
Reno memutar kenop pintu, namun tenyata dikunci dari dalam, akhirnya Reno mencoba untuk membukanya dengan cara menendang pintu tersebut
Braakk!!!
Pintu terbuka setelah beberapa kali Reno mencoba membukanya.' Hei brengsek, apa yang telah kau lakukan!" amarah Reno memuncak saat melihat Dion mencumbu wanita yang dicintainya, darahnya mendidih melihat semua itu, Reno melangkah menuju kearah tempat tidur, dan langsung menarik tubuh Dion dari atas tubuh Kanaya, dan langsung menghajar nya
Bug-bug-bug
Sedangkan Kanaya hanya bisa melihat Reno yang terus menghajar tubuh kekasihnya hingga babak belur, gadis itu memegangi kepalanya yang terasa pening, rasa panas ditubuhnya kian membuatnya semangkin tak terkontrol, apa lagi sesuatu dibawah sana rasanya ingin segera dituntaskan. Setelah menghajar Dion, Reno mengalihkan tatapannya kearah Kanaya, matanya menatap marah pada gadis itu, karna Reno berpikir jika Kanaya ingin melakukannya dengan Dion, Reno melihat penampilan Kanaya yang sudah berantakan, bahkan seragam sekolah yang digunakannya sudah terbuka, untung saja gadis itu memakai tanktop, hingga bagian asetnya masih bisa tertutup, walau tetap saja tak bisa menutupi seluruhnya
'' Kak Reno panas kak, tolong aku.'' ucapnya memelas, gadis itu mulai kembali meracau, melihat kondisi Kanaya yang berantakan Reno langsung menyadari sesuatu.'' Sialan apa yang telah kau lakukan pada Kanaya brengsek.'' maki Reno marah, lalu kembali memberikan bogeman pada Dion, setelah melihat Dion tak bedaya, Reno langsung melangkah kearah Kanaya, lalu membuka jas yang ia kenakan, dan langsung memakaikannya pada gadis itu.
Reno pun akhirnya langsung membawa Kanya keluar dari villa itu, meninggalkan Dion yang babak belur setelah dihajar oleh Reno
'' Loh mas kenapa nona ini?'' tanya satpam tersebut
'' Semua ini karna ulah keponakan dari majikan anda, sebaiknya bapak urus dia didalam.'' ucap Reno lalu kembali melangkah sambil membawa Kanaya menuju mobil. Reno menaruh gadis itu dikursi penumpang, setelahnya ia masuk dikursi kemudi.
Sepanjang perjalanan Kanaya terus meracau tak jelas, bahkan gadis itu ingin mencoba meraba tubuh Reno, agar pria itu mau membantunya untuk menghilangkan rasa panas ditubuhnya
__ADS_1
'' Kak Reno ayolah sentuh aku kak, agar rasa panas ditubuhku hilang,'' rengeknya
'' Siapa yang bilang dengan menyentuhmu rasa panasmu akan hilang?'' ucap Reno menggeram, pria itu menjalankan kendaraannya dengan kecepatan tinggi agar mereka cepat sampai ketempat tujuan, ia takut jika Kanaya terus mengganggunya sehingga bisa menyebabkan kecelakaan.
'' Dion kak, tadi dia menyentuhku dan itu membuat tubuhku merasa enakan, kak Reno ayolah, plis..' Kanaya terus meracau, bahkan ia sudah kembali melepas pakaian yang ia gunakan hingga tersisa tanktop saja, Reno yang melihat dari kaca spion hanya bisa menggeram.
Sialan Dion, sepertinya pemuda itu memang sengaja memberikan obat pada Kanaya
Batin nya
Mobil Reno memasuki basement apartemen miliknya, Reno sengaja membawa Kanaya kesana, karna tidak mungkin ia membawa gadis itu pulang dengan keadaan seperti itu, apa yang nantinya akan ia katakan pada kedua orangtuanya gadis itu, belum lagi tentang Kanaya yang bolos sekolah, pasti Maya dan Suryo akan menghukum putri nya tersebut, maka itu Reno lebih memilih untuk membawa Kanaya ke apartemennya.
