Pesona Sopir Pribadiku

Pesona Sopir Pribadiku
Chapter 9


__ADS_3

Reno Yang mendengar ucapan Kanaya melototkan matanya, tak menyangka jika gadis kecil itu bisa berpikir jika dirinya sama dengan Revan, yang dengan mudahnya melakukan hubungan tersebut.


'' Apakah menurutmu saya pria yang seperti itu nona? apa karna usia, kau menilai semua pria itu sama?'' ucap nya dengan tatapan tajam kearah Kanaya, membuat gadis itu sedikit takut


'' Jangan bilang jika kamu belum pernah melakukannya dengan seorang gadis?'' tanya balik Kanaya, dengan nada meremehkan, dan itu membuat Reno mengeraskan rahangnya, karna menurut nya ucapan Kanaya sangat menjatuhkan harga dirinya sebagai laki-laki tulen, Reno bukannya tidak pernah bersentuhan dengan wanita, bahkan lelaki itu pernah disugukan pemandangan yang akan membuat lelaki mana saja langsung berg*airah, namun karna pada dasarnya Reno bukanlah pria yang jahat, maka dia tidak akan melakukan hal tersebut, apa lagi dengan wanita yang tidak ia sukai, berbeda halnya jika wanita tersebut adalah wanita yang disukainya.


'' Kenapa diam? oh jangan bilang jika pertanyaanku barusan tenyata adalah benar? kau belum pernah melakukannya? itu artinya kau masih perjaka?'' ucap Kanaya sambil menutup mulutnya sendiri, karena merasa terkejut dengan apa yang baru saja ia katakan, namun setelah itu terlihat senyum meremehkan dari bibirnya


Gadis ini, menyebalkan sekali dia, sepertinya aku harus memberikan sedikit pelajaran untuk nya


Batin Reno tersenyum sinis


'' Apa anda mau membuktikannya nona?''


'' Maksud mu apa?'' ucap Kanaya dengan kening yang berkerut, Reno tidak menjawab, namun pria itu justru melangkah mendekatinya, membuat Kanaya gugup seketika.'' K-kau mau apa? jangan macam-macam!" ucapnya sambil memundurkan langkahnya, namun sayang saat itu tubuh Kanaya sudah tidak dapat lagi mundur karna terhalang tembok dibelakangnya.

__ADS_1


'' Aakh,' lenguhnya merasa terkejut karna tubuhnya menabrak tembok, Kanaya menatap kearah Reno yang terlihat semangkin melangkah mendekatinya, hingga kini tubuh keduanya hanya berjarak setengah meter.'' Reno kau mau apa?'' ucap Kanaya dengan suara lirih, seperti biasa, gadis itu selalu terpesona melihat wajah tampan yang dimiliki oleh supirnya tersebut, apa lagi melihat nya dengan jarak dekat seperti itu, membuat jantungnya terasa tidak aman, meskipun susah, namun Kanaya mencoba bersikap biasa sebab ada perasaan yang harus ia jaga.


Reno kembali melangkahkan kakinya, mendekat kearah gadis itu, untuk mengikis jarak diantara mereka.'' Reno apa yang kau lakukan?'' ucap Kanaya saat tubuhnya dikukung oleh pria tampan tersebut, membuat jarak diantara mereka hanya beberapa senti, bahkan Kanaya dapat merasakan hembusan nafas Reno menerpa wajahnya, membuat nya menelan ludah berkali-kali.


Kenapa dia sangat tampan? bahkan lebih tampan dari Dion, bisa dikatakan dia sangat sempurna dengan alis yang tebal, bulu mata lentik, bahkan mungkin lebih lentik dariku, hidungnya mancung, dengan rahang yang begitu tegas, dan bibir, bibir tebal itu sangat lah menggugah selera bagi siapa saja yang melihat, pasti ingin mencicipinya


Batin Kanaya yang tanpa sadar memuji ketampanan Reno, bahkan tanpa sadar gadis itu memajukan wajahnya untuk mendekati wajah sempurna tersebut, hingga akhirnya


Cup


Entah sadar atau tidak, kini bibir Kanaya sudah menempel diatas bibir pria itu, membuat Reno sedikit terkejut dengan aksi yang dilakukan gadis tersebut, bukan hanya menempel, gadis itu juga mulai menggerakkan bibirnya disana, mengecup lembut bibir Reno yang terasa manis baginya, bukan hanya itu, bahkan Kanaya mengeluarkan lid*ahnya dan menj*ilat permukaan bibir Reno, membuat darah pria itu seketika berdesir, tubuhnya menegang, hingga ia merasakan ada sesuatu yang mendesak dibawah sana.


