
Kanaya dan Dion baru saja sampai disalah satu villa.
'' Ayo turun sayang.'' ajak Dion
'' Ini rumah siapa Di?'' tanya Kanaya penasaran
'' Ini villa milik tante aku sayang, ayo masuk, disini kita bisa santai dan melepas penat.'' ucap Dion sambil mengajak Kanaya masuk. Sementara dari luar gerbang, Reno mengamati villa tersebut
'' Mereka masuk kevilla ini, ini kan villa milik Tante Lusi, apa Dion keponakan Tante Lusi yang diceritakannya kemarin?'' gumam Reno.
'' Maaf mas mau cari siapa?'' tanya satpam saat melihat Reno berdiri didepan gebang villa tersebut
'' Oh, saya mau cari yang punya Villa ini pak, kebetulan saya ada hal penting yang mau dibicarakan, dan kami berjanji mau brtemu disini
'' Maksud anda nyonya Lusi? tapi beliau tidak ada disini.'' ucap satpam tersebut
'' Iya saya tau, tapi saya ingin menunggu didalam boleh kan? saya tau didalam juga sedang ada keponakannya.'' sambung Reno lagi
'' Iya keponakan nyonya Lusi memang ada sih, baru sampai bersama dengan temannya,'' jelas satpam tersebut
'' Saya kenal, namanya Dion kan? bolehkan saya masuk? kebetulan saya juga ada kepentingan dengan nya.''
'' Sebenarnya mas ini berkepentingan dengan nyonya Lusi atau mas Dion sih?' ucap satpam tersebut merasa bingung
'' Dua-duanya pak, jadi gimana apa saya boleh masuk? bapak tenang saja, saya orang baik-baik, lagi pula bukankah bapak pernah melihat saya datang kesini bersama teman saya kemarin?'' ucap Reno lagi, teman yang ia maksud adalah Revan, Abang dari Kanaya, karna memang nante Lusi itu adalah kenalan Revan
' Baiklah, silahkan masuk!" jawab satpam tersebut yang akhirnya memperbolehkan Reno masuk.
__ADS_1
Sementara papa nya Anton sudah pergi sejak beberapa menit yang lalu, dijemput oleh asistennya, karna ada urusan mendesak, namun sebelumnya ia sudah memberitahukannya pada Reno.
'' Villa nya kok sepi banget sih Di? memangnya gk ada yang tinggal disini ya?'' tanya Kanaya sambil memperhatikan setiap sudut ruangan yang terlihat sepi.
'' Villa ini sebenarnya tidak ditinggali oleh Tante Lusi, namun ada kok yang tinggal disini, sepasang suami istri yang disuruh Tante Lusi untuk mengurus villa ini.'' jelas Dion, Kanaya yang mendengar hanya menganggukan kepala.
Dion membawa Kanaya ke sebuah ruangan agar bisa bersantai.'' Kamu tunggu sebentar ya, aku mau ambil minuman dulu.'' ucap Dion yang langsung meninggalkan Kanaya sendiri di ruangan tersebut. Sementara gadis itu terlihat sedang menatap ikan yang ada didalam sebuah aquarium yang cukup besar.
'' Waah, cantik-cantik sekali ikannya.' gumam Kanya sambil terus memperhatikan ikan tersebut, gadis itu mengitari aquarium yang cukup besar itu, hingga akhirnya ada sebuah tangan yang melingkar dipingang gadis tersebut, dan siap lagi pelakuknya kalau bukan Dion.
'' Sayang aku kangen banget sama kamu.'' ucapnya sambil memeluk tubuh Kanaya dari belakang.'' Itu aku sudah buatin minum ayo diminum.'' sambungnya sambil melepas pelukan dari tubuh kekasihnya, lalu menggiring tubuh Kanaya menuju sofa.
Saat ini keduanya duduk saling berdekatan, Dion menatap wajah Kanaya dan perlahan mendekati wajah sang kekasih, namun Kanaya secara replek menghindarinya, membuat Dion mengerutkan dahi.'' Kamu kenapa hem? apa ada masalah? katakan lah, mungkin aku bisa bantu.'' ucap Dion, Kanaya juga tidak mengerti dengan dirinya, hanya karna masalah Reno, ia jadi segalau ini, bahkan saat bersama dengan Dion pun ia tak bisa merasa happy seperti biasa.
