
Jam sudah menunjukan pukul empat sore, terlihat seorang gadis baru saja terbangun dari tidurnya, gadis itu mengucek matanya sebelum indra penglihatannya benar-benar terbuka lebar.'' Aku dimana?'' ucapnya pelan, ia memperhatikan seisi kamar yang bernuansa abu-abu tersebut.'' Ini bukan kamarku, kenapa aku bisa ada disini? apa yang terjadi sebenarnya?'' gumamnya lagi merasa penasaran, gadis itu sama sekali tak mengingat apapun, mungkin karna masih ada sedikit pengaruh obat yang tersisa . Saat Kanaya mencoba berfikir tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka membuat gadis itu langsung mengalihkan pandangannya kearah pintu tersebut
'' Kak Reno.'' gumamnya saat melihat sosok pria
'' Kamu sudah bangun?'' ucap pria tampan tersebut, sambil melangkah menuju tempat tidur
'' Kak Reno, apa yang terjadi? dan aku ada dimana sekarang?'' ucap nya
'' Kamu ada diapartemenku sekarang Nay, apa kamu tidak ingat apa yang terjadi beberapa jam yang lalu?'' tanya Reno sambil menatap dalam kearah mata gadis itu.
Kanaya mencoba berpikir keras tentang penyebab dirinya bisa sampai berakhir diatas tempat tidur, apa lagi saat melihat dirinya yang sudah berganti pakaian. Namun seketika matanya melotot saat Kanaya mengingat kejadian beberapa jam yang lalu, bahkan gadis itu tak berani menatap Reno.
( Astaga aku baru ingat, haiss kenapa aku bisa melakukan hal itu sih, malu-maluin banget, gimana ini )
Batin Kanaya, saat ini gadis itu menundukan wajahnya karna merasa malu dengan Reno.
Flashback
Reno membawa Kanaya menuju kamarnya bermaksud ingin memandikan gadis itu dengan air dingin, namun tenyata diluar dugaan, Kanaya malah menarik tubuh Reno dan langsung menc*ium bibir pria itu dengan ganas, berbekal pengalaman yang tak seberapa, Kanaya terus melu*mat bibir tipis Reno, bermaksud ingin mencari sesuatu yang bisa membuat nya puas, namun ternyata itu tidak cukup, Kanaya pun mulai membuka kancing kemeja yang Reno kenakan, membuat pria itu replek menahan tangan gadis itu, Kanaya melepas ciu*man mereka lalu menatap mata pria yang ada dihadapannya penuh permohonan.
'' Kak plis aku sudah tidak tahan.'' rengek gadis itu.
'' Kanaya aku tidak bisa, sebaiknya kita kekamar mandi, ayo!" ajak Reno sambil menarik tangan Kanaya. Sesampai nya dikamar mandi Reno langsung mengguyur tubuh gadis itu dengan air dingin, tak puas hanya disitu, ia juga menyuruh Kanaya untuk berendam didalam bathtub untuk sedikit mengurangi rasa panas didalam tubuh gadis itu, hampir satu jam Kanaya berada didalam nya, namun sepertinya itu sama sekali tak mengurangi rasa panas yang kian membara didalam tubuhnya.
__ADS_1
'' Kak tolong aku kak, panas banget, kak ku mohon sentuh aku, aku gk tahan.'' ucap Kanaya memohon, membuat Reno merasa tidak tega melihat nya
( Dion kamu benar-benar lelaki bajingan, bagai mana mungkin kau bisa melakukan semua ini pada Kanaya.)
Maki Reno dalam hati
Kanaya bangkit dari bathtub, lalu membuka seluruh pakaiannya dan hanya menyisakan dalam*annya saja, hal itu tentu saja membuat mata Reno melotot kala melihat pemandangan yang ada dihadapannya, membuat pria itu langsung mengalihkan pandangannya. Bagai mana tidak, tubuh mulus milik Kanaya kini terpampang nyata dihadapannya, belum lagi dala*man yang ia gunakan ternyata sangat transparan, karna memang sudah basah hingga memperlihatkan dua bulatan kecil dibalik dua gunung kembar milik gadis itu, belum lagi gundukan daging tembem yang ada dibawah, membuat Reno meraup wajahnya frustasi.
'' Kanaya apa yang kamu lakukan?!" geram Reno, pria itu mencoba menahan ha*srat nya yang tiba-tiba bangkit, ia tak ingin memanfaatkan Kanaya karna kelemahan gadis itu.
