Pesona Sopir Pribadiku

Pesona Sopir Pribadiku
Chapter 17


__ADS_3

Masih ditempat yang sama, terlihat Kanaya dan Dion masih berada diteras rumah.' Kanaya melihat raut wajah kekasihnya yang terlihat bette.'' Kamu kenapa sih Di? aneh banget deh, jangan bilang kamu cemburu dengan Reno?'' ucap Kanaya menebak


'' Kalau iya kenapa? kamu gk suka?''


'' Kok ketus gitu sih, aku kan tanya baik-baik,' ucap Kanaya merasa tidak suka dengan nada bicara Dion yang seolah membentaknya.


'' Itu karna aku cemburu Nay, dan aku gk suka kalau kamu dekat dengan sopir kamu itu, walaupun dia hanya seorang sopir, tapi tetap saja dia seorang pria, apa kamu bisa menjamin jika kamu gk akan jatuh cinta padanya?''


'' Dion kamu apa-apaan sih? apa kamu meragukan kesetiaan aku? apa kamu gk percaya sama aku?'' ucap Kanaya yang tak habis pikir kenapa Dion bisa berpikiran seperti itu padanya.


'' Bukan begitu maksud aku Nay, aku hanya takut kamu ninggalin aku, aku terlalu sayang sama kamu Nay, mungkin kedengarannya ini lebay, tapi sungguh aku tak bisa kehilangan kamu, aku terlalu sayang sama kamu Nay, tolong mengertilah.'' ucap Dion dengan tatapan penuh harap.


'' Astaga Dion, sudah berapa kali aku bilang, dia itu hanya sopir, dan bagiku dia bukan siapa-siapa, Reno gk berarti buat aku, yang kucintai itu kamu Dion bukan yang lainnya.'' jelas Kanaya sambil menatap wajah kekasihnya, namun entah kenapa Kanaya merasa ucapannya itu tidak tulus dari hatinya, sebab hatinya merasa jika ada sedikit rasa perduli dengan sopirnya tersebut.


'' Kamu yakin?'' ucap Dion memastikan, walaupun sebenarnya dirinya lah yang tidak yakin, ia takut jika Kanaya meninggalkannya demi laki-laki itu, entah kenapa ia merasa seperti itu, Dion juga tidak mengerti.


***


Setelah Nina dan Dion pamit pulang, Kanaya langsung menuju kamarnya, namun saat ia hendak menaiki anak tangga samar-samar ia mendengar suara seseorang berbicara, merasa penasaran, Kanaya pun mencoba untuk mencari asal sumber suara tersebut, yang ternyata berasal dari kamar tamu.


Reno, sedang apa dia dikamar tamu? apa dia selama ini tidur disana, kenapa aku bisa tidak menyadarinya


Batin Kanaya


'' Ekhem.'' Kanaya berdehem membuat Reno yang saat itu masih dalam panggilan telpon langsung mengalihkan perhatiannya ke asal sumber suara

__ADS_1


'' Baiklah besok akan ku hubungi lagi.'' ucapnya yang langsung mematikan sambung. telpon tersebut.


'' Ada apa? kenapa begitu aku datang handphone nya dimatikan?'' ucap Kanaya dengan gaya angkuhnya,


'' Saya mematikan sambungan telponnya bukan karna kedatangan anda nona, tapi karna memang sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan.'' jelas nya dengan pandangan datar.


'' Oh begitu, lalu untuk apa kau berada dikamar tamu?bukankah kamar pekerja harusnya dibagian sana?'' ucap Kanaya sambil menunjuk kearah dapur.


'' Maaf nona, tapi kamar saya memang berada disini.''


'' Kau tinggal dikamar tamu? gk salah?''


'' Tidak nona, sebab ibu Maya sendiri yang meminta saya untuk tinggal dikamar ini, memangnya kenapa kalau ini kamar tamu? apa menurut anda seorang sopir seperti saya tidak pantas tinggal dikamar yang bagus seperti ini?'' ucap Reno sarkas.


