
Saat ini Reno sedang dalam perjalanan pulang, tentunya bersama Kanaya dan juga Nina yang saat itu berada di jok belakang.'' Kok Kanaya bisa kayak gini sih kak? gimana coba kita ngomongnya sama mama papa nya?'' tanya Nina, sambil melihat sahabatnya yang tertidur disebelahnya.
'' Saya juga tidak tau, mungkin saya akan mengatakan sejujurnya.'' jawab Reno
'' Bilang kalau Kanaya mabuk?'' tanya Nina memastikan, sebenarnya Reno memang tidak memberitahu kan yang sebenarnya pada Nina, tentang kejadian didalam kamar hotel tadi, ia hanya mengatakan jika dirinya menemukan Kanaya pingsan disalah satu kursi yang ada dipojokan, dan mengatakan tidak menemukan Dion bersama gadis itu.
'' Nanti akan saya coba pikirkan.'' sambung Reno lagi
'' Si Dion itu memang kebangetan ya, aku gk nyangka dia bisa ninggalin Kanaya seperti ini, dasar laki-laki buaya.'' ucapnya pelan diakhir kalimat
'' Buaya? maksud kamu?'' ucap Reno sambil melirik Nina dari kaca spion depan.
'' Sebenarnya kemarin aku sempat melihat Dion sedang berduaan dengan Silvia, aku sih gk tau mereka ngomongin apaan, tapi yang jelas saat itu mereka terlihat sangat dekat, dan ini kali kedua aku melihatnya bersama Silvia, yang pertama itu aku melihatnya bersama Kanaya, hanya saja Kanaya saat itu tidak terlalu menanggapinya, sebab ia sangat percaya sama pacarnya itu.'' jelas Nina, Reno hanya menganggukan kepala tanpa ingin berkomentar apapun.
Kini mobil yang mereka tumpangi sudah berada didepan kediaman Nina,'' Terimakasih ya kak Reno, dan hati-hati dijalan.'' ucap gadis berambut pirang tersebut, Reno hanya mengangguk sambil tersenyum tipis, setelah itu ia langsung menjalankan mobilnya nya keluar dari perkarangan rumah Nina. Reno melirik ke arah kursi penumpang, terlihat Kanaya masih terlelap dalam tidurnya
Tiba-tiba saja Reno merasa sangat marah saat mengingat kejadian beberapa saat yang lalu.'' Dasar gadis ceroboh, bagai mana kalau aku tidak datang tadi, mungkin kamu sudah habis dimakan oleh kekasihmu itu.'' gumamnya sambil menggerutu.
Setelah dua puluh menit akhirnya mereka sampai dikediaman keluarga Abraham, setelah memarkirkan mobil di garasi rumah, Reno langsung turun dan membuat pintu mobil bagian belakang berniat untuk membangunkan Kanaya
__ADS_1
'' Nona Kanaya bangun, kita sudah sampai dirumah.'' ucap Reno, namunn sepertinya tak ada tanda-tanda gadis itu akan bangun dari tidurnya.'' Nona Kanaya bangun! kita sudah sampai.'' panggil Reno lagi sambil menggoyang pelan lengan gadis itu.
'' Ck gadis ini sangat menyusahkan.'' gumam Reno, yang akhirnya memutuskan untuk menggendong Kanaya masuk kedalam rumah. Pria itu mendekati tubuh Kanaya, lalu menyusupkan tangannya diantara leher gadis itu, dan satu tangan nya lagi dibagian bawah paha nya, perlahan Reno mulai menggendong tubuh Kanaya keluar dari dalam mobil, sambil melangkah mata Reno terus menatap wajah Kanaya, wajah cantik yang selalu membuatnya terpikat sama seperti beberapa tahun yang lalu.
'' Aku tidak tau apakah kau masih menyimpan benda itu atau tidak, atau mungkin kau sudah membuang nya dan memutuskan untuk melupakan pemilik nya, bodohnya aku yang masih mengharap, kau akan menepati ucapanmu dulu, untuk menjadikan aku satu-satunya dalam hidupmu, sedangkan kenyataannya kau sendiri sudah bersama lelaki lain.''
Batin Reno
***
'' Loh Ren, ada apa dengan Kanaya?'' tanya Maya ibunya Kanaya saat melihat Reno pulang sambil menggendong putrinya. Saat ini Maya sedang bersama Suryo suaminya diruang keluarga.
