Pesona Sopir Pribadiku

Pesona Sopir Pribadiku
Chapter 37


__ADS_3

Saat ini Reno dan Kanaya sedang dalam perjalanan menuju kediaman keluarga Abraham, sepanjang perjalanan keduanya saling diam, Reno dengan pikirannya sendiri, dan Kanaya dengan pikirannya sendiri, dibalik wajah sedih gadis itu, terlihat senyum yang mengembang karna sebentar lagi ia dan Reno akan bersama, entah kenapa tiba-tiba gadis itu sangat ingin memiliki sosok Reno, yang jelas Kanaya ingin menjadikan sosok Reno sebagai pendampingnya. Reno melirik kearah Kanaya yang terlihat menatap keluar jendela, raut wajah gadis itu sangat berbeda dengan isi hati nya yang riang gembira, melihat Kanaya murung seperti itu membuat Reno merasa sangat bersalah.


'' Nay, aku minta maaf karna sudah melakukan sesuatu diluar batasanku, saat itu aku bingung harus berbuat apa, dan itu jalan satu-satunya yang bisa kulakukan saat itu.'' ucap Reno, membuat Kanaya langsung mengalihkan pandangannya, ia tak menyangka jika Reno akan berkata seperti itu, jelas-jelas Kanaya masih ingat jika yang menggoda dan meminta Reno untuk menyentuh nya adalah dirinya sendiri.


( Duh kak Reno, aku jadi merasa bersalah, aku gk nyangka kamu sebaik ini kak, padahal aku yang saat itu menggodaku lebih dulu, namun kamu tidak mengatakan pembelaanmu padaku )


Batin


'' Semua sudah telanjur kak, yang terpenting saat ini adalah tanggung jawab kak Reno, aku ingin kamu mengatakannya pada mama dan papa.'' ucap Kanaya


'' Aku tidak yakin jika mereka akan menyetujuinya.'' ucap Reno


'' Maksud kak Reno?''


'' Ya aku tidak yakin saja kalau kedua orangtua mu akan merestui kita, lagi pula bukannya kamu masih sekolah?'' ucap Reno sambil menatap sekilas pada pada Kanaya, setelah itu kembali menatap jalanan yang ada didepannya


'' Kak aku gk apa-apa kalau kita nantinya tidak langsung nikah, kan bisa tunangan dulu, lagian masih banyak waktu, karna kan kita belum melakukannya, jadi tidak ada alasan buat kita nikah cepat.'' ucap Kanaya, membuat dahi Reno berkerut


'' Maksud kamu? bukannya tadi kamu yang maksa buat kita untuk memberitahukan ini sama mereka? ya kalau memang seperti yang kamu bilang ini, gk ada alasan, yasudah buat apa kita bilang sama mereka.'' ucap Reno


'' Eh maksud aku bukan begitu kak, enak saja kak Reno mau lepas tanggung jawab, walaupun gk menikah, kita kan bisa tunangan dulu, lagi pula siapa yang bisa jamin kalau nantinya kak Reno pindah kelain hati.'' ucap gadis itu membuat Reno tersenyum mendengar nya


'' Oh jadi kamu takut nih kalau aku pindah kelain hati?'' goda Reno


'' Yaialah, rugi dong aku, udah pernah kakak lihat dan kakak sentuh terus ditinggal gitu aja.'' jawab Kanaya, mendengar ucapan gadis itu membuat Reno langsung menepikan mobilnya.


' Loh kak kok berhenti? ada apa?'' tanya Kanaya heran

__ADS_1


'' Tadi kamu bilang aku udah pernah menyentuh kamu, memangnya dibagian mana kamu merasa jika aku sudah menyentuhmu?'' tanya Reno


'' Hah? itu---, ya tentu saja diarea pribadiku.'' jawabnya dengan wajah menunduk karna malu, karna memang ia ingat jika Reno telah melihat miliknya, bahkan merasakan nya


'' Oya, benarkah? tapi kok aku lupa ya? bagai mana jika aku menyentuhnya sekali lagi?'' ucap Reno membuat mata Kanaya langsung melotot


'' Jangan macam-macam kak Reno, nanti aku teriak loh.'' ancam nya


'' Kamu mau teriak? yaudah teriak saja, paling aku tinggal bilang kalau kamu itu istri ku yang sedang marah dengan suaminya.'' ucap Reno santai


'' Ih kak Reno nyebelin banget sih.'' ucap Kanaya dengan bibir yang dimonyongkan membuat Reno semangkin gemas melihat nya


DITEMPAT LAIN


'' Kamu sudah percaya kan sayang kalau aku dan Salsa tidak ada hubungan?'' ucap seorang pria pada kekasihnya dan siapa lagi kalau bukan Revan, saat ini pria itu sedang berada diapartemen Tita kekasih nya, setelah pulang dari cafe, kedua nya langsung memutuskan untuk pulang keapartemen.


