Pesona Sopir Pribadiku

Pesona Sopir Pribadiku
Chapter 39


__ADS_3

Saat ini kedua keluarga terlihat duduk saling berhadapan, rencananya mereka akan mencari solusi untuk masalah yang terjadi, Reno sudah menjelaskan semua yang terjadi tanpa ada yang ditutupi, hanya saja saat ia menjelaskan masalah ranjang ia menggunakan bahasa yang tidak terlalu vulgar.


'' Kalau memang kejadiannya seperti ini, maka saya selaku orangtua merasa sangat malu, saya atas nama putra saya meminta maaf yang sebesar-besarnya pada kalian, dan saya pastikan jika Reno akan mempertanggung jawabkan semuanya.'' ucap Anton


'' Loh pah, maksud papa tanggung jawab seperti apa?'' ucap Elina, wanita itu takut jika suaminya meminta Reno untuk bertanggung jawab atas Kanaya, lalu bagai mana dengan keponakannya Diandra, pikirnya.


'' Tentu saja pria itu harus bertangung jawab, enak banget udah icip-icip adek gue mau lepas tangan gitu aja.'' sambung Revan


'' Revan jaga bicara kamu! gk sopan bicara seperti itu, memangnya adik kamu itu makanan apa pakai di icip segala.'' ucap Maya


'' Ya kenyataannya emang benar kan mah, tuh orangnya yang sudah mencicipinya.'' ucap Revan sambil menunjuk Reno dengan dagunya.


'' Revan hentikan ucapanmu itu!" kali ini Suryo yang bicara, membuat Revan langsung bungkam


'' Reno tolong maafkan Revan.'' ucap Suryo


'' Tidak masalah om, saya memang pantas mendapat kan itu semua.'' jawab Reno


'' Seperti apa yang papa saya bilang, saya akan bertanggung jawab atas semua yang saya perbuat pada Kanaya.'' jelas Reno


'' Eh gk bisa gitu juga dong Ren, kamu kan belum melakukannya, lagi pula bagai mana dengan Diandra? pah bagai mana dengan keponakanku? tidak mungkin kan aku mengatakan padanya jika Reno akan menikahi gadis dibawah umur hanya karna masalah seperti ini, lagi pula aku rasa dijaman seperti ini sudah biasa seorang pria dan wanita melakukan hubungan yang sedikit intim, bahkan banyak yang melakukannya dengan sengaja, tapi mereka biasa-biasa saja, apa lagi ini yang niat nya hanya ingin menyelamatkan Kanaya, seharusnya kalian berterimakasih pada Reno, bukannya malah menyuruhnya untuk bertanggung jawab seperti ini.'' ucap Elina panjang kali lebar. wanita itu jelas tidak setuju kalau sampai Reno menikah dengan gadis lain. pasti keponakannya Diandra akan gila karena nya


Maya ingin sekali menyumpal mulut Elina saat itu, namun ia juga tidak bisa terlalu membela anak-anaknya, karna pada dasarnya, Revan juga melakukan kehidupan diluar batasannya, ada rasa sesal dihati Maya karna membiarkan Revan terjerumus dalam pergaulan seperti itu, dalam hati ia berpikir, mungkin kah yang terjadi pada Kanaya saat ini karna ulah Revan yang juga sudah melakukan hubungan terlarang sebelum menikah? memikirkan itu semua membuat kepalanya terasa pusing, apa lagi sejak tadi ibu tiri dari Reno terus saja berbicara.

__ADS_1


'' Sudah bicaranya? dengar ya Elina, seperti yang kamu bilang memang banyak remaja diluaran sana yang pergaulannya bebas, tapi satu hal yang pasti, jika anak-anak saya melakukan kesalahan maka saya pastikan mereka akan bertanggung jawab atas hal tersebut. Dan Reno harus mempertanggung jawabkan semua yang sudah diperbuatnya.'' ucap Maya membuat Elina terlihat kesal mendengarnya


'' Sudahlah mah, bagai mana pun Reno memang harus bertanggung jawab. Mmm,, Maya, Suryo saya sudah memutuskan jika Reno akan menikahi Kanaya putri kalian.


'' Maaf tapi pernikahan itu tidak akan terjadi.'' sambung Revan membuat semua orang yang ada disan menatap kearah pria itu termasuk Reno


'' Memangnya ada apa nak Revan?'' tanya Anton


'' Iya ada apa? kenapa kamu tidak menyetujuinya?'' sambung Maya


'' Pernikahan Kanaya dan Reno tidak akan terjadi, sebelum aku menikah terlebih dahulu.'' jelas Revan membuat semua yang ada disana bernafas lega.