'' Aku gk apa-apa Dion, hanya sedikit pusing aja.'' jawabnya beralasan.
'' Oh yasudah kalau gitu minumlah ini biar badan kamu lebih segar.'' ucapnya sambil memberikan jus jeruk pada sang kekasih
Glek-glek-glek
'' Gimana enak kan?'' ucap Dion sambil memperhatikan gelas yang sudah habis setengah.
'' Iya seger banget.'' jawab Kanaya sambil tersenyum
Beberapa saat kemudian Kanaya merasa gelisah, gadis itu mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah.'' Kok panas banget ya?'' gumamnya terlihat keringat mulai membasahi keningnya
'' Sayang kamu kenapa?'' ucap Dion, sambil meletakan ponselnya diatas meja, ia memperhatikan Kanaya yang mulai membuka satu kancing pakaiannya dibagian atas
__ADS_1
'' Gk tau Di, aku merasa gerah banget, tubuhku terasa panas, AC nya nyala gk sih Di? aku panas banget ini loh.'' ucap Kanaya lagi
'' Itu sudah nyala, mending kita kekamar aja yuk, disana pasti lebih adem.'' ucap Dion
'' Memangnya gk apa-apa?' tanya Kanaya
'' Gk apa sayang, ayo ikut aku!" ajak Dion yang langsung diangguki oleh Kanaya karna sudah merasa tidak tahan dengan rasa panas ditubuhnya.
'' Kok aku merasa panas gini ya tiba-tiba, memangnya kamu gk merasa panas?'' tanya Kanaya sambil mengikuti langkah Dion yang melangkah menuju kamar. Sedangkan di ruangan yang berbeda terlihat Reno mencari keberadaan Dion dan Kanaya, entah kenapa ia memiliki firasat yang tidak enak pada Dion, Reno takut jika pemuda itu melakukan sesuatu pada Kanaya.
'' Ini kamar siapa Dion?'' tanya Kanaya sambil memperhatikan kamar yang baru saja mereka masuki.
'' Ini kamar tamu sih, kita bebas disini, mau melakukan apapun tidak akan ada yang melarang.'' ucap Dion, sambil memperhatikan wajah Kanaya yang mulai memerah.
'' Dion panas banget, aku gk tahan.'' ucapnya dengan suara yang mulai berat, entah kenapa gadis itu merasa diarea pribadinya terasa aneh.
'' Sayang duduklah dulu nanti akan aku bantu kamu.'' ucap Dion sambil menyentuh bahu Kanaya, lebih tepatnya mengelus nya perlahan hingga lengan gadis itu, membuat Kanaya merasa kan tubuhnya seketika terasa sedikit sejuk saat Dion menyentuh kulit tubuhnya.
'' Dion sentuh aku.'' ucap Kanaya dengan mata yan mulai sayu.'' Aku merasa panas di tubuhku sedikit berkurang saat kamu menyentuhku.'' sambung Kanaya
Dion mengangguk, tanpa banyak kata pemuda itu langsung menyentuh tangan Kanaya, dan mulai mendekatkan bibir nya hingga bibir mereka kini bersentuhan. Gadis itu merasa sentuhan Dion mampu membuat Kanaya merasa kan hawa panas didalam tubuhnya sedikit berkurang.
'' Aah Dion.'' tanpa sadar Kanaya melenguh saat tangan Dion mulai meremas aset miliknya, dan itu semangkin membuat Dion bersemangat untuk melakukan aksinya lebih jauh.
Sedangkan Reno terus melangkah kan kakinya untuk mencari keberadaan keduanya.'' Aah sial, kemana mereka.'' gumam Reno merasa kesal karna tak melihat Kanaya mau pun Dion dimana-mana.'' Semoga Dion tidak melakukan apapun pada Kanaya, awas saja kau jika menyentuh Kanaya, akan ku pastikan tanganmu tidak bisa berfungsi lagi '' ucapnya dengan menahan amarah. Hingga sampai Reno melewati sebuah kamar, tak sengaja ia melihat kearah jendela kaca yang sedikit terbuka, seketika itu matanya melotot sempurna saat melihat Dion dan Kanaya bercium*an didalam kamar tersebut
'' Brengsek apa yang sedang mereka lakukan didalam?'' ucap Reno, ia pun langsung menuju kearah pintu kamar dan langsung membukanya
__ADS_1
Braakkk!!!
Next