
Keduanya masih saling tatap, bahkan Reno tak sedikitpun mengalihkan pandangannya dari wajah Kanaya, itu membuat gadis tersebut semangkin salah tingkah.'' Nona apa ini tandanya jika kita berjodoh?'' ucap Reno membuat mulut gadis itu langsung ternganga, mendengar ucapan sopirnya barusan. Reno yang melihat mulut Kanaya yang terbuka merasa gemas.
'' Sebaiknya tutup mulut anda nona, sebelum nyamuk datang dan memasukinya.'' ucap Reno membuat Kanaya replek menutup mulutnya, Reno tersenyum melihat tingkah gadis yang ada dihadapannya tersebut
Astaga kenapa aku jadi bego begini sih, kenapa aku gk bisa lepas dari pesona Reno, dia terlalu tampan untuk disia-sia kan.
Batin gadis itu
Dari tempat yang tak begitu jauh tenyata ada Nina dan Dion yang melihat keduanya yang sedang berpelukan, Dion langsung mengepalkan tangannya, lalu segera melangkah menuju dimana saat ini keduanya berada, sedangkan Nina hanya terpaku melihat keduanya, entah apa yang dipikirkan gadis itu, yang pasti terlihat raut wajah kecewa dari gadis cantik tersebut.
'' Aakkhh, Dion...!!" kanaya terpekik kaget saat tangannya ditarik oleh Dion secara tiba-tiba, membuat gadis tersebut hampir saja terjatuh, karna kuatnya tarikan tangan Dion pada lengannya.
'' Nona,'' ucap Reno kaget, saat tubuh Kanaya seketika menjauh darinya.
'' Ayo ikut dengan ku.'' ajaknya lagi yang langsung membawa Kanaya menjauh dari Reno, sedangkan Reno hanya bisa menatap kepergian nona nya tersebut tanpa bisa mencegahnya.
'' Dion lepas, kamu menyakiti aku Di.'' ucap Kanaya
'' Maaf sayang, aku hanya tidak suka kamu berdekatan dengan sopir mu itu, lagi pula kenapa kamu bisa bersama dengannya?'' tanya Dion merasa penasaran, padahal tadi posisi mereka jelas berjauhan dengan Reno dan Nina, lalu bagai mana mungkin tiba-tiba Kanaya bisa berada didekat pria itu, pikirnya
'' Aku juga gk tau Dion, tadinya aku kira kak Reno itu kamu.' ucap Kanaya
'' Kak? kamu memanggil nya kakak? apa aku gk salah dengar Nay?'' ucap Dion merasa keberatan dengan panggilan Kanaya pada sopirnya itu.
'' Semua gara-gara mama, dia yang memintaku, katanya tidak sopan memanggilnya dengan nama saja, jadi yasudah aku panggil seperti itu deh, dari pada terus berdebat dengan mama.'' jelasnya
'' Sejujurnya aku gk suka kamu memanggilnya dengan sebutan itu, aku merasa cemburu.'' ucap Dion
__ADS_1
Kanaya tergelak mendengar ucapan kekasihnya,'' Kamu ini ada-ada saja, kamu kan tau jika.aku hanya cinta dengan mu saja.'' ucap Kanaya, gadis itu merapatkan tubuhnya, bahkan buah melon miliknya nyaring menyentuh tubuh Dion.
'' Nay, kamu apa-apaan disini banyak orang.'' ucap Dion sambil memperhatikan sekitar.
'' Yasudah kalau gitu kita cari tempat lain aja, yuk!" ajaknya sambil menarik tangan Dion, dari kejauhan Reno sempat melihat Kanaya yang pergi bersama Dion
Mau kemana mereka? ini gk bisa dibiarkan sebaiknya aku ikuti sekarang
Batinnya
'' Nina saya permisi sebentar.'' ucapnya yang langsung meninggalkan Nina, membuat gadis itu hanya bisa mendengus kesal
'' Kak Reno kenapa sih? sejak tadi sibuk mulu kayaknya, sampai aku terus dicuekin kayak gini.'' gerutu nya
Ditempat lain terlihat Dion dan Kanaya sudah berada disalah satu kamar hotel, yang memang disediakan kedua orangtuanya Putri, jika ada yang ingin menginap disana. Terlihat Kanaya yang begitu agresif pada Dion membuat Dion sedikit merasa aneh., apa mungkin karna efek minuman yang sempat ia minum tadi, pikirnya.'' Sayang kamu gk kenapa-napa kan?''
'' Sayang jangan ngambek dong, aku kan tanya aja, aku gk nyangka kamu bisa seagresif ini sama aku.'' ucap Dion sambil membelai wajah mulus sang kekasih. Pemuda itu pun langsung mendekatkan wajahnya didepan wajah Kanaya lalu memiringkan sedikit wajahnya, hingga akhirnya
Cup
Dion membenamkan bibirnya diatas bibir Kanaya, mengecup lembut bibir tipis gadis itu, yang terasa manis bagi Dion, Kanaya yang sudah sedikit dirasuki hawa naf*su melu*mat bibir kekasihnya itu dengan rakus, membuat Dion sedikit kewalahan, namun dengan cepat pemuda itu langsung mengimbangi permainan kekasihnya itu.
