Pesona Sopir Pribadiku

Pesona Sopir Pribadiku
Chapter 16


__ADS_3

Masih dirumah Kanaya, jam sudah menunjukan pukul tujuh malam, saat ini keluarga Abraham sedang makan malam, bersama Dion dan juga Nina karna memang keduanya masih berada disana, keduanya dilarang untuk pulang oleh Maya sebelum makan malam terlebih dahulu.


'' Makan yang banyak ya Nina, Dion,'' ucap Maya sambil memasukan makanannya sendiri kedalam mulut.


'' Iya tante, Tante Maya tenang saja, semua makanan dimeja ini pasti Nina habiskan.'' ucapnya sambil tertawa


' Gaya mau ngabiskan, nanti gendut nangis loe.'' ucap Kanaya


'' Sayang gk baik bicara seperti itu, ya kalau Nina mau habiskan tentu Tante sangat senang sayang.'' ucap Maya, Nina yang merasa dibela oleh Maya, langsung menjulurkan lidahnya pada Kanaya, membuat gadis itu mencebikkan bibirnya, sedangkan Dion yang sejak tadi hanya menyaksikan hanya tersenyum, melihat keakraban mereka.


'' Oya mah, papa kok belum pulang mah?'' ucap Kanaya


'' Papa bilang dia pulangnya terlambat, sebab masih ada urusan yang gk bisa ditinggal.'' jawab Maya, membuat Kanaya mengangguk faham.


Setelah makan malam Kanaya dan Dion memutuskan untuk ngobrol diluar, sedangkan Nina memilih menonton drakor bersama Maya, karna memang ibu dari sahabatnya itu juga sangat menyukai drama dari Korea tersebut.


'' Sayang ternyata mama kamu baik banget ya? sayang banget aku gk bisa ketemu papa kamu.'' ucap Dion


'' Lain kali masih bisa kok sayang,'' jawab Kanaya, gadis itu menyandarkan kepalanya dibahu Dion dengan tangan yang merangkul lengan pemuda itu, hingga membuat lengan Dion tanpa sengaja menyentuh milik kekasihnya dan itu membuat tubuhnya seketika menegang.

__ADS_1


'' Sayang apa kamu mau menggodaku?' kita ini dirumah kamu loh, memangnya kamu gk takut ketahuan?'' ucap Dion, dengan nada berbisik, membuat Kanaya langsung mengangkat kepalanya.


'' Maksud kamu apa?'' tanya Kanaya yang masih belum menyadarinya


'' Nih.'' ucap Dion sambil menunjukan lengan miliknya yang menempel ditubuh gadis itu, Kanaya yang menyadari itu langsung menarik tubuhnya sedikit menjauh, dalam hati ia merutuki dirinya


'' Hehe,, aku gk sadar.'' ucapnya sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Sedangkan dari kejauhan terlihat ada sebuah mobil yang baru saja memasuki halaman, membuat sepasang kekasih itu menatap kearah mobil tersebut.'' Siapa itu Nay, apa bang Revan?'' ucap Dion dengan pandangan yang masih tertuju pada mobil tersebut


'' Sepertinya bukan deh, itu bukan mobil bang Revan, tapi mobil papa.'' jawab Kanaya dengan pandangan yang juga tertuju kearah mobil yang baru masuk perkarangan rumah. Setelah mobil itu berhenti keduanya pun langsung dikejutkan dengan sosok Reno yang keluar dari dalam mobil itu. Sedangkan Reno sendiri masih belum menyadari keberadaan Kanaya dan Dion diteras rumah.


Batin Kanaya, sambil terus memperhatikan penampilan sopirnya itu, namun tak dipungkiri, meskipun penampilan Reno sangat berantakan saat itu, kemeja dengan lengan yang digulung hingga kesiku, dan kancing bagian atas yang terlepas membuat ketampanannya berkali-kali lipat,, bahkan dengan rambut yang berantakan seperti itu semangkin menambah kesan seksi pada pria itu, Kanaya benci mengakui nya, namun pria itu memang benar-benar tampan dimatanya.


Dion melirik pada Kanaya yang saat itu masih menatap kearah sopirnya.'' Sayang ada apa? kenapa kau terus melihatnya?'' ucap Dion, membuat Kanaya langsung mengalihkan pandangannya pada sang kekasih.


'' Hah? itu,,,,?? ya karna aku merasa tidak habis pikir aja, kenapa mama membiarkan orang itu pulang sampai selarut ini coba.'' ucap Kanaya seolah sedang protes.


'' Aku harus menegurnya.'' sambung Kanaya yang langsung bangkit dari duduknya, tapi dengan cepat Dion langsung menarik tangannya dengan maksud agar gadis itu mengurungkan niatnya, namun karna tarikan Dion ditangan Kanaya yang terlalu kuat, membuat gadis itu langsung tertarik hingga membuat nya terjatuh.

__ADS_1


'' Akhh, Dion.!!


Kanaya terjatuh tepat dipangkuan Dion, bersamaan itu Reno datang dan akhirnya melihat adegan tersebut, dimana saat ini Kanaya sedang duduk diatas pangkuan Dion dengan tangan yang melingkar dileher pemuda itu, dengan posisi keduanya yang seperti itu membuat siapa saja yang melihat pasti berpikiran mereka sedang melakukan adegan dewasa.


'' Jika kalian ingin melakukan sesuatu sebaiknya lihat tempat.'' ucap Reno dengan pandangan datar, setelah itu ia langsung meninggalkan keduanya, Kanaya yang mendengar ucapan sopirnya tersebut hanya mendengus kesal, ia berjanji setelah ini dirinya akan memberi pelajaran pada laki-laki itu.


'' Dasar sopir tidak tau diri.'' gerutunya pelan, gadis itu masih menatap kepergian Reno.


'' Nay kenapa aku lihat, sepertinya kamu sangat perduli dengan sopir itu?'' tanya Dion, membuat Kanaya yang mendengar mengerutkan dahi


'' Kamu itu bicara apa sih Di? perduli dari mana nya coba? dasar aneh kamu.'' ucap Kanaya tak habis pikir dengan ucapan kekasihnya itu


'' Ya kalau kamu gk perduli, buat apa kamu selalu ingin mencari masalah sama dia?'' sambung Dion


'' Dion, tadi itu aku ingin menegurnya, bukan karna aku perduli padanya.'' jelas Kanaya


'' Buat apa kamu menegurnya? aku gk suka, lebih baik kamu juga jangan terlalu dekat dengan nya.'' ucap Dion.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2