'' Apa Kanaya mabuk?'' tebak Suryo yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Reno
'' Sebenarnya Kanaya tidak sengaja meminumnya tante, makanya jadi seperti ini.'' ucapnya yang terpaksa berbohong agar masalah tidak bertambah runyam.
'' Yasudah kalau begitu kamu bawa saja dia kekamarnya, bisa kan kamu mengantarnya?'' ucap Maya
'' Baik tante,'' jawabnya yang langsung membawa tubuh Kanaya kelantai dua, dimana letak kamar gadis itu berada. Bagi Reno tubuh Kanaya sama sekali tidak membebaninya , sebab baginya berat tubuh gadis itu tidak ada apa-apanya dibandingkan barbel yang sering ia mainkan saat di gym.
__ADS_1
Reno membuka pintu kamar Kanaya dengan sikunya, walaupun sedikit kesusahan, namun akhirnya pintu tersebut dapat dibuka. Reno menutup kembali pintu tersebut dengan punggungnya, setelah itu ia lalu melangkah menuju tempat tidur gadis itu, selama hampir dua minggu Reno bekerja disana, ini adalah pertama kalinya ia menginjak kan kaki dikamar gadis itu. kamar yang lumayan luas, dengan tema gadis remaja pada umumnya, kamar tersebut sangat bersih dan juga wangi, membuat Reno betah berlama-lama disana. Setelah meletakan gadis itu diatas tempat tidur, dan menyelimutinya, Reno pun berniat untuk keluar dari kamar tersebut, namun langkah kakinya seketika terhenti saat telinganya tak sengaja mendengar sesuatu yang diucapkan oleh gadis itu.
'' Teddy bear, teddy bear.'' gumam gadis itu pelan, membuat Reno langsung melangkah kembali mendekati gadis itu, untuk meyakinkan telinganya, apakah dirinya salah mendengar atau tidak.
'' Nona apa yang anda katakan barusan tadi?'' ucap Reno dengan wajah yang sedikit mendekat kearah Kanaya, Reno bermaksud ingin kembali menajamkan telinganya jika gadis tersebut mengulang kembali kata-katanya
'' Teddy bear,'' gumamnya sekali lagi, dan tiba-tiba gadis itu langsung menarik tangan Reno membuat pria itu langsung jatuh menimpa tubuh Kanaya. Dan seketika membuat gadis itu langsung membuka matanya.
'' Kak Reno.'' ucapnya kaget saat melihat betapa dekatnya wajah Reno diwajahnya, Kanaya merasakan ada yang aneh pada dirinya, ia merasa sesuatu telah menyentuh buah melon miliknya, Reno pun juga sama, pria itu merasa jika tangannya telah menyentuh sesuatu, yang sangat empuk, sejenak keduanya saling pandang. setelah itu mereka replek melihat kebawah, tepatnya bagian dada Kanaya, Mata Reno seketika melotot saat menyadari jika tangannya telah menyentuh aset milik gadis itu, dengan cepat ia langsung menarik tangan itu dari buah melon tersebut, sedangkan Kanaya sendiri yang juga tak kalah terkejut, langsung duduk dan menarik selimutnya hingga menutupi dada.
' Maaf, saya tidak sengaja.'' ucap Reno dengan wajah yang memerah, merasa malu dengan apa yang baru saja terjadi, pria itu menggenggam tangannya sendiri, rasanya masih sangat terasa daging empuk yang tadi sempat ia genggam sebelumnya, sangat pas ditelapak tangannya.
'' Kak Reno apa yang kakak lakukan dikamar aku?'' tanya Kanaya penuh selidik
' Apa yang saya lakukan? menurutmu apa yang saya akan lakukan dikamar mu saat ini?'' tanya ulang Reno, membuat Kanaya merasa bingung sendiri. Reno yang melihat kebingungan gadis itu merasa tak tega.
'' Kamu tertidur dikamar hotel, dimana acara ulang tahun temanmu sedang berlangsung, lalu saya dan Nina membawamu pulang, apa kamu ingat?'' ucap Reno, terlihat Kanaya berusaha untuk mencoba mengingat semuanya.
Oh astaga, iya aku baru ingat, saat itu aku dan Dion sedang berada didalam satu kamar, dan kami hampir saja melakukan nya,
__ADS_1
Batin Kanaya, tiba-tiba saja wajahnya merona saat mengingat kejadian tersebut. Dan itu membuat Reno merasa penasaran, tadinya pria itu ingin bertanya tentang masa lalu gadis itu, namun reno mengurungkan niatnya, dan lebih tertarik dengan apa yang ada dalam pikiran gadis tersebut
Next