Pesona Sopir Pribadiku

Pesona Sopir Pribadiku
Chapter 33


__ADS_3

Didalam kamarnya, tepatnya diatas tempat tidur dengan posisi tengkurap, terlihat seorang gadis sedang termenung sambil memegangi benda yang selama lima tahun ini selalu disimpannya. Kanaya menggoyang-goyangkan gantungan kunci yang ada ditangannya, menatapnya dengan tatapan sendu, dan perasaan galau.


'' Aku harus bagai mana? sejujurnya aku masih sayang dengan Dion, tapi aku juga tidak rela jika kak Reno menjauh dariku, dan aku sadar, jika sepertinya aku juga sudah mulai menaruh hati pada nya, huuuff,,, bagai mana ini? apa yang harus aku lakukan?'' monolognya, Kanaya menenggelamkan wajahnya diatas bantal, berharap akan ada jalan keluar untuk masalah hatinya saat ini.


KEESOKAN HARINYA


'' Mah kak Reno mana sih? ini aku sudah terlambat loh.'' protes Kanaya pada sang ibu, gadis itu sudah menunggu selama lima belas menit, namun belum ada tanda-tanda sopir nya itu muncul dihadapannya.


'' Tunggu sebentar sayang, itu bang Revan belum selesai.'' ucap Maya


'' Loh kok bang Revan sih? aku kan tanya kak Reno mah.'' ucapnya dengan nada protes


'' Loh memangnya Reno belum bilang sama kamu, kalau dia sudah gk bekerja sebagai sopir kamu lagi?'' ucap Maya, membuat Kanaya sedikit terkejut, pasalnya Reno memang tidak ada mengatakan apapun padanya, tentang dirinya yang sudah tidak menjadi sopir keluarga Abraham lagi


'' Mama serius?'' ucap Kanaya, yang diangguki oleh Maya.


( Tuh kan lihatlah dia? bilangnya cinta, dan sayang sama aku, tapi masalah kayak gini saja dia tidak bilang sama aku.)


Gerutu batin Kanaya


'' Oh gitu ya mah? dia gk ada sih bilang sama aku, yasudah lah kalau gitu aku berangkat naik taksi aja.'' ucap Kanaya dengan nada menyimpan kekesalan dihatinya


'' Keterlaluan banget sih dia, lihat saja nanti, aku gk akan mau mendengarkan penjelasan apapun darinya.'' gumam Kanaya, tak lama taksi online yang ditunggunya sampai.


Dua puluh menit kemudian taksi yang ditumpangi Kanaya sampai digerbang sekolah. Kanaya berjalan gontai menuju gedung sekolah, saat melewati parkir kendaraan siswa, Kanaya melihat mobil Nina sahabat nya, yang sudah terparkir disana, lalu pandangannya beralih pada parkiran motor, dan ternyata motor milik Dion juga sudah berada disana


'' Tumben mereka sudah datang? atau mungkin aku saja yang datang kesiangan.'' gumamnya, setelah itu kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas.

__ADS_1


'' Dion, Nina sedang apa kalian?'' tanya Kanaya saat melihat Nina memegang tangan kekasihnya. Kanaya yang saat itu baru saja masuk melihat Nina memegang tangan Dion, membuat gadis itu bertanya-tanya dalam hati.


Kanaya melangkah mendekati Nina dan Dion yang saat itu terlihat sedikit gugup.'' Kalian kenapa gugup begitu? apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui Dion?'' ucap Kanaya sambil menatap kearah kekasihnya, dan sahabatnya secara bergantian.


'' Tidak sayang, tadi itu Nina hanya mengembalikan buku aku yang tak sengaja terjatuh, benarkan Nina?'' ucap Dion sambil meminta pembelaan pada Nina


'' I-iya Nay yang dikatakan cowok loe benar, gue hanya mengembalikan barangnya yang terjatuh.'' sambung Nina, dan Kanaya hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti, walaupun dalam hati masih ada sedikit keraguan.


Kanaya duduk dibangku nya, yang langsung disusul oleh Nina.'' Loe kenapa Nay? kok lesu amat?''


'' Iya sayang, kamu kenapa? apa kamu sakit?'' sambung Dion


'' Aku gk apa-apa, hanya lagi males aja.'' jawabnya, membuat Dion dan Nina saling pandang.


