
Tatapan kedua orangtuanya Kanaya terus tertuju pada pasangan yang ada didepan mereka saat ini, Kanaya dan Reno seperti tersangka yang tengah diintrogasi oleh polisi.
'' Cepat katakan Reno, apa yang sebenarnya telah terjadi?'' desak Maya lagi
'' Tante Maya, maafkan saya, karna saya sudah melakukan hubungan terlarang dengan Kanaya, dan saya berjanji akan segera bertanggung jawab, dan jika pun harus dihukum, saya juga bersedia menerimanya .'' ucap Reno dengan pandangan yang tertuju pada kedua orangtua Kanaya, Reno bertekat dalam hati jika dirinya harus menanggung semua buah dari perbuatannya, walaupun itu semua hanya sebuah keterpaksaan karna ingin menyelamatkan gadis tersebut
" Apa??? maksud nya kamu dan Kanaya sudah melakukan hubungan suami istri? begitu?" tanya Maya, wanita paruh baya itu menatap Reno dengan kemarahan diwajahnya, matanya melotot, seakan ingin melompat keluar, Kanaya yang melihat itu meremas ujung bajunya semangkin kuat, karna merasa takut dengan kemarahan orangtuanya.
Tak jauh beda dengan istrinya, Suryo pun merasa kaget dengan pengakuan Reno, namun pria paruh baya itu mencoba untuk tenang, pria paruh baya itu cukup mengenal Reno, dan ia sedikit meragukan apa yang dikatakan oleh pemuda tersebut, sebab Suryo tau jika Reno adalah sosok pemuda yang sangat melindungi, dan tidak mungkin melakukan sesuatu hingga diluar batas tanpa ada sesuatu dibalik itu semua, berbeda dengan Maya yang langsung marah dan meledak
'' Tante benar-benar gk nyangka sama kamu Reno, tampang aja yang alim, tapi kelakuan bejat, mau kamu itu apa sih? bukannya kamu sudah punya tunangan? apa tujuan kamu sebenarnya hah? kamu tau kan kalau Kanaya itu masih sekolah? usia nya masih tujuh belas tahun, jalannya masih panjang, kok kamu tega merusaknya, keterlaluan kamu, kurang ajar kamu Reno.
Bug-bug-bug
Maya memukul tubuh Reno membuat Kanaya terkejut dengan sikap anarkis sang mama, ia tidak menyangka jika ibu nya tersebut bisa sebrutal itu, begitu pun dengan Suryo, ia tak menyangka jika sikap bar-bar istrinya itu kembali muncul setelah bertahun-tahun berlalu
'' Mah, mama sudah mah, kasian kak Reno kalau mama terus pukulin dia.'' ucap Kanaya mencoba menghentikan sang ibu yang masih asik terlihat menganiaya pemuda itu.
'' Diam kamu Nay! setelah ini giliran kamu, jadi siap-siap saja.'' ucap Maya sambil menunjuk wajah putrinya, membuat Kanaya menelan ludahnya susah payah, sungguh saat ini Kanaya seperti melihat jika dihadapannya saat ini bukanlah Maya ibunya, tadi seekor singa yang sedang mengamuk.
'' Mah sudahlah, ini bisa kita bicarakan baik-baik.'' sambung Suryo mencoba menghentikan perbuatan istrinya.
'' Pah, apa papa juga mau belain mereka hah?''
__ADS_1
'' Bukan begitu mah, dengan mama bersikap seperti itu tidak akan menyelesaikan masalah, malahan nantinya dia bisa mati kalau terus mama pukul seperti itu, dan siapa yang nantinya akan bertanggung jawab pada Kanaya?'' sambung Suryo
'' Pah, kok papa bicara seperti itu sih? ya kalau Reno mati kan masih ada Dion, suruh saja dia bertanggung jawab.'' ucap Maya sambil melirik kearah Kanaya yang saat itu terlihat sedang memperhatikan wajah Reno yang lebam akibat tonjokan sang mama, sedangkan Kanaya yang baru menyadari ucapan Maya seketika membuat gadis itu langsung menggeleng kuat.
