Pesona Sopir Pribadiku

Pesona Sopir Pribadiku
Chapter 14


__ADS_3

Dengan langkah lebar Reno melangkah kan kaki nya menuju mobil berwarna merah, yang terparkir tak jauh darinya melangkah saat ini, ada rasa marah dihatinya saat Kanaya mengacuhkannya begitu saja, padahal tadi Reno jelas melihat saat gadis itu menatap kearah nya, bahkan tatapan mata mereka sempat bertemu beberapa saat, hingga akhirnya gadis itu yang mengalihkan pandangannya ke arah lain, dan sekarang Reno melihat gadis itu malah naik kedalam mobil lain, tentu saja hal itu membuat nya merasa geram.


Melihat Reno meninggalkannya Nina pun langsung mengejar pria tersebut.'' Eh-eh, kak Reno mau keman sih buru-buru amat.'' Nina kembali mencegahnya dengan kembali menarik tangan Reno, namun dengan cepat pria itu menepisnya.


'' Saya akan menyusul nona Kanaya dia sekarang ada di dalam mobil pacarnya '' ucap Reno yang langsung melanjutkan langkahnya menuju parkiran, dan mau tak mau Nina pun mengikutinya dari belakang.


Sedangkan didalam mobil Dion langsung memeluk kekasihnya, rasanya sudah lama sekali ia tak memeluk gadis itu, membuatnya sangat rindu.'' Akhirnya aku bisa memeluk kamu dengan bebas tanpa ada yang mengawasi.'' ucap Dion sambil mendekap tubuh Kanaya dengan erat.


'' Tapi jangan terlalu erat Di, tubuh aku sakit tau.'' ucapnya sambil memukul manja dada sang kekasih.


'' Sayang kamu suka banget mukul aku disitu, sekali-kali itu dikecup, bukan dipukul mulu.'' ucap Dion membuat Kanaya kembali memukul tubuhnya karna ucapan pemuda itu barusan.


'' Loh-loh kok mangkin dipukul sih.'' protesnya sambil menangkap tangan sang kekasih.


'' Ya habisnya kamu mesum banget sih.''


'' Loh kok mesum? aku kan cuma bilang aja, bukannya kasih contoh, apa jangan-jangan kamu mau aku memberikan contohnya hem?'' ucapnya menggoda.


'' Tuh kan mulai lagi kamu.'' ucapnya sambil mengerucutkan bibir, membuat Dion semangkin gemas

__ADS_1


'' Kalau cewek cantik mau dijelekin kayak mana pun tetap cantik.'' ucapnya sambil menatap wajah Kanaya, mendengar ucapan Dion tentu membuat gadis itu salah tingkah, bahkan wajahnya terlihat merona.


'' Aku sayang banget sama kamu Nay, ku mohon jangan pernah tinggalin aku.'' ucapnya serius


'' Iya aku juga sayang sama kamu Di.'' jawab Kanaya, gadis itu memejamkan matanya saat Dion mulai mendekatkan wajahnya, pria itu menatap bibir pink alami milik Kanaya bibir tipis itu terasa sangat menggoda dimatanya, dan tanpa pikir panjang Dion langsung mencium bibir Kanaya, mengecupnya dengan lembut, Kanaya yang mulai terbuai pun membalas ciuman tersebut, hingga akhirnya mereka saling mengecup satu sama lain, bahkan tangan Dion dengan berani mulai menyentuh aset kembar milik sang kekasih, membuat Kanaya langsung tersentak. Bersamaan itu terlihat Reno yang mulai menggedor-gedor kaca mobil tersebut, membuat keduanya langsung melihat kearah Reno.


'' Buka! Kanaya buka pintunya!" Reno terus berteriak memanggil nama Kanya tanpa ada embel-embel nona seperti biasa, dan itu membuat Nina merasa heran. Namun Reno tidak perduli, terlihat pria itu terus menggedor kaca mobil tersebut dengan sangat kuat, kalau bisa ia pecah kan sekalian kaca tersebut.


