Pesona Sopir Pribadiku

Pesona Sopir Pribadiku
Chapter 27


__ADS_3

Saat ini Kanaya sudah berada didalam mobil, bersiap untuk berangkat kesekolah. Cukup lama gadis itu menunggu Reno yang tadi sempat dipanggil oleh Revan, saat keduanya hendak menuju mobil.


'' Ck, lama banget sih dia, lagian ngapain sih bang Revan panggil-panggil, sudah tau aku mau berangkat kesekolah, gimana kalau terlambat coba?'' monolognya sambil terus menggerutu didalam mobil tersebut, namun tak lama terlihat Reno keluar dari rumah, dan langsung menuju mobil yang saat itu masih terparkir diteras rumah.


'' Lama banget sih,'' gurunya begitu Reno masuk kedalam mobil, gadis itu melipat kedua tangannya diatas dada, dengan bibir yang dikerucutkan, jangan lupakan dadanya yang semangkin membusung, karna kedua tangan Kanaya yang menyangga dibagian bawahnya.


Reno memperhatikan dari kaca spion depan, bagai mana tingkah gadis tersebut jika sedang ngambek, sungguh sangat menggemaskan dimata Reno, tanpa Reno sadari ia pun langsung tersenyum melihatnya dan diwaktu yang bersamaan, ternyata Kanaya juga melihat nya, senyum tipis yang menghiasi wajah pria itu.


(Dia tersenyum? apa nya yang lucu coba)


Batin Kanaya, yang mengira jika senyuman Reno tersebut, adalah senyum mengejek untuknya.


'' Kak Reno mau sampai kapan berada dibalik kemudi itu? apa gk ada niatan mau jalan sekarang?'' ucap Kanaya, dengan nada menyindir.'' Sejak tadi mesin mobil sudah dinyalakan, namun sampai saat ini tidak ada tanda-tanda mobil nya akan bergerak.'' sambungnya lagi, membuat Reno yang mendengar langsung terkekeh. Tanpa banyak bicara lagi pria itu pun langsung menjalankan mobil tersebut keluar dari perkarangan rumah.


Reno menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, namun saat ditengah jalan pria itu mendapatkan panggilan dari pak Anton, orangtuanya. Reno pun langsung memasang handset ditelinga nya, agar memudahkannya untuk menyetir.


" Ya hallo.''


'' Hallo nak, papa ingin bertemu dengan mu, kenapa kamu sangat sulit untuk ditemui, papa harap kamu bisa datang sore ini jam lima, kamu masih ingat kan jika mama


Elina berulang tahun? jadi mama ingin kamu ikut merayakan nya bersama kami.''

__ADS_1


'' Saya tidak bisa berjanji, tapi saya akan usahakan untuk datang sore nanti.''


Begitulah sepenggal ucapan yang dapat Kanaya dengar, dari percakapan Reno ditelepon, ia tidak tau siap yang sudah menghubungi sopirnya itu, yang jelas ia mendengar jika nanti sore Reno akan pergi kesuatu tempat.


(Kira-kira dengan siapa ya dia berbicara ditelpon? apa jangan-jangan dengan seorang wanita? apa Vivian?)


Batinnya menebak


'' Ekhem, kak Reno nanti sore aku mau ke toko buku, apa kamu bisa mengantarkan ku?'' ucap Kanaya yang sebenarnya ia hanya melihat reaksi pria itu.


'' Baiklah saya akan mengantarkan anda.'' jawabnya sambil melirik sekilas kearah Kanaya dari kaca spion depan


Batinnya merasa sedikit bangga


Tanpa terasa mobil yang mereka tumpangi telah sampai gerbang sekolah.'' Jangan lupa jemput tepat waktu!" ucap Kanaya yang langsung keluar dari dalam mobil tersebut. bersamaan itu ternyata ada Dion yang juga baru datang dengan mengendarai motor sport kesayangannya.


'' Hay sayang? baru sampai? ayo naik!" ajaknya pada Kanaya


' Buat apa Di? bukankah kita sudah sampai sekolah?''


'' Kan belum sampai parkiran, udah jangan nolak, ayo naik!" perintahnya, membuat Kanya mau tak mau langsung naik keatas motor tersebut. Reno yang memang masih belum pergi dari tempat itu, menyaksikan semua nya, pria itu terus menatap keduanya dengan pandangan datar, hingga motor mereka menghilang dari pandangannya. Setelah itu Reno langsung menyalakan mesin mobilnya, lalu pergi dari tempat itu.

__ADS_1


'' Dion ada yang ingin aku tanyakan sama kamu.'' ucap kanaya, saat ini keduanya sudah berada didalam kelas


'' Apa sayang?'' ucap Dion sambil menatap wajah kekasihnya tersebut


'' Tadi malam kenapa aku bisa pulang bersama kak Reno? sedangkan malam itu seingat aku kita sedang berada dikamar hotel, sebenar nya apa sih yang tejadi?'' tanya Kanaya


'' Sebenarnya tadi malam itu tiba-tiba saja sopir mu itu datang, dan dia langsung membawamu pergi dari kamar itu, kamu tidak tau, itu karna kamu tertidur malam itu, makanya gk ingat.'' jelas Dion


'' Tapi apa malam itu kita melakukan nya??'' tanya Kanaya


'' Kenapa? apa kamu menyesal jika misalkan kita sudah benar-benar melakukannya?'' tanya balik Dion dengan tatapan menggoda


'' Dion aku serius, kita tidak melakukannya kan? lagian punya aku gk sakit, bukankah itu artinya kita memang tidak melakukannya?'' ucap gadis itu, membuat Dion hanya bisa mengulum senyum saat mendengar ucapan kekasihnya tersebut.


Namun saat Dion hendak kembali menjawab nya, tiba-tiba wali kelas mereka datang, hingga akhirnya pemuda itu mengurungkan niatnya tersebut.


***


Jam pulang sekolah telah berlalu sejak tiga puluh menit yang lalu, namun sampai saat ini tak ada tanda-tanda Reno akan menjemputnya, sangat terlihat raut wajah kesal dari gadis itu.'' Mana sih tuh orang, udah setengah jam aku nunggu, tapi sampai sekarang dia masih belum datang juga, dihubungi ponselnya juga gk bisa, mau nya apa coba? tau gini tadi aku gk nolak saat diajak Dion atau pun Nina.'' gerutunya.'' Awas saja kamu kak Reno, sampai rumah aku akan buat perhitungan denganmu.'' ucap Kanaya dengan penuh dendam kusumat.


Next

__ADS_1


__ADS_2