'' Aku mau kita segera menikah Revan, aku tidak mau lagi nantinya ada wanita lainnya, yang mengaku-ngaku sedang mengandung anak darimu, maka itu aku mau kamu segera nikahi aku.'' ucap Tita


' Yasudah hari minggu besok kita akan kerumah orangtua kamu, dan besok aku akan memberitahukan rencana ini pada mama dan papa ku.'' ucap Revan


'' Terimakasih sayang.'' ucap Tita sambil tersenyum senang, setelah itu langsung memeluk tubuh kekasihnya.


Kembali pada Reno dan Kanaya


Saat ini mobil yang mereka tumpangi sudah sampai dihalaman kediaman keluarga Abraham, setelah memarkirkan mobil keduanya pun langsung turun, Kanaya melirik kearah Reno yang terlihat tegang, gadis itu pun langsung mendekat dan menggenggam tangan pria yang kini sudah merajai hatinya, bahkan kini posisi Dion sudah mulai tersingkir, bicara tentang Dion, sepertinya setelah ini gadis itu akan membuat perhitungan dengan nya. Reno melirik kearah tangannya yang digenggam oleh Kanaya yang ternyata bisa membuat perasaannya lebih tenang.


'' Bik mama dan papa mana?'' tanya Kanaya begitu mereka masuk kedalam rumah

__ADS_1


'' Ada diruang keluarga non.'' jawab nya


'' Oh diruang keluarga, ayo kak kita kesana.'' ajak gadis itu dengan semangat, membuat Reno hanya bisa menggelengkan kepalanya, sebenarnya Reno bingung harus bicara apa nantinya pada kedua orangtua Kanaya. ia takut jika mereka tidak akan menyetujui keinginan nya yang ingin melamar Kanaya, karna saat ini gadis itu masih sekolah.


Mau tak mau akhirnya Reno pun harus membicarakan semua ini pada kedua orangtuanya Kanaya, sebab Reno juga tidak ingin di cap sebagai pria yang tidak bertanggung jawab, walaupun mereka tidak melakukan perbuatan tersebut, namun tetap saja ia sudah melihat dan mencicipi milik gadis itu.


'' Pah, mah,'' sapa Kanaya sambil melangkah menuju sofa dimana kedua orangtuanya berada


'' Loh Kanaya kamu kok bisa bareng Reno sih?'' ucap Maya heran


'' Om, tante,'' sapa Reno sambil salim pada kedua orangtua Kanaya


'' Hei nak Reno apa kabar?'' sapa Suryo


'' Baik om.'' jawabnya


'' Ayo silahkan duduk, tumben ada apa?'' sambung Suryo, sambil mengerutkan dahi saat putrinya juga ikut duduk disamping Reno, tepat dihadapan mereka.


Suryo dan Maya saling pandang, entah kenapa perasaan mereka tiba-tiba tidak enak.'' Katakan ada apa ini?'' tanya Maya langsung, ia melihat gelagat aneh pada putrinya. dan Maya tau pasti telah terjadi sesuatu saat ini.


Reno merasa telapak tangannya berkeringat, menandakan jika dirinya sangat gugup saat ini.'' Eemm,, begini Tante Maya, om Suryo, kedatang saya kesini ingin mempertanggung jawabkan sesuatu.'' ucap nya dengan ekspresi wajah yang serius, membuat Maya dan Suryo menerka-nerka apa yang terjadi sebenarnya


'' Katakan cepat! sebenarnya ada apa ini?'' ucap Maya yang tidak sabar


'' Tante Maya, om Suryo, sebelumnya saya mau minta maaf sama om dan tante.'' ucap Reno, sambil menjeda ucapannya sebentar, untuk menarik nafas setelahnya membuangnya perlahan.'' Sebenar nya saya sudah melakukan suatu perbuatan yang tidak pantas pada putri kalian Kanaya, dan saya ingin bertanggung jawab atas perbuatan saya tersebut.'' ucap Reno


'' Maksud kamu apa Reno? kalau bicara itu yang jelas, kami tidak mengerti maksud kamu itu.'' kali ini Suryo yang bicara.

__ADS_1


'' Iya bicara yang benar kamu, tanggung jawab apa maksud kamu hah?'' sambung Maya dengan intonasi yang mulai tinggi,, wanita paruh baya itu menerka-nerka jika anak gadisnya sudah melakukan sesuatu diluar batas bersama Reno, dan Maya dapat melihat semua gelagat tersebut


Next


__ADS_2