
Tatapan Kanaya terus tertuju pada pasangan yang ada didepannya saat ini, apa lagi saat Reno ingin menjawab ucapan ibunya, tatapan gadis itu terus mengintimidasinya, dan Reno menyadari itu.
'' Tante salah faham, saya dan Diandra hanya berteman.'' jawabnya, sambil melirik kearah Kanaya, sungguh dalam hatinya ia sangat gelisah, apa lagi melihat tatapan mata Kanaya padanya saat itu, yang menunjukan tatapan penuh kecewa dan juga rasa penasaran.
'' Mah aku mau ketoilet sebentar.'' ucap Kanaya sambil bangkit dari duduk nya, lalu melangkah meninggalkan meja tersebut.
'' Dasar laki-laki brengsek, buaya darat, tenyata selama ini dia sudah memiliki kekasih.'' ucap Kanaya bermonolog, gadis itu terlihat menghentak kan kaki nya, sambil terus melangkahkan kakinya menuju toilet, namun sebelum ia sampai, tiba-tiba tangannya ditahan oleh seseorang, membuat Kanaya langsung menoleh kearah tangan yang sedang menahannya, lalu pandangannya beralih pada pemilik tangan tersebut.
'' Kak Reno, buat apa kamu disini? cepat lepasin tangan ku!" ucapnya sambil menarik tangannya dari genggaman tangan pria itu. Begitu Kanaya pergi, Reno langsung mengejarnya dengan alasan yang sama pada semua yang berada dimeja tersebut.
'' Gk sebelum kamu dengerin penjelasan saya.'' jawab nya
'' Penjelasan, penjelasan apa yang kamu maksud? aku gk ingin mendengarkan penjelasan apapun, karna papa nya kak Reno sudah menjelaskan semuanya, aku hanya tidak menyangka, kamu dan kedua orangtuaku tega membohongiku, aku kecewa kak sama kamu." ucap Kanaya, sambil menatap penuh kecewa pada Reno
" Kanaya maaf kan saya, sungguh saya tidak sengaja, saya tidak ada niatan untuk membohongimu." ucap Reno, dengan tangan yang masih menggenggam erat lengan Kanaya
" Kak lepasin tanganku, kamu menyakitiku." ucap Kanaya sambil menarik tangan nya dari genggaman Reno
" Aku tidak akan melepaskannya, sebelum kamu mendengarkan aku Nay, ak----,,
" Lepaskan tangan anda dari lengan Kanaya!" ucap suara seseorang, membuat keduanya langsung menatap kearah sumber suara.
" Kak Galih." gumam Kanaya, namun masih bisa didengar oleh Reno.
__ADS_1
'' Lepaskan tangan anda dari lengan Kanaya!" ucapnya sekali lagi, membuat Reno menatap sinis pada pria tersebut.
'' Ini bukan urusan anda, sebaiknya anda tidak usah ikut campur!" jawab Reno, sambil menatap tajam kearah pria yang bernama galih tersebut
'' Kanaya apa pria ini menyakitimu?'' tanya Galih pada Kanaya, membuat gadis itu bingung harus berkata apa, sejujurnya dalam hatinya ia ingin mendengar penjelasan dari mulut Reno, dan berharap semua itu memang hanya kesalah fahaman saja, namun disisi lain ia juga merasa kecewa saat ini, karna merasa dibohongi oleh Reno dan juga kedua orangtuanya,karena telah membohonginya.
'' Tidak kak Galih, ini masalahku dan aku bisa menyelesaikannya sendiri, dan kakak tidak perlu ikut campur.'' ucap Kanaya, membuat Reno tersenyum smrik pada Galih, sedangkan Galih hanya bisa mengepalkan tangannya.
'' Kau dengar? sebaiknya jangan mencampuri urusan orang lain,'' ucap Reno sambil menatap kearah Galih, setelah mengatakan itu Reno langsung membawa Kanaya pergi dari tempat tersebut sambil menarik tangan gadis itu, membuat Kanaya mau tak mau terpaksa harus mengikutinya.