'' Tante saya yang melakukannya, jadi saya yang akan bertanggung jawab.'' ucap Reno
'' Kau? dasar pria brengsek, malam ini juga panggil orangtuamu dan suruh mereka untuk datang kesini!" ucap Maya dengan amarah yang masih menghiasi wajah wanita paruh baya tersebut, sedangkan Suryo hanya bisa menyerahkan semua nya pada sang istri, karna jika istrinya itu sedang dalam mode singa, maka percuma saja dia ikut campur, pasti masalahnya tidak akan selesai.
Kanaya yang merasa kasihan melihat Reno terus disiksa dan dimaki oleh orangtuanya langsung angkat suara.'' Mah sudah jangan salahkan kak Reno lagi! dia gk salah mah, aku yang salah, aku lah yang sudah menggodanya.'' ucap Kanaya, gadis itu berdiri menghadap sang ibu yang masih terus menyalahkan Reno
'' Apa maksud kamu? kamu bilang kamu yang menggodanya? apa ini Nay kenapa kalian membuat kepala mama pusing.'' ucap Maya sambil memegangi kepalanya yang terasa berdenyut
'' Mah, mah tenanglah.'' ucap Suryo sambil membawa istrinya duduk kembali.
'' Kanaya coba jelaskan yang sebenarnya sama papa dan mama, maksud kamu apa bicara seperti itu?'' ucap Suryo sambil menatap putrinya serius, begitupula dengan Maya yang tidak ingin ketinggalan berita
'' Nay.'' panggil Reno pelan, pria itu menggeleng, agar gadis itu tidak mengatakan yang sebenarnya, namun Kanaya sudah memutuskan akan tetap bicara yang sebenarnya.
Kanaya meremas jari-jemarinya, sebelum akhirnya gadis itu memulai pembicaraan.'' Sebenarnya waktu itu.....
***
Dikamarnya terlihat Kanaya sedang menangis sambil menenggelamkan wajahnya diatas bantal, setelah ia menceritakan semua nya. Maya kembali murka, wanita paruh baya itu tidak tau harus berkata apa lagi, ia bahkan tidak mau menatap wajah sang putri, wanita paruh baya itu menjadi serba salah, bagai mana mungkin putri yang selalu ia didik dengan baik, bisa menjadi seperti itu, tanpa mengatakan apapun Maya langsung menyuruh Kanaya masuk dengan cara membentaknya, Maya juga menyuruh Reno untuk pulang, dan kembali lagi dengan membawa kedua orangtuanya nanti malam untuk pembicaraan lebih lanjut.
__ADS_1
Malam pun tiba, saat ini Reno, papanya Anton beserta ibu tirinya Elina sedang dalam perjalanan menuju rumah keluarga Abraham. Reno belum mengatakan apapun pada orangtuanya, karna kedua orangtuanya Kanaya sudah lebih dulu mengundang keluarga mereka untuk datang kekediaman keluarga sahabatnya tersebut.
'' Pah kira-kira untuk apa ya mas Suryo dan mba Maya mengundang secara tiba-tiba begini?'' ucap Elina, saat ini wanita itu sedang duduk dijok belakang, sementara Anton sedang menemani putranya yang saat ini sedang menyetir.
'' Papa juga gk tau mah,'' jawab Anton namun matanya melirik kearah putranya yang terlihat masih sibuk mengendalikan kemudinya
Apa semua ini ada hubungannya dengan mu Reno?
Batin Anton
Tepat jam tujuh malam Reno dan keluarganya sampai dikediaman keluarga Abraham, namun begitu masuk Reno langsung mendapat sambutan bogeman mentah dari Revan sahabatnya, kejadian tak terduga itu tentu saja langsung membuat orang-orang yang ada disana berteriak
'' Revan apa yang kau lakukan?'' ucap Suryo yang langsung menarik tubuh putranya tersebut, sedangkan Anton dan Elina merasa kebingungan dengan yang terjadi
'' Ada apa ini? kenapa kamu memukul Reno? apa salahnya?'' tanya Anton
'' Iya kenapa kau memukul Reno? kami datang baik-baik malah begini sambutan keluarga kalian.'' sambung Elina marah
'' Seharuanya kalian tanyakan sendiri pada putra kesayangan kalian ini, heh pengecut, jelaskan pada mereka apa yang telah kau lakukan pada adik gue.'' ucap Revan, membuat Anton dan Elina menatap kearah nya.
'' Reno bisa kamu jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?''
Next
__ADS_1