__ADS_3

Apa yang baru saja terjadi? kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri, dan kenapa juga aku sangat menikmati ciu*man darinya, bahkan saat dengan Dion saja aku tidak seperti ini, Dion? apa aku sudah berselingkuh dari nya? oh ya ampun Dion, maafkan aku sayang.


Batin Kanaya yang tiba-tiba merasa bersalah pada kekasihnya tersebut.


Sementara dikamarnya Reno juga merasakan hal yang sama, pria itu mengusap wajahnya berkali-kali, namun pria itu sama sekali tak menyesal dengan ciuman yang ia lakukan tadi, karna sejujurnya Reno memang menginginkan itu. Pria itu kembali menyentuh bibirnya, dan tanpa sadar menjila*tinya, rasa manis bekas bibir Kanaya masih sangat terasa dibibir nya, membuatnya seolah ingin kembali merasakan nya.


KEESOKAN HARINYA


Saat ini semua sudah berkumpul dimeja makan, termasuk kedua orangtuanya, Maya dan Suryo yang ternyata baru kembali menjelang subuh tadi, mereka baru saja kembali dari luar kota karna ada pekerjaan yang mengharuskan keduanya untuk pergi bersama. Walaupun Maya hanya ibu rumah tangga, namun setiap kali suaminya berpergian jauh, keluar kota mau pun keluar negri, maka Suryo akan mengajak serta istrinya tersebut, dengan alasan tidak bisa jauh dari sang istri. Namun baik Revan mau pun Kanaya sama sekali tidak mempermasalahkannya, keduanya maklum dengan sang papa yang tak ingin berada jauh dari istrinya tersebut, itu artinya jika sang papa Suryo sangat lah mencintai mama mereka.


'' Sayang mama dengar Tita nginap disini ya?'' ucap Maya, membuat Kanaya langsung terbatuk mendengarnya


Uhuk-uhuk


'' Loh-loh kok tiba-tiba batuk? makanya kamu jangan makan tergesa-gesa dong sayang, ini cepat minum.'' ucap Maya sambil menyodorkan segelas air putih disamping putrinya tersebut, dan dengan cepat Kanaya langsung menyambar minumannya.


'' Dari mana mama tau kalau mba Tita nginap dirumah?'' tanya Kanaya sambil meletakan gelas miliknya diatas meja,


'' Tadi pagi bik Darmi bilang sama mama,'' jawab Maya sambil memasukan satu sendok nasi goreng kedalam mulutnya.


'' Aku kurang tau mah, tapi tadi malam saat aku pulang kerumah, mba Tita memang ada sih.'' ucapnya yang seolah tak tau apapun, membuat seseorang yang saat ini berdiri tak jauh dari nya tersenyum miring


Dasar rubah kecil


Batinnya, dan siapa lagi orang itu kalau bukan Reno, si sopir tampan.

__ADS_1


Namun tak lama, terlihat Revan dan Tita yang turun beriringan dari lantai atas, keduanya terlihat melempar senyum satu sama lain. Tiba-tiba saja bayangan Tita yang begitu liar diatas tubuh abangnya Revan seketika membuat bergidik ngeri.'' Kamu kenapa Nay? kok seperti orang menggigil gitu? kamu kedinginan?'' tanya Maya, membuat Revan dan Tita yang baru turun langsung memperhatikan gadis berseragam tersebut.


'' Aku gk apa-apa kok mah, yasudah sebaiknya aku pergi dulu, udah telat soalnya.'' ucap Kanaya yang langsung pergi begitu saja, bahkan gadis itu belum mencium tangan kedua orangtuanya seperti biasa yang ia lakukan sebelum berangkat kesekolah


'' Sayang kamu belum salim.'' tegur Maya, membuat Kanaya langsung menghentikan langkahnya, lalu berbalik dan dengan cepat meraih tangan kedua orangtuanya, setelah itu langsung pergi, tanpa memperdulikan sepasang manusia yang sejak tadi menatap aneh pada nya.


'' Kenapa anak itu mah? kok buru-buru amat, seperti orang yang kebelet aja.'' ucap Revan asal


'' Entahlah, mama juga gk tau, oya Tita nginap ya tadi malam?'' tanya Maya, sedangkan suaminya sudah kembali kekamar untuk mengambil keperluan untuk berangkat kekantor.


