
Terlihat Kanaya kebingungan mencari kedua orangtuanya, karna ruangan tersebut terlihat sudah mulai penuh dengan para tamu undangan.
'' Ck dimana sih mereka? pergi gk bilang-bilang.'' gerutu Kanaya, gadis itu pun langsung mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi Maya orangtuanya
Tut-tut-tut
'' Kok gk diangkat mama sih? yasudahlah sebaiknya aku nikmati aja deh pestanya, kebetulan juga aku lagi laper, sebaiknya cari makanan dulu ah.'' monolognya setelah menyimpan kembali ponselnya. Kanaya langsung menuju prasmanan, dimana semua makanan tersaji
Saat ini Kanaya duduk disalah satu meja kosong sambil menikmati makanan miliknya, saat matanya melihat sekitar, tak sengaja ia melihat seorang pria yang sedang berbicara dengan seorang wanita, dan pria tersebut Kanaya tahu jelas siapa dia, dan ya dia adalah Reno. pria itu terlihat berbeda malam ini, membuat mata Kanaya tak ingin berpaling dari sosok tersebut, satu kata yang dapat menggambarkan sosok pria tersebut yaitu tampan, Reno terlihat sangat berbeda dengan balutan jas berwarna hitam, dipadukan dengan kemeja berwarna abu-abu dibagian dalamnya , membuat pria itu semangkin berkarisma dimata Kanaya.
'' Wanita itu bukannya yang kemarin ada di cafe ya? ada hubungan apa diantara mereka? apa mereka pacaran?'' gumam Kanaya sambil terus memperhatikan keduanya yang saat itu terlihat sedang membicarakan sesuatu. Kanaya melihat wanita itu ingin memegang tangan Reno namun dengan cepat pria itu menepisnya.
'' Ren kamu tau kan aku sayang banget sama kamu, jadi ku mohon beri aku kesempatan, aku yakin kamu akan jatuh cinta sama aku, kalau kamu berikan aku kesempatan untuk membuktikannya.'' ucap Diandra
'' Maaf Di, saya tidak bisa, cobalah mengerti.'' ucap Reno
'' Ren, plis beri aku kesempatan sekali saja.'' ucap Diandra memelas
Saat Reno ingin menjawab tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi, membuat Reno langsung mengalihkan perhatiannya
'' Maaf Diandra saya harus menerima telpon dulu.'' ucapnya yang langsung menggeser tombol berwarna hijau
'' Ya hallo? hallo apakah anda bisa mendengar saya? soalnya saya tidak bisa mendengar suara anda.'' ucap Reno yang tidak bisa mendengar suara si penelpon dengan jelas, merasa masih belum bisa mendengar suara si penelpon tersebut, Reno pun memutuskan untuk menjauh dari pesta tersebut dan mencari ruangan yang sedikit sepi untuk menjawab panggilan telpon nya. dan siapa sangka jika Diandra juga mengikutinya
'' Loh mau kemana mereka? sebaiknya aku ikuti.'' gumam Kanaya sambil melangkah kan kakinya mengikuti Reno dan Diandra
Diandra masih berdiri dibelakang Reno yang terlihat masih berbicara dengan seseorang ditelpon, sedangkan Kanaya memperhatikan dari kejauhan.
'' Reno.'' panggil Diandra setelah melihat Reno menutup ponselnya
__ADS_1
'' Aku tidak akan memaksa mu lagi, tapi setidaknya biarkan malam ini aku menikmati pesta ini bersama mu, plis Reno.'' ucap wanita itu sambil menunjukan wajah memelasnya, membuat Reno hanya bisa menghela nafas panjang
'' Baiklah.'' jawab Reno, membuta wanita itu langsung mengembangkan senyumnya
'' Terimakasih Reno, ayo!" ajaknya sambil melingkarkan tangannya di lengan kekar Reno, membuat pria itu langsung menatap tangan nya yang sedang dirangkul oleh Diandra
'' Kumohon biarkan seperti ini.'' ucapnya yang terpaksa diiyakan oleh Reno, kedua pun langsung melangkah kembali menuju dimana acara sedang berlangsung.
Sementara itu dari kejauhan Kanaya terus memperhatikan keduanya yang terlihat begitu mesra dimatanya, apa lagi saat melihat Reno membiarkan wanita itu merangkul tangannya.
