Pesona Sopir Pribadiku

Pesona Sopir Pribadiku
Chapter 22


__ADS_3

Reno terus memperhatikan Kanaya yang terlihat sedikit mabuk, bagai mana tidak, gadis itu meminum hampir tiga gelas minuman tersebut, walaupun kadar alkoholnya tidak banyak, namun tetap saja akan membuat orang yang tidak pernah minum akan mabuk dibuatnya. Sebenar nya minuman tersebut disediakan untuk tamu dari pihak kolega tamu dari kedua orangtuanya Putri, hanya saja memang minuman tersebut, tidak dipisah secara khusus, hanya di batasi oleh meja lainnya saja.


'' Kak Reno kita dansa yuk? musiknya enak banget loh.'' ucap Nina


'' Maaf nona, saya tidak bisa.'' tolak Reno


'' Kalau gitu kita aja yang dansa, ayo sayang.'' sambung Kanaya sambil menarik tangan Dion menuju lantai dansa, yang memang disediakan untuk mereka yang memiliki pasangan.


Reno sendiri hanya bisa melihat sang nona berdansa dengan kekasihnya, apa lagi latar musik yang juga mendukung keduanya, untuk saling menyentuh satu sama lain. Dion meletakan tangannya di pinggang Kanaya, dengan kedua tangannya, sedangkan tangan Kanaya ia kalungkan dibelakang leher Dion.


'' Duh coba lihat mereka kak, romantis banget sih.'' ucap Nina yang memperhatikan dari kejauhan.'' Kak Reno ayolah kita juga dansa.'' ajak Nina lagi, dan Reno langsung mengiyakannya, membuat gadis itu bersorak senang.


Sedangkan dilantai dansa, Dion terus menatap wajah Kanaya, membuat wajah gadis itu memerah karna merasa malu.'' Wajahmu merona sayang, padahal aku hanya menatapnya, belum memulai yang lainnya ' ucap pemuda itu menggoda


'' Dion kamu bicara apa sih? gk usah aneh deh.'' rajuknya sambil mencebikkan bibirnya, membuat Dion semangkin gemas melihatnya, dan spontan pemuda itu langsung mengecup bibir Kanaya, membuat gadis itu langsung melototkan matanya karna kaget atas perbuatan kekasihnya itu. Reno yang melihat itu hanya bisa menggeram dalam hati

__ADS_1


Tiba-tiba musik mati, membuat semua orang sedikit kebingungan, begitu juga Dion dan Kanaya. namun itu tidak lama, karna setelah itu terdengar suara salah satu MC dari atas panggung.'' Perhatian semuanya, maaf jika tiba-tiba saya mematikan musik nya, tapi para tamu sekalian tenang saja, sebab setelah ini kami akan kembali memainkan musiknya, namun kali ini kita akan melakukan sedikit permainan.'' ucapnya membuat mereka semua riuh


'' Sebentar lagi, tim kami akan mematikan lampu diarea dansa, dan kami akan melakukannya tanpa aba-aba, jadi saat itu terjadi, kami minta silahkan kalian cari pasangan masing-masing, jika memang kalian berjodoh, pasti akan tetap pada masing-masing pasangannya, namun jika tidak, berarti dia bukan jodoh kalian, maka terimalah dengan lapang dada.'' ucap MC tersebut dibarengin dengan kekehan kecil, terdengar konyol memang, namun sepertinya banyak yang antusias ingin mencoba permainan tersebut.


'' Yang benar saja, permainan macam apa itu, bagai mana bisa mencari pasangan dalam gelap, gk aku gk mau melakukannya Nay, sebaiknya kita naik saja keatas.''.ucap Dion tak mau mengikuti permainan tersebut


'' Dion kenapa kita tidak mencobanya? sepertinya ini cukup seru, coba kamu lihat mereka, semua juga pada ingin melakukan permainan ini.'' ucap Kanaya


'' Iya termasuk sahabat dan sopir kamu, sepertinya mereka sudah cukup dekat satu sama lain.'' ucap Dion, namun saat Kanaya hendak menjawab tiba-tiba lampu padam, membuat mereka semua panik, dan mulai meneriaki nama pasangan masing-masing, begitu pula dengan Dion yang terus memanggil nama Kanaya, sambil terus meraba dalam gelap. Begitu pula dengan Kanaya yang juga melakukan hal yang sama, namun ia tak berteriak seperti yang dilakukan oleh Dion.


'' Nay kamu dimana? Kanaya kamu dengar?'' teriaknya


'' Aakkhh,,'' tiba-tiba Kanaya tersandung sesuatu, dan hampir terjatuh, tapi ia merasa ada seseorang yang menahan tangannya, hingga akhirnya Kanaya tidak mendarat diatas lantai


Gadis itu pun langsung meraba tangan yang membantunya, yang ia yakin jika tangan tersebut adalah tangan seorang pria.'' Siapa? apa ini kamu Dion? Dion jawab aku!" ucapnya, namun sosok tersebut masih diam, membuat Kanaya merasa penasaran, ia pun mulai meraba area tubuh pria tersebut, hingga kini jari-jarinya menyentuh wajah nya. Tiba-tiba ada yang mendorong tubuhnya dari belakang, membuat Kanaya secara tidak sengaja memeluk tubuh orang tersebut.

__ADS_1


Kanaya dapat mencium aroma parfum yang melekat ditubuh pria tersebut.


Aroma ini, ini aroma tubuh kak Reno


Batinnya, meskipun gadis itu sedikit mabuk, namun ia masih bisa mengenali seseorang


'' Kak Reno, apa ini kamu?'' ucapnya sambil memandang wajah pria tersebut dalam gelap, disaat itu pula lampu ditempat itu langsung menyala, membuat pandangan mereka seketika bertemu, bahkan wajah keduanya pun hanya berjarak beberapa senti saja.


Kanaya menelan ludahnya kasar, saat melihat Reno dari jarak sedekat itu, sungguh membuat jantungnya tidak aman


Deg-deg-deg


Suara detak jantung terdengar semangkin kuat berdetak, seperti orang yang habis lari maraton


'' Nona suara jantungmu sangat jelas terdengar.'' ucap Reno tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun, dari wajah Kanaya.'' Wajahmu juga terlihat memerah.'' sambung Reno, membuat Kanaya langsung menarik diri, namun dengan cepat pria itu menarik tubuhnya hingga tubuh keduanya menempel sempurna.

__ADS_1


'' Kak!" pekiknya saat merasakan tabrakan tubuh mereka, bagai tersengat aliran listrik bertegangan rendah, Kanaya bisa merasakan hangat tubuh Reno, begitupun sebaliknya, Reno bisa merasakan sesuatu yang empuk didepan dada bidang nya


next


__ADS_2