Pesona Sopir Pribadiku

Pesona Sopir Pribadiku
Chapter 19


__ADS_3

Dikelasnya terlihat Kanaya sedang melamun, hingga akhirnya Nina datang sambil mengejutkan nya.


'' Hei anak gadis gk baik melamun pagi-pagi.'' ucapnya membuat Kanaya, memutar bola matanya malas.


'' Udah deh gk usah kayak emak gue loe.'' ucapnya sambil berdecak kesal


'' Ya habisnya loe sih, memangnya ada apa? ada masalah dengan Dion?'' tebak Nina


'' Gk, lagi gk mood aja.'' jawabnya lalu menenggelamkan wajahnya diatas meja. Nina yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.


Tak lama terlihat Dion masuk kedalam kelas, matanya langsung tertuju pada sang kekasih yang saat itu terlihat lesu.


'' Sayang kamu kenapa?'' ucapnya sambil menarik kursi yang ada diseberang meja Kanaya, lalu mendudukinya, pemuda itu menaruh telapak tangannya diatas dahi gadis itu.


'' Tidak panas kok, tapi kok kamu lemas banget?'' ucapnya


'' Dion,'' rengeknya lalu tiba-tiba gadis itu menyandarkan kepalanya dibahu Dion, membuat pemuda itu tersenyum, lalu membelai rambut hitam milik kekasihnya tersebut, sedangkan Nina yang melihat mengerucutkan bibir merasa iri dengan pasangan romantis yang ada disampingnya


'' Kalian gk kasihan apa, sama gue?'' ucapnya berdecak kesal, namun tak ditanggapi oleh sang sahabat, justru gadis itu semakin menggodanya dengan menjulurkan lidah, membuat Nina semangkin kesal dibuatnya


'' Awas entar gue balas kalian.''


'' Caranya? memangnya loe punya pacar? gk kan?'' ucapnya mencibir.


'' Sekarang belum, tapi sebentar lagi gue gk akan jomblo lagi.'' ucapnya yakin, mendengar itu Kanaya langsung mengangkat kepalanya dari bahu Dion, lalu menatap kearah sang sahabat


'' Siapa?'' ucap Kanaya dengan hati yang berdebar, sebab yang ia tau jika saat ini Nina sedang gencar mendekati Reno sopir nya, dan gadis itu menduga jika pria itu adalah Reno.


'' Ada deh, kau juga tau kok siap orangnya.'' ucapnya sambil tersenyum, membayangkan pria yang disukainya tersebut.Kanaya yang memang sudah menebaknya sejak awal, entah kenapa tidak terima jika sahabat nya itu menaruh hati pada sang sopir, egois sekali memang.

__ADS_1


Dion melihat wajah kekasihnya yang berubah bette, membuat pemuda itu mengerutkan dahi, namun saat Dion hendak bicara tiba-tiba guru pun masuk kedalam kelas, hingga membuat nya mengurungkan niat untuk menanyakannya.


***


Tak terasa jam pulang sekolah telah tiba, Kanaya sempat melirik kearah Nina yang saat itu terlihat begitu semangat,'' Nay gue cabut duluan ya? mau nyamperin gebetan dulu.'' ucapnya sambil mengerlingkan matanya, membuat Kanaya mendengus kesal


'' Lebay banget sih loe.'' ucapnya, namun tak ditanggapi oleh Nina, gadis itu pun langsung keluar dari kelas meningalkan kanaya dengan wajah kesal nya


'' Sayang ayo!" ajak Dion yang langsung diangguki oleh Kanaya


Dari kejauhan Kanaya sudah dapat melihat Nina yang sedang berbicara, terlihat Reno tersenyum dengan sahabat nya itu, entah apa yang dikatakan oleh Nina pada nya hingga membuat pria itu tersenyum.


Lihatlah dia, tersenyum selebar itu dengan Nina, sedangkan denganku, selalu menampilkan wajah datarnya


Gerutu Kanya dalam hati


'' Sayang hari ini kamu sering banget melamun? gimana kalau sekarang kita pergi kesuatu tempat?'' ucap Dion, membuat gadis itu langsung menatap kearahnya


'' Kamu benar sayang, sopirmu itu sudah berperan menggantikan bang Revan deh.'' ucap Dion membuat Kanaya tergelak mengengar nya.