(Apakah dia kekasih mu kak Reno? kenapa melihat mu bersama dengan wanita lain membuat hatiku sakit, rasanya aku gk rela.)
Batinnya
***
'' Cantik kan mba? dia ini Diandra keponakan ku.'' sambung Elina membanggakan sosok Diandra. sedangkan Suryo dan Anton hanya tersenyum menanggapi ucapan Elina. Berbeda halnya dengan Reno yang langsung menyangkalnya
'' Tante saya tidak pernah menerima perjodohan ini.'' ucap Reno membuat semua orang langsung saling pandang, terutama Maya dan Suryo, Elina yang menyadari itu langsung mencoba mengklarifikasi
'' Loh sayang, kok kamu bicara seperti itu sih? kasihan loh Diandra, dia ini sangat sayang sama kamu, jadi Tante harap kamu bisa mencoba untuk menerimanya.'' ucap Elina memaksa.
'' Tapi tan--,'
'' Reno sudahlah, bagai mana pun ini adalah ulang tahun mama kamu, jadi papa harap kamu bisa menahan diri untuk tidak menentangnya untuk kali ini saja Reno, papa mohon.'' ucap Anton pelan
Tak ingin terlalu ikut campur, Maya memutuskan untuk melihat sekeliling tamu yang hadir.'' Pah bukannya itu Kanaya ya?'' ucap Maya sambil menunjuk kearah salah satu meja, membuat semua mata yang ada disana langsung tertuju kearah yang ditunjuk oleh Maya
'' Loh iya mah, itu dia sama siapa?'' sambung Suryo
__ADS_1
( Kanaya, tenyata dia juga ikut )
Batin Reno sambil terus memperhatikan sosok seorang pria yang, duduk bersama gadis itu
'' Gadis itu putrinya mba Maya?'' tanya Elina setelah sadar jika gadis itu adalah orang yang kemarin marah-marah padanya di cafe
'' Kamu kenal dengan Kanaya?'' tanya Maya sambil menatap Elina
'' Kemarin aku bertemu dengannya di salah satu cafe, saat itu disana juga ada Reno, iya kan Ren?'' ucap Elina pada anak tirinya tersebut.'' Dan papa tau gadis itu bilang apa? dia bilang jika anak kamu Reno adalah sopirnya.'' jelas Elina
'' Sopir?'' ulang Anton, dengan nada terkejut
Melihat kebingungan sahabatnya Suryo pun mulai menjelaskan semuanya, membuat Anton hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan putranya.'' Maaf kan kami Anton, tadinya saya dan Maya sudah Menawarkan pekerjaan lain namun Reno malah ingin menjadi sopir.'' jelas Suryo yang merasa tidak enak dengan sahabatnya
'' Benar begitu Reno?''
'' Pah sudahlah, jangan dipermasalahkan, toh ini adalah keinginan ku.'' sambung Reno
'' Tidak bisa begitu Reno, pokoknya papa mau mulai sekarang kamu harus bekerja dikantor papa, jika kamu tak ingin tinggal bersama kami tidak masalah, kamu bisa tinggal diapartemen, tapi papa gk mau melihat mu menjadi sopir lagi, mengerti kamu.'' ucap Anton marah, tak terima dengan pekerjaan putranya tersebut
'' Suryo apa saat saya bercerita tentang Reno waktu itu, dia sudah berada dirumahmu?'' tanya Anton, yang diangguki oleh Suryo.'' Kenapa kalian tidak bilang sejak awal jika dia berada dirumah kalian?'' sambungnya dengan rasa kecewa
'' Pah, saya masih ada disini kenapa harus melibatkan om Suryo, beliau tidak salah, disini saya yang memaksa om Suryo agar mau menerima saya jadi sopir Kanaya, dan menyuruhnya agar tidak memberitahu papa.'' jelas Reno, membuat Anton menyadari sesuatu, karna tidak pernah putranya itu berkeras diri jika tidak ada sesuatu yang diinginkannya.
'' Om maaf karna sudah melibatkan om, karna saya papa jadi bicara yang--,,
'' Sudah lah Reno tidak masalah, disini om juga salah karna sudah menutupinya dari papa kamu, Anton maafkan saya, saya sangat menyesal. ucap Suryo
Next
__ADS_1