Pesona Sopir Pribadiku

Pesona Sopir Pribadiku
Chapter 18


__ADS_3

Hai readers sekalian jangan lupa selalu budayakan like setelah membaca yaπŸ˜‰ jangan lupa masukan juga di list pavorit kalianπŸ’Ÿ, komentarnya juga otor tunggu loh, jangan lupa kopinya juga ditunggu, dan yang mau kritik juga boleh kok, tapi harus dengan bahasa yang halus ya! 😊


Happy reading


βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†


Pagi ini seperti biasa, semua anggota keluarga Abraham sedang berkumpul untuk sarapan bersama.


'' Oya mah, dimana Reno kenapa tidak kelihatan?' ucap Suryo, setelah menyeruput kopi hitam miliknya


'' Mungkin masih dikamarnya pah, ada apa?'' ucap Maya


'' Tadi malam Toni menghubungi papa dan bertanya soal Reno pada papa.'' ucap Suryo, membuat Kanaya langsung menatap kearah sang papa, sebab merasa tertarik dengan pembicaraan kedua orangtuanya tersebut, Kanaya juga merasa penasaran kenapa papa dan mamanya bisa membahas tentang sopir mereka, sebenarnya siapa dia? pikir Kanaya, Sedangkan Revan terlihat sedang sibuk berbalas pesan dengan seseorang, hingga ia tidak terlalu perduli dengan apa yang dibicarakan oleh kedua orangtuanya.


'' Lalu? apa dia tau jika Reno berada dirumah kita'' ucap Maya


'' Papa tidak mengatakan apapun padanya, sebab dia juga tidak bertanya apakah Reno tinggal dirumah kita atau tidak, hanya saja ia mengatakan jika pu--,


'' Pah!" ucap Maya tiba-tiba, untuk menghentikan kalimat suaminya, Maya baru ingat jika Kanaya sama sekali tidak tau tentang jati diri Reno yang sebenarnya. Suryo yang mengerti langsung mengganti topik pembicaraan mereka.' Yasudah mah kalau gitu papa berangkat dulu.'' ucapnya yang langsung bangkit dari duduknya.


'' Revan juga berangkat mah.'' sambung nya sambil bangkit dari duduknya.


Setelah kepergian papa dan abangnya, Kanaya akhirnya membuka suara.'' Mama tadi papa bicara tentang Reno, sebenarnya Reno itu siapa sih mah?'' ucap Kanaya semangkin penasaran


'' Kamu kok memanggilnya langsung nama sih sayang? dia kan lebih tua dari kamu, gk sopan dong jika kamu memanggilnya namanya langsung.'' protes Maya


'' Terus aku harus panggil dia apa dong? kakak? abang? atau mas? lagian kan selama ini aku selalu panggil nama, rasa nya aneh aja jika tiba-tiba aku merubah panggilan ku padanya.'' ucap Kanaya, yang akhirnya melupakan niat awalnya untuk bertanya tentang Reno. Sebab tiba-tiba Bik Darmi memanggil Maya dan mengatakan jika ada yang mencarinya diluar.


'' Siapa yang datang sepagi ini kerumah?'' gumamnya. Sedangkan diluar terlihat ada seorang wanita cantik yang berdiri dengan anggun.


'' Maaf mau cari siapa ya?'' ucap Maya saat melihat wanita yang terasa asing baginya. mendengar suara seseorang wanita itu pun langsung membalikan badannya, dan tersenyum pada Maya.


'' Maaf Tante, sebelumnya perkenalkan nama saya Vivian dan kedatangan saya kesini untuk bertemu dengan Revan, apa Revannya ada?'' ucap wanita tersebut, yang diperkirakan berusia sekitar dua puluhan tiga, atau dua puluh empat tahun.

__ADS_1


'' Revan? kalau boleh tau kamu itu siapanya Revan?'' tanya Maya penasaran.


'' Saya temannya tante, lebih tepatnya teman dekat.'' jelasnya, membuat Maya kembali memperhatikan wanita tersebut.


Siapa sebenarnya wanita muda ini? apa dia kekasihnya Revan? dasar anak itu sudah ada tita masih saja bermain dengan gadis lain


Gerutu batin Maya


Sedangkan didalam rumah, saat ini Kanaya sedang bersiap untuk pergi kesekolah, setelah mengambil tas miliknya, ia pun langsung bergegas turun dari kelantai satu. Saat Kanaya menuruni anak tangga bersamaan itu terlihat Reno yang juga baru keluar dari kamarnya.