DITEMPAT LAIN


Terlihat didalam sebuah cafe seorang pria dan wanita sedang terlihat bertengkar, sang wanita terlihat terus menangis dan memohon pada pria itu, entah apa yang terjadi hingga wanita itu menangis


'' Van aku mohon bantu aku.'' ucap wanita tersebut pada seorang pria yang tenyata adalah Revan dan wanita tersebut ternyata adalah Vivian, setelah pulang dari kediaman keluarga Abraham, Vivian langsung mencoba kembali menghubungi pria itu, hingga akhirnya dijawab, setelah itu keduanya pun memutuskan untuk bertemu.


'' Vi, bukankah sejak awal sudah kukatakan jika aku tidak ingin ada urusan lagi denganmu, kita sudah lama putus, dan aku juga sudah memiliki kekasih, aku tidak ingin kekasihku salah faham karna kedekatan kita.'' jelas Revan.


'' Tapi papa hanya tau kamulah kekasih aku Van, memangnya kamu gk kasihan denganku? dengan anak yang aku kandung?'' ucap wanita tersebut

__ADS_1


Sebenarnya Vivian adalah mantan pacarnya Revan tiga tahun yang lalu, dan keduanya putus karna Vivian memilih untuk kuliah diluar negri, setahun kemudian Revan bertemu dengan Tita, hingga keduanya jatuh cinta, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berpacaran sampai sekarang, dan sebulan yang lalu Vivian kembali dari luar negri, dan mereka sempat bertemu, Vivian juga meminta nomor Revan, hingga akhirnya setelah satu bulan berlalu keduanya bertemu kembali, dan Vivian mengatakan jika dirinya telah hamil, sedangkan pacarnya berada diluar negri, ia bingung harus bagai mana, hingga akhirnya dirinya meminta bantuan Revan, agar mau mengakui jika janin yang ada dalam perutnya adalah anak nya, didepan orangtua Vivian. Dan tentu saja Revan menolaknya, namun wanita itu terus menangis dan memohon agar Revan mau membantunya.


' Maaf Vi, aku gk bisa, sebaiknya kamu hubungi pacar kamu, dan suruh dia datang untuk bertanggung jawab atas anak yang kamu kandung, karna aku juga tidak bisa membantu kamu untuk yang satu ini, maaf Vi.' ucap Revan, setelah itu ia langsung meninggalkan Vivian di cafe itu dengan tangisan yang semangkin menjadi, membuat beberapa pengunjung memperhatikannya.


'' Itu kan Revan, pacarnya Tita, apa dia sedang berselingkuh, dengan wanita itu?'' gumam seorang pria yang tenyata mengenal Revan


***


Masih diparkiran sekolah, setelah Dion berlalu, Kanaya langsung melangkah menuju dimana saat ini Reno dan Nina berada.'' Eh udah selesai?'' ucap Nina membuat Kanaya menaikan alisnya, meminta jawaban.


'' Maksud loe?'' tanya Kanaya


'' Lupain aja, Yaudah gue cabut dulu ya? bye,,, kak Reno jangan lupa ya nanti sore?'' ucapnya pada Reno, pemuda itu hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum tipis, membuat Kanaya cukup merasa penasaran dibuatnya


Apa mereka sedang membuat janji?


Batinnya


'' Nona silahkan masuk!" ucap Reno sambil membuka pintu mobil yang ada disamping gadis itu berdiri, tanpa menjawab Kanaya langsung masuk kedalam mobil tersebut.


'' Apa kalian sedang membuat janji?'' tanya Kanaya begitu Reno masuk kedalam mobil. Reno melirik Kanaya yang duduk dibelakang melalui kaca spion, setelah itu ia memasang sabuk pengaman miliknya, lalu mulai menyalakan mesin mobil.


Nih orang benar-benar nyebelin, dikira nya aku ini patung kali ya?


Gerutu batin Kanaya


'' Teman anda mengajak saya untuk menemaninya keacara ulang tahun temannya nanti malam.'' ucapnya


'' Dan kamu mengiyakannya?'' tebak Kanaya yang diangguki oleh Reno

__ADS_1


Sebenarnya tadinya dikelas ada teman mereka yang akan mengadakan pesta ulang tahun, malam ini, tadinya sih Kanaya tidak berniat untuk datang, padahal Dion sudah mengajaknya, hanya saja ia menolak dengan alasan yang kurang jelas, namun setelah mendengar apa yang dikatakan Reno barusan, jika Nina mengajak sopirnya itu untuk menemani nya di acara tersebut, membuat Kanaya sepertinya akan berubah pikiran.


besambung


__ADS_2