'' Kak bantu aku kumohon.'' ucap nya, saat ini gadis itu sudah berada didepan Reno menatap dengan pandangan sayu, tanpa mengatakan apapun lagi Kanaya langsung menarik tangan Reno dan meletakan nya diatas dada nya, Kanaya butuh sentuhan, saat ini gadis itu juga butuh pelepasan, hingga akhirnya pertahanan Reno runtuh, pria itu pun mulai menikmati tubuh gadis itu, saat ini hati pikiran nya sedang tidak sejalan, namun ia bertekat hanya ingin membuat Kanaya mencapai pelepasannya tanpa mereka melakukan hubungan terlarang tersebut.
'' Baiklah, aku akan membantumu untuk terbebas dari siksaan ini.'' bisik Reno pelan tepat ditelinga Kanaya, membuat gadis itu memejamkan mata karna hembusan nafas Reno yang menerpa kulit lehernya.
Flashback and
Reno melangkah mendekati Kanaya, lalu duduk dipinggir ranjang tempat tidur.'' Kanaya aku gk nyangka ternyata kamu begitu agresif.'' ucap Reno berusaha menggoda gadis itu
Kanaya menatap Reno sejenak, sebelum akhirnya memprotes ucapan pria itu.,'' Ih kak Reno apaan sih? udah dong jangan dibahas lagi.' rengeknya merasa malu
'' Memangnya kenapa? kamu malu? lagian buat apa malu, toh aku juga udah lihat semuanya.'' ucap Reno pelan, saat ini pria itu menatap intens wajah Kanaya, membuat gadis itu merasa berdebar karna tatapan pria tampan yang ada didepannya saat ini.
'' Milikmu sangat nikmat.'' sambung Reno lagi, dan ucapan Reno itu sukses membuat wajah Kanaya memerah seperti tomat, sebenarnya Reno hanya ingin menggoda Kanaya saja, namun siapa sangka ia juga merasa ingin mengulang kejadian beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
Kanaya mencerna ucapan Reno barusan, gadis itu sedikit berpikir kenapa Reno bisa mengatakan seperti itu.'' Kak apa kita melakukannya?'' tanya Kanaya yang masih belum beranjak dari posisinya
'' Menurutmu?'' tanya balik Reno
'' Itu,, aku lupa.'' jawabnya
'' Apa yang kamu rasakan saat ini? apa milikmu sakit? jika sakit berarti kita melakukan nya.'' ucap Reno
'' Milikku tidak sakit, apa itu artinya kita tidak melakukannya?'' ucap Kanaya, entah kenapa ia berharap mereka sudah melakukannya, dengan begitu ia bisa meminta pertanggung jawaban pada Reno, sepertinya gadis ini memang benar-benar sudah jatuh hati pada Reno.
Reno hanya tersenyum menanggapi ucapan Kanaya membuat gadis itu sedikit kesal, namun sebuah ide muncul dikepalanya.
'' Hiks-hiks, kak Reno jahat huhuhu...
Kanaya tiba-tiba menangis membuat Reno sedikit panik.'' Nay kamu kenapa menangis?'' ucap Reno sambil menyentuh wajah gadis itu, namun segera ditepis oleh nya
'' Kka Reno jahat, kakak harus tanggung jawab sama aku, karna bagai mana pun kak Reno sudah melihat tubuhku.'' ucap nya dengan air mata yang masih berlinang
'' Ta-tanggung jawab? tapi kita tidak melakukan Nay, kamu masih perawan.'' jelas Reno, mendengar jawaban Reno Kanaya semangkin yakin jika pria itu sudah melihat miliknya, dan itu membuat Kanaya semangkin ingin membuat pria itu jadi miliknya.
'' Apa kamu tidak ingin bertanggung jawab kak? kita memang tidak melakukannya, tapi bukankah kau sudah melihat milikku? kalau tidak, kenapa kak Reno bisa tau jika aku masih perawan?'' ucap Kanaya dengan tangisan yang semangkin kencang, dan itu berhasil membuat Reno kalang kabut, sebenar nya pria itu bukannya tidak mau bertanggung jawab, karna memang tujuan utamanya ialah menjadikan Kanaya miliknya, namun bukan dengan cara seperti ini, bagai mana caranya menjelaskan pada kedua orangtua gadis itu? pikirnya
Next
__ADS_1