'' Iya tan, maaf tidak ijin dulu sama tante Maya.'' ucapnya merasa tidak enak


'' Tidak masalah kok, kamu kan sudah Tante anggap sebagai putri Tante sendiri, hanya saja jika malam itu pastikan semua pintu tertutup rapat, jadi tidak ada yang akan mendengar, karna dirumah ini kamarnya memiliki kedap suara, jadi mau berteriak sekencang apapun tidak akan terdengar oleh orang lain, terkecuali pintunya tidak ditutup dengan rapat.'' ucap Maya ambigu, setelah itu ia mempersilahkan keduanya untuk sarapan, dan selanjutnya Maya menuju kamarnya untuk melihat sang suami.


Jangan tanya bagai mana wajah Tita saat ini, sungguh gadis itu sangat malu, dan mungkin setelah apa yang dikatakan Maya barusan, tita tak akan punya muka lagi untuk bertemu dengannya.


'' Kamu kok bisa sih biasa aja? aku tuh malu banget tau sama mama kamu, jangan-jangan papa kamu juga mendengarnya? aaaaa,, aku malu banget Van, ini semua gara-gara kamu.'' rajuknya


***


Sedangkan didalam mobil entah kenapa Kanya merasa malu sendiri kala bertemu dengan Reno, bahkan gadis itu tak ingin menatap kearah sopir tampannya tersebut.


Duuh kenapa aku jadi salah tingkah gini sih, padahal kan tadi malam aku sudah bersikap biasa, seharusnya sekarang juga sama kan? tapi kenapa rasanya susah sekali dan bayangan tadi malam saat dia menciumku, kenapa rasanya tidak bisa dilupakan, rasa manis bibirnya ingin sekali aku rasakan kembali.


Batinnya, namun Kanaya langsung menggelengkan kepalanya dengan kuat, karna merasa jika pikirannya tersebut salah.

__ADS_1


'' Anda kenapa nona? apa anda sakit?'' ucap Reno yang tak sengaja melihat dari kaca spion apa yang dilakukan oleh anak majikannya tersebut.


'' Hah?'' ucap Kanaya bengong, entah kenapa mendengar suara bass nya saja membuat Kanaya gagal fokus


Tiba-tiba Reno menepikan mobil yang dikendarainya, membuat Kanaya menatap heran padanya.'' Kenapa berhenti, apa ada masalah?'' tanya gadis tersebut


'' Masalahnya bukan dimobil nona, tapi masalahnya ada pada anda '' ucap Reno sambil membalikan badan menghadap kearah Kanaya, yang seketika membuat gadis itu memalingkan pandangannya.


'' Nona apa anda sedang tidak enak badan?'' tanya Reno, membuat Kanaya mau tak mau langsung mengalihkan pandangannya pada pria tersebut


'' Aku tidak sakit,'' jawabnya cepat


'' Lalu kenapa wajah anda memerah seperti itu? bahkan sampai ditelinga, saya pikir anda mengalami suatu alergi.'' ucap Reno, Kanaya yang mendengar ucapan sopirnya tersebut sontak saja menyentuh telinganya sendiri.


'' Benarkah? tapi tadi aku meras tidak sedang salah makan kok.'' jawabnya lagi, mendengar itu seketika Reno menyadari sesuatu, lantas ia pun langsung tersenyum menggoda.


'' Nona, jangan katakan jika wajahmu memerah seperti itu karna mengingat ciu*man kita tadi malam.'' ucap Reno membuat Kanaya langsung melototkan matanya pada pria tersebut.


'' Kamu gila ya? mana mungkin aku akan mengingat kejadian tak penting seperti itu, dengar ya pak sopir, jangan hanya karna ciu*man yang kuberikan tadi malam padamu, lantas membuat mu GR, kamu jangan salah faham, lagi pula ciu*man seperti itu sama sekali tak berarti untukku.'' ucapnya sambil menatap sinis pada Reno.


'' Benarkah?'' ucapnya seolah tak percaya


'' Tentu saja, memangnya kamu siapa? cuma seorang sopir, sebaiknya jangan bermimpi bisa mendapatkan hatiku.'' ucap Kanaya dengan bahasa yang cukup membuat siap saja yang mendengar merasa sakit hati, namun tidak dengan Reno, terlihat pria itu tidak bereaksi apapun, dengan kata-kata gadis yang berstatus sebagai majikanya tersebut. Ia hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti dan tanpa bicara lagi, Reno langsung kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju sekolah dimana Kanya menuntut ilmu.


Ada apa dengannya? apa dia marah karna perkataan ku barusan, ah sudahlah, sebaiknya memang dia tidak terlalu berharap dengan ciuman itu, itu sama sekali tidak berarti apapun

__ADS_1


Batin nya meyakinkan


Next


__ADS_2