DITEMPAT LAIN
Saat ini terlihat Revan sedang bersama dengan kekasihnya Tita, mereka sedang berada didalam satu cafe, sepasang kekasih itu tidak hanya berdua, karna disana juga ada Salsa, mantan kekasih Revan yang kemarin mengaku pada Tita sedang mengandung anak Revan. Suasana terlihat tegang. apa lagi sejak tadi Tita terus menatap keduanya dengan tatapan permusuhan, awalnya Tita tidak ingin datang ketempat itu, namun karna Revan yang terus memohon, akhirnya dengan terpaksa ia ikut dengan pria itu walau dengan setengah hati.
'' Salsa, kau harus bertanggung jawab, aku ingin kamu mengatakan yang sebenarnya pada Tita, sebab karna kamu Tita salah faham, jelaskan padanya jika anak yang kamu kandung itu bukanlah anakku.'' ucap Revan dengan tatapan penuh tuntutan kearah Salsa
'' Van, aku--,'' Salsa terlihat masih ragu, namun sepertinya ia harus tetap mengatakan yang sebenarnya
__ADS_1
'' Salsa, bukankah kita sudah membicarakan hal ini sebelumnya? kau tidak bisa melibat kan ku dalam urusanmu itu, dan aku tidak ingin ada hubungan lagi denganmu, apa kau mengerti hah?'' ucap Revan dengan suara yang cukup tinggi, hingga membuat orang disekitar menatap kearah mereka.
'' Baiklah, aku akan bicara, yang dikatakan Revan memang benar, bayi yang ada dalam kandungan ku bukan anaknya, tapi anak orang lain.'' ucap Salsa sambil menatap kearah Tita
'' Benarkah? lalu untuk apa kemarin kau mengatakan padaku jika bayi itu adalah anak Revan saat itu?'' tanya Tita
'' Sebenarnya aku melakukan itu karna merasa kesal pada Revan,'' ucap Salsa sambil melirik kearah pria yang ada didepannya yaitu Revan
'' Kesal? maksud kamu apa?'' kali ini Revan yang bersuara
'' Itu karna kamu tidak ingin membantuku Van, aku bingung harus mengatakan apa pada papa, sementara yang dia tau pacar aku adalah kamu, dia sama sekali tidak tau jika kita sudah putus saat aku memilih untuk kuliah diluar, aku hanya kesal karna kamu tidak ingin membantu ku saat itu.'' jelasnya
'' Astaga Salsa, kau tau, jika pun aku membantu mu saat itu, dan mengakui jika anakmu adalah bayiku, maka masalahnya akan bertambah runyam, dan taruhannya adalah hubunganku dengan Tita.'' ucap Revan sambil meraup wajahnya dengan kasar
'' Iya aku tau, lagi pula aku sudah mengatakan yang sebenarnya pada papa, asal kamu tau, dia sangat marah padaku.'' ucap Salsa sambil menundukan wajahnya, gadis itu terlihat murung membuat Revan merasa iba padanya, sedangkan sejak tadi Tita hanya diam, menyimak pembicaraan mereka
'' Dengar Salsa, walau pun papa kamu marah, tapi dia tidak mungkin akan menyakitimu, apa lagi kau sedang mengandung cucunya, ya mungkin dia hanya kecewa saja padamu, tapi yakinlah beliau akan menerima semua itu, hanya saja dia butuh waktu, dan kamu sebagai anak harus bersabar dan tetap berada disisinya.'' ucap Revan mencoba untuk menghibur mantan kekasihnya itu
'' Kamu benar Van, terimakasih karna kamu masih mau perduli padaku, maaf sebelumnya karna sudah membuat hubungan kalian merenggang, Tita aku minta maaf karna sudah memfitnah Revan, karna aku kalian bertengkar, tapi percayalah Revan pria yang baik dan juga setia, dan kau sangat beruntung bisa memilikinya, kalau gitu aku pergi dulu.'' ucap Salsa sambil bangkit dari duduknya, setelah itu pergi meninggalkan sepasang kekasih yang ada dimeja itu.
__ADS_1
Next