'' Tumben-tumbenan loe malas, ada apa sih? kalau ada masalah bilang dong!" desak Nina


'' Loh-loh kok loe nyaranin bolos sih Dion? seharusnya loe semangati Kanaya, bukan malah ngajakin bolos sekolah.'' ucap Nina tak suka


'' Gk masalah Nin, kayaknya gue juga memang ingin bolos hari ini, gue butuh suasana yang nyaman.'' jawab Kanaya


'' Yasudah yuk ikut aku!" ajak Dion sambil memegang tangan sang kekasih.


'' Eh tapi sebentar lagi bel masuk kelas loh, kalian kalau ketahuan bisa dihukum.'' ucap Nina yang masih berusaha untuk menghentikan keduanya


'' Loe tenang aja Nin, gue ada jalan rahasia, dan pasti tidak akan ada yang mengetahuinya.'' jawab Dion.'' Ayo sayang!" sambung Dion lagi yang langsung diangguki oleh Kanaya


***

__ADS_1


Saat ini Dion dan Kanaya sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat dengan mengendarai motor, saat keduanya berhenti dilampu merah, tak sengaja mata Kanya melihat sosok yang sejak tadi pagi membuatnya badmood, siapa lagi kalau bukan Reno, saat ini terlihat pria itu sedang berada didalam mobil bersama Anton papanya, sepertinya pria itu hendak pergi kekantor bersama sang ayah, terbukti dari pakaian formal yang ia gunakan.


( Apa sekarang dia sudah mulai menekuni bisnis om Anton? bagus lah, dari pada jadi seorang sopir)


Batin Kanaya, meskipun begitu, entah kenapa masih ada rasa mengganjal dihatinya, bukankah seharusnya sebelum ia pindah pekerjaan dia harus memberitahukannya terlebih dahulu pada nya juga? bukan hanya pada kedua orangtuanya saja, pikir kanaya, itulah yang membuat gadis itu merasa marah dan juga kesal pada Reno.


Tin-tin-tin


Terdengar suara klakson yang berbunyi saling bersahutan dari arah belakang, membuat kendaraan yang ada didepan mau tak mau harus menjalankan kendaraannya masing-masing. Begitu pulan dengan Reno yang mulai menginjak pedal gas mobilnya secara perlahan, namun matanya seketika menyipit saat melihat dua orang pengendara motor yang ada didepannya


'' Kanaya.'' gumamnya pelan, membuat Anton yang berada disebelahnya menatap kearah sang putra dengan kening berkerut


'' Apa kamu bilang? Kanaya? dimana?'' ucapnya sambil melihat kedepan dan samping mobil yang ada diluar.


'' Tidak pah, saya hanya salah lihat.'' jawab Reno, namun matanya masih fokus pada sepasang muda-mudi yang ada didepannya saat ini, Reno yakin sekali jika motor yang ada didepan nya itu adalah milik Dion, dan gadis itu tentunya Kanaya, Reno sangat tau bentuk tubuh gadis itu, walau hanya melihat dari belakang.


Mau kemana mereka dijam segini, bukan kah ini masih jam sekolah, apa mereka bolos?


Batin Reno, karna jalan yang mereka lewati kebetulan satu arah, membuat Reno tetap fokus pada kendaraan yang ada didepannya, namun keningnya berkerut saat melihat motor tersebut memasuki kawasan perumahan elit, lebih tepatnya sebuah villa, Reno tau karna ia memiliki teman yang juga memiliki villa disana.


'' Villa, buat apa mereka kesana?'' gumam Reno pelan


'' Kamu bicara apa barusan Reno? papa gk dengar.'' ucap Anton, sejak tadi lelaki paruh baya tersebut sibuk dengan ponsel miliknya, jadi tak terlalu memperhatikan apa yang dilakukan Reno, yang ternyata tanpa sadar ikut masuk ke kompleks villa tersebut


'' Loh-loh kamu ngapain masuk kesini Reno? kita harus kekantor sekarang.'' protes Anton saat menyadari mobil mereka berada di kompleks perumahan.


'' Pah sebentar ya saya ada perlu.'' ucap Reno yang langsung keluar dari mobil tersebut, membuat Anton hanya bisa menggelengkan kepala, untung saja mereka meeting satu jam lagi, jadi tidak terlalu masalah.

__ADS_1


Next


__ADS_2