Batin Reno, ia masih belum membalas ciu*man Kanaya karna masih sibuk dengan pikirannya, hingga akhirnya Kanaya menarik diri, membuat Reno langsung tersadar, jika kini bibir mereka sudah saling terlepas.


Astaga apa yang sudah aku lakukan barusan? kenapa aku malah mencium bibir nya, bagai man ini, pasti sekarang dia mengira jika aku wanita murahan, huh tenang Nay, tenang, kau tidak boleh terlihat menyesali apa yang. baru saja kau lakukan, bersikaplah biasa dan anggap jika ciuman tadi tidak berarti apapun bagimu

__ADS_1


Batin Kanaya mencoba meyakinkan dirinya sendiri.


'' Sepertinya masih sangat polos, dan belum berpengalaman sama sekali.'' ucap nya dengan senyum mengejek, membuat Reno mengepalkan tangannya karna merasa diremehkan oleh gadis kecil yang ada dihadapannya.


'' Saya tidak sepolos itu nona, dan saya akan membuktikannya pada anda.'' ucap Reno, dan secepat kilat pria itu langsung menarik tubuh gadis itu dan menyambar bibir Kanaya, lalu mengecupnya, tentu saja membuat gadis itu langsung melototkan matanya, namun anehnya ia sama sekali tak menolak atau pun mendorong tubuh Reno, justru Kanaya malah menikmati ciu*man yang diberikan Reno pada bibirnya, ah sepertinya gadis itu sudah mulai kehilangan akal karna cium*an pria itu. Karna tanpa sadar, ia membalas ciuman tersebut, dan sepertinya gadis itu juga sangat menikmatinya. Awalnya Reno sempat tidak percaya jika gadis itu akan membalas ciumannya, karna selama ini sifat yang ditunjukan oleh Kanaya padanya, seolah jika gadis itu sama sekali tak menyukainya.


Reno terus menikmati bibir kanaya, bahkan pria itu menyusupkan lid*ahnya didalam rongga mulut Kanaya, bermain-main didalam, dan saling membelit lidah.


Oh apa yang telah aku lakukan ini, kenapa aku terkesan sangat murahan, kenapa aku bisa dengan mudahnya berciuman dengan supirku sendiri? tapi kenapa aku juga tidak bisa menolak pesona pria ini.


Batinnya yang sama sekali belum ingin menyudahi ciu*man diantara mereka, hingga akhirnya Reno lah yang menarik diri lebih dulu, karna takut ia kelepasan jika terus berlama-lama bersama gadis itu. Reno menatap wajah Kanaya yang memerah, lalu pandangannya beralih pada bibir gadis itu yang terlihat membengkak karna ulahnya. Namun sepertinya gadis itu masih belum sadar sepenuhnya, hingga suara bass milik pria yang ada dihadapannya itu, menyadarkannya dari lamunan.


'' Bagai mana nona, apakah anda masih meragukan kemampuan saya?'' ucap Reno dengan tatapan yang tak lepas dari wajah Kanaya, dimatanya saat ini, gadis itu begitu sangat cantik dan mempesona, ingin rasanya Reno kembali menyatukan bibir mereka, namun sepertinya kali ini gadis itu tidak akan membiarkannya.


'' Ya lumayan lah, dari pada tidak sama sekali.'' ucapnya, membuat Reno sama sekali tidak puas dengan jawaban gadis itu, karna menurutnya itu adalah ciu*man terbaiknya.'' Sepertinya kau harus lebih banyak belajar, agar ciuman mu itu bisa lebih baik.'' cibirnya, seolah dia lebih mahir dari pada Reno, padahal pria itulah yang lebih mendominasi saat mereka berciu*man tadi, setelah mengatakan itu Kanaya langsung meningalkan Reno begitu saja disana, untuk kembali kekamarnya, rasa haus yang tadi menyerangnya kini seolah sirna.

__ADS_1


Sesampainya dikamar, Kanaya langsung menutup pintu dan menyandarkan tubuhnya di daun pintu tersebut, gadis itu memegangi jantungnya yang sejak tadi terus berdetak dengan kencangnya, seakan ingin meledak.


Next


__ADS_2