
Jam sudah menunjukan pukul lima sore, terlihat dari lantai atas Kanaya baru saja turun. Gadis itu hanya mengunakan hotpants dipadukan dengan kaos putih pas body, membuat lekuk tubuhnya tercetak dengan jelas.
'' Sayang kamu mau kemana tergesa-gesa seperti itu?'' ucap Maya sang ibu, yang kebetulan saat itu baru saja keluar dari dapur.
'' Didepan ada teman-taman aku mah.'' jawabnya
'' Nina?'' tebak Maya yang langsung diangguki oleh Kanaya
'' Sama Dion mah.'' sambungnya sambil tersenyum
'' Dion? seorang cowok?'' ucap Maya memastikan
'' Iya lah mah, namanya juga dion, ya pasti cowok, masa cewek.'' ucapnya membuat Maya terkekeh pelan
'' Yasudah suruh masuk gih.'' ucap Maya yang diangguki oleh Kanaya, setelah itu gadis tersebut langsung melanjutkan langkahnya menuju pintu depan, dimana saat ini kedua temannya sedang menunggu. Namun ternyata bik Darmi lebih dulu membukakan pintu tersebut.
'' Hay Nin, hai Dion.'' sapa Kanaya sambil tersenyum, membuat keduanya ikut tersenyum
Dion menatap kekasihnya yang sore itu terlihat sangat berbeda dari biasanya, pemuda itu terus memperhatikan Kanaya yang terlihat sangat seksi sore itu, Kanaya bukannya bermaksud sengaja, memakai pakaian mini tersebut, hanya saja memang sudah kebiasaan bagi gadis itu, selalu menggunakan pakaian seperti itu jika berada dirumah, karna menurutnya sangat nyaman dan mudah bergerak dengan bebas, sedangkan jika dirinya keluar rumah, gadis itu lebih sering menggunakan dress atau pakaian yang tidak terlalu seksi dan tentu saja semua itu atas permintaan Revan, dengan syarat jika sudah berada dirumah dirinya bebas menggunakan pakaian apapun, dan Revan menyetujui itu.
'' Dion kenapa bengong? ayo masuk!" ajak Kanaya, yang langsung diangguki oleh pemuda tersebut
'' Hai Tante Maya,'' sapa Nina saat melihat wanita paruh baya tersebut.
'' Hai Nina, lama gk datang kerumah, kamu apa kabar sayang?'' ucap Maya sambil memeluk sayang sahabat dari anaknya itu
'' Baik tan, maaf soalnya aku sibuk dirumah, bantu mama dibutik.'' ucapnya
__ADS_1
'' Wah, sepertinya sebentar lagi kamu bakal nerusin usaha mama kamu nih.'' ucap Maya, yang ditanggapi dengan senyuman oleh Nina, lalu pandangan mata wanita paruh baya itu seketika berpindah pada sosok pemuda tampan yang saat ini berada disamping putrinya Kanaya
'' Dia??--,'' Maya menggantung ucapannya, namun tangan dan tatapannya mengarah pada sosok Dion
'' Saya Dion tante,'' ucapnya memperkenalkan diri, lalu salim pada orangtua dari gadis yang dicintainya itu.
'' Saya Maya mama nya Kanaya.'' jelas nya
'' Om mana Tante?'' tanya Nina saat tak melihat papa dari Kanaya
'' Om belum pulang, tapi kalau bang Revan ada dikamarnya.'' jelas Maya
'' Em kalau kak Reno ada tan?'' tanya Nina malu-malu
'' Wah sepertinya sopir baru Tante sudah mulai ada penggemarnya nih.'' ucap Maya menggoda, sedangkan Kanaya dan Dion yang mendengar hanya diam. tanpa ingin ikut berkomentar
'' Tapi sayangnya Reno sedang pamit keluar sejak tadi siang, dan masih belum kembali sampai sekarang.'' jelas Maya
Oh dia sedang keluar, pantas aku gk melihat nya sejak tadi
Batin Kanaya
Saat ini ketiga remaja itu sedang berada diruang tamu, saling bercerita satu sama lain, sedangkan Maya sedang pamit kedapur untuk mengambil kue yang baru saja ia buat. Tak lama wanita paruh baya tersebut datang dengan membawa nampan ditangannya.'' Ini dia kue yang baru Tante buat, silahkan dicicipi.'' ucap Maya sambil duduk kembali setelah meletakan kue dan minuman diatas meja.
'' Makasih tante, maaf merepotkan.'' ucap Dion
'' Gk kok, Tante gk repot, ayo dicicipi.'' Maya mempersilahkan
__ADS_1
'' Ok, dicicip ya Tan.'' sambung Nina
Maya melirik kearah Kanaya yang saat itu tersenyum pada kekasihnya Dion, membuat wanita paruh baya itu menyimpulkan jika anak gadis nya tersebut sudah mulai menyukai lawan jenisnya.
'' Dion, kamu satu sekolah ya dengan Kanaya ?'' tanya Maya, yang langsung membuat sepasang kekasih itu langsung menoleh keasal sumber suara
'' Iya tante, kami satu sekolah.'' jawabnya singkat, lalu tanpa sengaja pandangannya tertuju pada seorang pria tampan yang Dion yakini jika pria tersebut adalah Revan, Abang dari kekasih nya.
'' Eh itu dia Revan, sayang sini, ini ada tamu.'' panggil Maya, membuat Revan tadinya ingin kedapur, langsung melangkah menuju ruang tamu. Dari kejauhan ia melihat seorang pemuda yang sudah pernah ia lihat sebelumnya, namun dari jarak yang lumayan jauh, namun kali ini ia melihat nya dirumahnya sendiri
Oh jadi sudah berani dia membawanya kerumah
Batin Revan tersenyum sinis
'' Ada tamu ternyata.'' ucap nya yang langsung duduk disamping Maya dengan tatapan tertuju pada Dion, membuat pemuda itu sedikit gugup saat melihat pandangan tajam Revan padanya.
'' Dia Dion bang teman sekolah aku.'' jelas Kanaya sebab pandangan Abang nya tersebut terus tertuju pada kekasihnya.
'' Oh, hanya teman, Abang pikir tadi dia pacar kamu.'' jawabnya santai, membuat Kanaya sedikit terkejut dengan ucapan abangnya yang terlihat biasa saat mengatakannya, apa itu artinya bahwa abangnya Revan, tidak akan marah jika dirinya memiliki kekasih? pikirnya, namun tetap saja Kanaya tidak berani mempertanyakannya.
'' Gk kok, Dion hanya teman aku.'' jawab Kanaya sambil melirik kearah kekasihnya yang saat itu hanya bisa tersenyum paksa, saat Kanaya tidak mau mengakuinya didepan keluarga nya tentang hubungan mereka. Dion bukannya tidak sedih mendengar ucapan kekasihnya itu, namun mau bagai mana lagi, ia juga tidak berani mengatakan tentang hubungan mereka pada keluarga Kanaya, Dion terlalu sayang pada gadis itu dan belum siap untuk berpisah.
Tiba-tiba Revan mendapat pesan dari seseorang, membuat pria itu langsung bangkit dari duduknya.'' Mah aku akan pergi sebentar, ada urusan mendadak.'' ucapnya, yang diangguki oleh Maya
'' Hati-hati kamu Van.'' ucap Maya
'' Lama juga gk apa kok bang.'' sambung Kanaya membuat gadis itu langsung mendapat tatapan horor dari pria itu, namun Kanaya seolah tak perduli, justru gadis itu semangkin melebarkan senyumnya membuat Revan mendengus kesal.
__ADS_1
Next