Seminggu berlalu, semenjak kejadian itu Reno dan Kanaya tidak pernah saling bertemu, sedangkan disekolah Kanaya lebih menghindari Dion karna gadis itu terlalu malas untuk menemuinya. Seperti sekarang ini, terlihat Kanaya sedang makan dikantin bersama Nina, tiba-tina Dion datang dan langsung duduk didepan kursi mereka


'' Dion maaf aku tidak bisa.'' ucap Kanaya yang langsung bangkit dari duduknya.


'' Nay, ku mohon.' ucap Dion lagi memelas


'' Eh Dion, hentikan rengekanmu itu, sebaiknya kau tidak usah mengganggu Kanaya lagi, masih untung bang Revan gk menghajar loe sampai mati kemarin, apa loe mau gue laporin lagi sama dia? loe mau babak belur kayak kemarin?'' ancam Nina, membuat nyali pemuda itu langsung ciut, saat tau kejadian yang menimpa sang adik, Revan memang langsung menemui Dion dan menghajar pemuda itu hingga babak belur, untung ada Nina saat itu yang kebetulan melihat nya, hingga gadis belia itu bisa menghentikan aksi brutal Revan, coba kalau tidak, mungkin saat itu Dion akan berakhir dirumah sakit.


'' Sudahlah Nina, sebaiknya kita pergi saja dari sini.'' ucap Kanaya, yang langsung berlalu meninggalkan Dion yang hanya diam tak lagi mengatakan apapun. Sedangkan Nina juga langsung mengikuti langkah sahabatnya


***

__ADS_1


Saat ini Kanaya sedang berdiri didepan gerbang sekolah, sepertinya gadis itu sedang menunggu jemputan. Kanaya melihat jam tangan miliknya, gadis itu berdecak kesal karna sampai saat ini orang yang akan menjemputnya belum datang


'' Lama banget sih sopirnya, jangan-jangan sopir yang dikirim papa gk tau lagi jalan menuju sekolahan gue, tau gitu tadi ikut Nina pulangnya.'' monolog gadis itu.


Beberapa saat kemudian terlihat mobil yang ia kenali berhenti didepannya. dengan langkah sedikit kesal gadis itu pun masuk kedalam mobil tersebut, karna mobil tersebut adalah mobil milik keluarganya.


'' Kok lama banget sih pak sampainya? gk tau apa kaki ku pegel terus berdiri disana.'' protesnya pada sang sopir.


'' Maaf nona, lain kali saya tidak akan mengulanginya lagi.'' jawab sopir tersebut.


Kanaya tidak menyahut ucapan sopir tersebut, karna gadis itu langsung memakai handset ditelinga nya. Dua puluh menit kemudian mobil yang mereka tumpangi telah sampai, setelah mobil terparkir dipekarangan rumah, Kanaya langsung keluar dari mobil tersebut meninggalkan sang sopir yang hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah gadis itu. Begitu Kanaya masuk ia langsung terkejut saat melihat didalam rumah nya banyak orang-orang yang tidak ia kenal. Kanaya melepas handset dari telinganya, sambil memperhatikan sekitar ruangan tersebut.


'' Kanaya kamu kok sendiri, diman Reno?'' tanya Maya yang baru keluar dari kamar


'' Loh kok tanya aku sih mah? ya mana ku tau dimana Kak Reno, kan aku belum ada ketemu dia dari seminggu yang lalu.' jelas Kanaya


'' Loh masa sih? bukannya yang jemput kamu tadi dia?'' sambung Maya


'' Hah? masa sih mah? perasaan bukan deh?'' ucap Kanaya, gadis itu menggaruk kepalanya karna merasa bingung.


'' Loh gimana sih kamu ini.'' ucap Maya sambil menggelengkan kepala nya.'' Nah tuh dia orangnya.'' sambungnya lagi sambil menunjuk pada pria yang baru saja masuk kedalam rumah, membuat Kanaya langsung mengalihkan pandangannya pada orang yang dimaksud


'' Kak Reno.'' ucapnya pelan, seketika jantungnya berdebar saat melihat pria yang selama satu minggu ini ia rindukan, dan kini rasa rindunya mulai terobati dengan hadirnya sang pujaan hati, ya,, Kanaya sudah yakin jika dirinya benar-benar telah jatuh cinta pada sopir pribadinya tersebut.

__ADS_1


Next


__ADS_2