'' Pagi nona,'' sapa nya dengan nada datar, setelah itu ia langsung meninggalkan Kanaya yang masih terpaku ditempat.


''Apa dia masih marah padaku?'' gumamnya sambil menatap punggung pria tersebut yang kian menjauh.


Sampai didepan pintu utama Reno melihat seorang gadis yang cukup pamiliyar dimatanya, dan ternyata gadis itu kebetulan juga menatap kearahnya.'' Reno, kamu Reno kan? aku Vivian, teman SMA kamu.'' ucap wanita yang bernama Vivian tersebut


'' Reno kamu kenal sama wanita ini?'' sambung Maya sambil menoleh kearah Reno


'' Iya Tante saya mengenalnya, dia memang teman saya waktu sekolah dulu.'' jelas pria tersebut.


'' Iya Tante saya disini saja sama Reno.'' ucap wanita tersebut.


Saat Maya masuk kedalam ia berpapasan dengan Kanaya yang saat itu hendak keluar.'' Mah diluar ada siapa? ko sepertinya aku dengar suara cewek?'' tanya Kanaya


'' Oh itu temannya Abang mu Revan, tapi sepertinya dia juga kenal sama Reno.'' ucap Maya


'' Hah, benarkah? siapa sih dia mah?''


'' Namanya vivian, mama juga baru melihat nya hari ini, sudah ya mama mau kekamar dulu.'' ucap Maya yang langsung meninggalkan Kanaya dengan merasa penasaran dihatinya, gadis itupun langsung melangkah kan kakinya keluar, hingga matanya melihat seorang wanita yang sedang tersenyum pada pria yang sejak tadi malam berwajah dingin dengannya, namun siapa sangka jika saat ini pria tersebut bisa tersenyum dengan wanita lain


Sama aku aja wajahnya menyebalkan, giliran Sama cewek lain bisa tersenyum seperti itu, menyebalkan sekali dia


Batin Kanaya

__ADS_1


'' Ekhem.'' Kanaya sengaja berdehem dengan kuat agar keduanya sadar jika saat ini gadis itu berada diantara mereka.


'' Kak ayo kita pergi.'' ajak Kanaya, membuat Reno sedikit merasa terkejut dengan panggilan gadis itu.


'' Kak Reno ayo!" rengeknya lagi


'' Dia adik kamu Ren?'' tanya Vivian


'' Bukan, dia adik Revan.'' jawab nya, membuat wanita tersebut tersenyum lebar


'' Wah, benarkah kamu adiknya Revan?'' ucap gadis itu membuat Kanaya yang tadinya kesal, kini menjadi penasaran, sebenarnya wanita tersebut ingin bertemu siapa? pikirnya


'' Kenalkan aku Vivian teman dekatnya Revan.'' ucapnya ambil mengulurkan tangannya


'' Aku Kanaya.'' jawabnya sambil membalas uluran tangan Vivian


'' Kalian mau pergi?'' ucap Vivian


'' Iya saya akan mengantarkan nona Kanaya kesekolah.'' jawab Reno


'' Oh begitu ya? sayang sekali, padahal aku masih ingin ngobrol bersama kalian, tapi gk apa-apa, aku bisa kembali lagi nanti, soalnya aku juga ingin bertemu dengan Revan, ada yang ingin aku bicarakan dengan nya.'' ucap wanita tersebut, yang hanya ditanggapi senyuman Kanaya mau pun Reno


'' Mau sekalian?'' tawar Reno


'' Tidak perlu, aku naik taksi saja, lagi pula sepertinya kalian sangat butu-buru.''


'' Kami ti--,'' belum lagi Reno selesai bicara, tiba-tiba Kanaya langsung menyela ucapannya


'' Iya kami memang sedang buru-buru, sebab aku sudah terlambat masuk sekolah '' potong Kanaya cepat.


'' Ayo kita pergi, sudah terlambat ini.'' ucap Kanaya sambil melangkah masuk kedalam mobil tersebut.


'' Kami duluan ya?'' ucap Reno, yang langsung meninggalkan wanita tersebut. Setelah Reno dan Kanaya pergi, tak lama Vivian juga meninggalkan kediaman keluarga Abraham.

__ADS_1


Didalam mobil keduanya masih saling diam, hingga akhirnya Kanaya memecah keheningan diantara keduanya.'' Kak Reno masih marah sama aku?'' ucap Kanaya, namun entah kenapa panggilan itu terdengar sangat manja ditelinga pria itu, dan itu membuat nya tersenyum, namun senyum yang sangat tipis


Tbc


__ADS_2