Setelah berada di lorong sepi Kanaya langsung menarik tangannya dari genggaman tangan Reno hingga terlepas, membuat pria itu menghentikan langkahnya, dan berbalik kearah gadis itu.'' Nay percayalah, aku dan Diandra tidak ada hubungan apapun, itu semua keinginan Tante Elina, dan aku sama sekali tak menyetujui perjodohan itu.'' ucap Reno, berusaha menjelaskan semuanya pada Kanaya agar gadis itu tidak salah faham, walaupun mereka tidak memiliki hubungan apapun, namun Reno meras perlu untuk menjelaskan semua nya, itu karna Reno mencintai Kanaya, gadis masa kecilnya
'' Aku rasa kak Reno tidak perlu menjelaskan semua ini sama aku, kan kita gk ada hubungan apapun, lagi pula aku bukan siapa-siapa nya kak Reno, jadi kak Reno gk perlu bersusah payah untuk memberikan penjelasan sama aku kak.'' ucap Kanaya, kata-katanya sangat berbeda dengan isi hatinya, walaupun Kanaya bicara seperti itu, namun didalam hatinya ia sangat ingin tau kenyataan yang sebenarnya, dan Kanaya ingin jika Reno menjelaskan semuanya pada dirinya, walaupun mereka tidak memiliki hubungan apapun.
'' Walaupun kamu tidak ingin mendengarnya, saya akan tetap harus menjelaskannya padamu, karna aku tidak ingin kamu salah faham Kanaya.'' ucap Reno keukeh
'' Kita memang tidak memiliki hubungan apapun, tapi aku ingin kau mengetahuinya, karna aku sayang sama kamu Kanaya.'' ucap Reno membuat kanaya terkejut mendengarnya
'' A-apa barusan kak Reno bilang? sa-sayang?'' ucap Kanaya memastikan
'' Iya, aku sayang kamu Kanaya, aku cinta kamu.'' ucap Reno dengan yakin, mendengar pengakuan Reno, tentu saja membuat jantung Kanaya langsung berdebar kencang, dan entah kenapa ada perasaan senang dalam hatinya saat mendengar ungkapan cinta pria yang ada dihadapannya tersebut.
'' Kak Reno gk usah bercanda, sebaiknya kakak kembali, wanita itu pasti sedang menunggu kedatangan kakak.'' ucap Kanaya, ia mencoba tidak menanggapi ucapan Reno, ia takut jika pria itu hanya bercanda, dan Kanaya takut menghadapi kenyataan itu.
__ADS_1
'' Teddy bear.'' ucap Reno membuat langkah Kanaya yang tadinya ingin pergi dari tempat itu seketika berhenti, lalu berbalik kearah Reno, dan menatapnya dengan pandangan bertanya-tanya
'' Waktu usiaku lima belas tahun, aku memberikan sebuah gantungan kunci berbentuk beruang madu, pada seorang gadis kecil yang saat itu sedang menangis karna boneka kesayangannya rusak, dan sa---,,'' belum sempat Reno menceritakan semua itu tiba-tiba Kanaya sudah berlari kearahnya dan...
Bruukkk!!!
Gadis berusia delapan belas tahun tersebut, menabrakkan tubuhnya pada tubuh Reno, memeluk erat pria itu seolah tak ingin kehilangannya.'' Jadi Teddy bear itu adalah pemberian kak Reno?'' ucapnya pelan, dengan posisi masih memeluk Reno
'' Iya, itu aku.'' jawabnya sambil membalas pelukan Kanaya tak kalah erat, untuk menyalurkan perasan nya pada gadis itu.
***
Saat ini Kanaya dan Reno sedang berada ditaman hotel, sambil menatap bintang diatas langit yang cerah.'' Kak Reno tau, selama ini aku selalu berharap jika kakak akan datang untuk menemui ku, pantas saja saat pertama kali aku melihat kakak, aku merasa tidak asing, ternyata itu kakak.'' ucap Kanaya, Reno yang mendengar hanya tersenyum.
'' Maaf karna saya baru menemuimu sekarang, itu karna selama ini saya berada diluar negri, semenjak mama meninggal, saya memilih untuk melanjutkan kuliah diluar negri.'' jelas Reno
'' Iya kak, tidak masalah, aku ngerti.'' ucapnya sambil tersenyum simpul.
'' Terus bagai mana dengan perasaanku?'' ucap Reno, pria itu menatap dalam kearah manik mata Kanaya, membuat gadis itu menjadi salah tingkah
'' Kak aku---,,''
'' Sudahlah, tidak usah dijawab, saya tau kamu sudah memiliki kekasih dan kamu juga sangat mencintainya kan? jadi saya tidak akan memaksa mu untuk membalas perasaan saya .'' ucap Reno, sedangkan Kanaya sendiri yang mendengar ucapan Reno, yang seolah pasrah dan tak ingin berjuang, untuk mendapatkannya menjadi kesal, Kanaya ingin Reno bersikeras untuk mengejar cintanya, walaupun Kanaya melakukan penolakan sekalipun, karna sebenarnya itu hanya ucapan dimulut saja, sedangkan dihatinya ia ingin Reno berjuang untuknya.
__ADS_1
Kenapa aku jadi mengharapkan kak Reno, lalu bagai mana dengan Dion?
Netx