'' Euuhgg,,'' Kanaya melenguh disela-sela ciu*man mereka, dan itu justru membuat Dion semangkin bersemangat, untuk menc*umbui sang kekasih, bahkan tangan pemuda tersebut sudah mulai merayap diarea gunung kembar Kanaya. Bagai tersengat listrik bertegangan tinggi, Kanaya merasakan aliran darahnya mengalir lebih cepat, hingga ke otaknya, membuat kepalanya berdenyut. sepertinya gadis itu menginginkan lebih, sebab ia yang mulai menuntun tangan Dion agar menyentuh kedua belah asetnya. Tentu saja dengan senang hati Dion akan melakukannya, bahkan tanpa diperintah. sebab sudah lama ia menginginkan hal tersebut, karna bagi Dion, cinta saja tidak cukup, ia juga menginginkan Kanaya menjadi miliknya seutuhnya, agar gadis tersebut tidak lagi bisa berpaling dengan pria lain.
Ditempat yang berbeda, terlihat Reno terus mencari keberadaan Kanaya dan Dion disetiap sudut ruangan, dalam hati ia berdoa, agar Kanaya tidak lepas kendali, pria itu tidak ingin Kanaya terjerumus dalam kenikmatan sesaat.
Dion terus mengecupi tubuh Kanaya, bahkan keduanya sudah berada diatas tempat tidur.'' Dion.'' panggil Kanaya dengan mata yang berkabut gai*rah, gadis itu menatap Dion dengan mendamba, begitu pun sebaliknya, rasanya Dion sudah tidak sabar ingin segera menjadikan Kanaya miliknya seutuhnya. Pemuda itu kembali melancarkan aksinya, namun saat hendak ingin membuka kancing dress milik Kanaya, tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar, awalnya keduanya sama sekali tidak ingin menghiraukan nya, namun karna pintu tersebut terus diketuk, akhirnya Kanaya menyuruh dion untuk melihat keluar.
__ADS_1
'' Di sebaiknya kamu lihat dulu, aku akan menunggu mu disini.'' ucap Kanaya
'' Tapi sayang?''
'' Sudah ayo cepat sana!" sambung Kanaya, membuat Dion menggeram tertahan, lalu pemuda itu pun langsung turun dari tempat tidur. Dengan malas Dion melangkah menuju pintu kamar, ia sempat melihat kebagian bawah miliknya, yang ternyata sudah menenagng sempurna
'' Ah sial, mana mungkin aku keluar dengan keadaan seperti ini.'' gumamnya, namun tetap membuka pintu kamar tersebut.
Ceklek
Pintu dibuka oleh Dion, namun hanya sedikit, sebab pemuda itu hanya berniat untuk mengintip saja, namun seketika pintu itu didorong masuk, hingga terbuka lebih lebar, membuat Dion hampir saja terjungkal karna belum siap dengan apa yang tejadi.
'' Hei apa-apaan kau?'' ucap nya marah, apa lagi saat melihat orang tersebut ternyata adalah Reno sopir Kanaya
'' Dimana Kanaya? dimana kau sembunyikan dia hah?'' ucap Reno, tadinya pria itu terus menggedor satu persatu kamar hotel, tidak perduli dengan tanggapan tamu hotel tersebut, yang mengatakan jika dirinya adalah orang sinting karna menggedor kamar mereka dengan menggebu, seolah ingin merobohkan bangunan tersebut. Yang ia inginkan hanyalah agar dengan cepat menemukan Kanaya bersama Dion, hingga akhirnya setelah beberapa kamar ia usik, Reno bisa menemukan keberadaan kamar Dion dan kanaya, dan disinilah dia sekarang.
'' Kanaya? Kanaya dimana kamu?'' Reno terus berteriak sambil mencari sosok tersebut, hingga akhirnya matanya tertuju pada tempat tidur, dimana saat ini gadis itu berada.
'' Hei sopir, apa yang kau lakukan dikamarku cepat keluar sekarang!'' teriak Dion
'' Diam kau! ingat kalau sampai kenapa- napa dengan gadis itu, maka kau akan menerima ganjarannya, dari keluarga Abraham.'' ancam Reno yang sengaja membawa nama keluarga Kanaya agar Dion takut.
Mendengar ancaman tersebut, Dion langsung tak berkutik, Dion masih ingin bersama dengan Kanaya, dan dia belum siap untuk kehilangan Kanaya.
Setelah berhasil membuat Dion diam, Reno kembali mencari keberadaan Kanaya, hingga akhirnya ia melihat gadis itu tergeletak diatas tempat tidur.'' Kanaya?'' gumamnya, dengan panik Reno pun menghampiri gadis itu.
'' Kanaya,,Kanaya sadarlah!" ucap Reno sambil menepuk pipi gadis itu, namun seketika Reno bernafas lega saat menyadari jika Kanaya ternyata hanya tertidur.
__ADS_1
Next