'' Kak Reno jangan keras-keras, nanti bisa rusak mobil orang kalau kak Reno seperti itu.'' ucap Nina, namun Reno masih tak memperdulikannya, yang terpenting baginya sekarang Kanya harus segera keluar dari dalam mobil itu,, ia tidak ingin gadis itu melakukan hal bodoh dengan kekasihnya didalam mobil tersebut


'' Kanaya buka!!" Reno kembali berteriak, untung saja sekolah sudah sepi, jika tidak pasti kelakuannya itu akan membuat perhatian murid sekolah tersebut.


Tak lama terlihat pintu mobil terbuka dari dalam, membuat Nina melongo saat melihat Kanaya keluar dari dalam mobil kekasihnya itu.'' Astaga Nay, ternyata sejak tadi kalian didalam?'' ucapnya sambil memperhatikan wajah Kanaya dan Dion secara bergantian. Begitu juga Reno yang melihat Kanaya dengan pandangan tajam, pria itu juga memperhatikan penampilan Kanaya dari atas sampai bawah, takut jika gadis itu sudah melakukan sesuatu dengan Dion, namun Kanaya sendiri seolah tak perduli dengan tatapan tajam yang dilayangkan oleh sopirnya tersebut pada dirinya.


'' Kalian ini kenapa sih gedor-gedor mobil orang sembarangan seperti itu? gk bisa apa panggil dengan cara baik-baik.'' kesal Kanaya, ia melirik kearah Reno sekilas, setelah itu membuang pandangannya kearah lain.


'' Nay, loe ngapain sama Dion didalam siang bolong begini, kalian mau buat mesum ya?'' tuduh Nina, membuat Kanya langsung menyentil kening gadis itu.


Pletaak

__ADS_1


'' Aaw, Nay loe apa-apaan sih? sakit tau '' protesnya kesal, ia mengelus keningnya yang terasa sakit karna ulah sahabat nya tersebut.


'' Makanya loe kalau bicara itu jangan sembarangan, enak aja nuduh orang mau berbuat mesum.'' ucapnya tak terima, namun berbeda dengan Dion yang terlihat biasa, dan itu membuat Reno menatap tak suka pada pemuda tersebut.


'' Ada apa anda sampai menggedor mobil saya seperti itu?'' ucapnya sambil menatap kearah Reno dengan pandangan tajam


'' Tentu saja karna saya ingin membawa nona saya pulang kerumah dengan selamat.'' jawab Reno sambil membalas tatapan Dion tak kalah tajam, membuat Kanaya mau pun Nina saling pandang, mereka takut jika kedua pria tersebut berkelahi.


'' Memangnya anda pikir jika Kanaya bersama saya dia akan celaka begitu?'' ucap Dion yang mulai tersulut emosi


'' Bisa saja, anda juga tidak bisa menjaminnya kan?''


'' Tapi saya adalah kekasihnya, saya akan melindungi Kanaya jika terjadi sesuatu padanya, dan kau hanya sopir, ingat kau hanya seorang sopir, jadi jangan sok bertindak seperti kekasihnya.'' ucap Dion penuh dengan penekanan disetiap kalimatnya.


'' Anda benar saya memang hanya seorang sopir, tapi tugas seorang sopir adalah mengantar dan membawa pulang majikannya adengan selamat.


Nina yang sejak tadi melihat argumen dari kedua pria itu langsung melerai nya, karna takut akan terjadi suatu hal yang tak diinginkan.'' Hei sudah-sudah jangan berdebat lagi, Nay sebaiknya kamu pulang dengan kak Reno sekarang, ayo cepat sana.'' ucapnya sambil mendorong tubuh sahabatnya menuju mobil meninggalkan kedua pria yang masih saling menatap dengan tatapan permusuhan.


Next

__ADS_1


__ADS_2