'' Ya aku juga tidak bilang seperti itu kan? tapi hanya sedikit merasa penasaran aja, jangan-jangan kau meminta syarat pada keluargaku sebelum kau bekerja disini?'' tuduh nya. Mendengar ucapan Kanaya Reno tersenyum sinis.


'' Bukankah seorang yang rendahan biasanya akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan?'' ucap Kanaya


Apa yang baru saja aku katakan, kenapa aku bisa melontarkan kata-kata menyakitkan seperti itu?


Batin Kanaya


Reno yang mendengar ucapan pedas Kanaya hanya tersenyum sinis menanggapi nya.'' Baiklah nona, jika anda merasa keberatan saya tidur ditempat ini, maka saya akan tidur ditempat yang anda inginkan.'' ucap Reno sambil kembali masuk kedalam kamar dan mengemasi barang-barang miliknya, yang tak seberapa, karna memang pria itu tak membawa banyak barang saat tinggal dirumah keluarga sahabat nya. Dari luar kamar Kanaya memperhatikan Reno yang terlihat sedang berkemas, sebab pintu kamar tersebut memang terbuka lebar. melihat itu seketika rasa bersalah menyeruak dihati Kanaya, kenapa ia bisa melakukan hal bodoh seperti itu pikirnya, tanpa pikir panjang, gadis itu pun masuk kedalam kamar berniat untuk menghentikan Reno. Sedangkan pria itu sudah selesai mengemasi barangnya dan saat berbalik tiba-tiba ia terkejut saat melihat Kanaya sudah berdiri kebelakang nya.


'' Maaf nona saya permisi.'' ucapnya yang hendak melangkah kan kakinya, namun segera dihalangi oleh Kanaya.

__ADS_1


'' Maaf kan aku.' ucap Kanaya dengan suara lirih, wajahnya ia tundukan tak berani menatap wajah pria yang baru beberapa menit yang lalu ia hina.


'' Anda barusan bilang apa nona?'' ucap Reno memastikan


'' Aku minta maaf atas ucapanku tadi.'' ulangnya namun dengan wajah yang masih menunduk.


'' Baiklah saya akan maafkan.'' ucap Reno, membuat Kanaya langsung mengangkat kepalanya, tak menyangka Reno akan memaafkannya semudah itu


'' Benarkah kau sudah memaafkanku?'' ucapnya memastikan


'' Iya, jawabnya datar dan terkesan dingin, membuat Kanya yang tadinya tersenyum, kini langsung memudar saat melihat ekspresi wajah pria tersebut.


'' Sekarang menyingkirlah nona, saya ingin keluar dari kamar ini.'' sambung nya lagi.


'' Kenapa? bukankah aku sudah minta maaf?'' ucap gadis itu


'' Itu benar, dan saya juga sudah memaafkan anda, lalu ada apa lagi?'' ucap Reno


'' Em, itu...,, sebenarnya aku mau bilang sebaiknya kamu tidak perlu pindah dari kamar ini, maksudku kamu boleh tinggal kembali dikamar tamu ini.'' ucapnya sambil menatap wajah Reno yang masih berada didepannya, namun dengan cepat gadis itu mengalihkan pandangannya karna tatapan tajam yang diberikan oleh pria tersebut.


'' Terimakasih atas tawarannya nona, tapi sebaiknya saya menempati kamar yang sesuai dengan status saya sebagai pegawai rendahan.'' ucapnya sarkas, dan itu membuat Kanaya semangkin merasa bersalah.


Reno pun kembali melangkahkan kakinya menuju pintu kamar tersebut, namun lagi-lagi langkahnya harus terhenti saat mendengar ucapan Kanaya.'' Apakah kau merasa sakit hati dengan perkataanku barusan?'' ucap Kanaya sambil menatap Reno yang masih berdiri diambang pintu sambil membelakanginya.


'' Kenapa harus sakit hati? lagi pula tidak ada yang salah dengan ucapan nona barusan, justru saya sadar jika selama ini saya seharusnya tidak berada dikamar ini, sebab itu bukan tempat saya.'' ucapnya, membuat Kanaya lagi-lagi hanya bisa terdiam.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2