
Masih ditempat yang sama, Kanaya masih berdiri didepan pintu kamar Revan, entah kenapa dirinya sangat penasaran dengan apa yang terjadi didalam kamar abangnya tersebut, hingga dengan berani gadis itu mencoba untuk mengintip kamar abangnya tersebut.
Hanya sedikit, ya sedikit tidak pasti apa-apakan?
Batinnya, meyakinkan pada diri sendiri
Perlahan gadis itu mendorong pintu tersebut, pelan, sangat pelan sekali agar tak terdengar oleh sepasang dua manusia yang ada didalam kamar tersebut, sesungguhnya Kanaya bukannya tidak tau apa yang sedang dilakukan oleh Revan dan kekasihnya tersebut, karna sebenarnya gadis itu tidaklah sepolos yang dilihat oleh keluarganya, tanpa mereka ketahui, Kanaya juga sering menonton adegan-adegan dewasa dari layar laptopnya, bahkan gadis itu pernah menyentuh miliknya sendiri karna ikut terang*sang saat melihat adegan yang ia tonton tersebut, dan itu terjadi karna ajakan Nina sahabatnya, sungguh sangat merusak memang, namun semenjak itu Kanaya sering menonton film berbau ranjang. Bahkan seminggu bisa tiga sampai empat kali ia melihatnya. Dan sekarang Kanaya penasaran ingin menontonnya secara live. Dengan jantung yang berdebar, Kanaya mulai mengintip kedalam ruangan tersebut, seketika matanya melotot dengan mulut ternganga, namun dengan cepat gadis itu penutupnya dengan tangannya, saat ini ia melihat kekasih dari abangnya tersebut berada tepat diatas tubuh Revan, Kanaya melihat Tita terus bergerak naik turun diatas tubuh abangnya tersebut, bahkan keduanya terlihat tidak memakai apapun, membuat tubuh Kanaya seketika menegang, tubuhnya terasa panas dingin, melihat adegan dewasa tersebut, Kanaya mencoba menelan ludahnya berkali-kali saat melihat adegan panas tersebut, yang terasa mulai kering, gadis itu bukannya pergi dan menghentikan aksi mengintip yang ia lakukan, justru Kanaya tanpa sadar semangkin ingin melihat permainan mereka. Terlihat Tita terus menciu*mi bibir dan wajah Revan dengan sangat bergai*rah, sedangkan tubuh keduanya dibagian bawah terus saling bertabrakan satu sama lain, untung saja Kanaya tidak melihat pusaka milik Revan yang memang sudah tenggelam seutuhnya didasar goa milik Tita, karna memang tubuh bagian bawah keduanya tertutup oleh selimut, meski pun begitu ia tau jika saat ini milik keduanya sedang saling memberi kenikmatan. Saat Kanaya asik memperhatikan kegiatan keduanya, tiba-tiba ada suara yang memanggil namanya membuat gadis tersebut langsung menoleh keasal sumber suara.
'' Reno.'' ucapnya tanpa bersuara, wajahnya seketika memucat, takut jika Reno mengetahui kelakuannya yang sedang mengintip, apa lagi saat ini pria itu sudah berada didepannya, membuat gadis itu seketika menjadi gugup, ia sangat takut Reno tau kelakukan buruknya yang sedang mengintip sang abang sedang melakukan aktivitas ranjang bersama kekasihnya itu.
'' Nona anda sedang apa dikamar pak Revan?'' ulang Reno, dengan pertanyaan yang sempat ia ucapkan sebelumnya, mendengar suara Reno, Kanaya langsung meletakan jari telunjuknya dibibir pria tersebut, bermaksud menyuruhnya untuk diam, dengan jari yang masih menempel dibibir Reno, Kanaya cepat-cepat menutup pintu kamar milik Revan secara perlahan, setelah memastikan pintu telah tertutup sempurna, Kanaya langsung melepaskan jarinya dari bibir pria itu.
'' Ada apa nona? apa anda baru saja sedang mengintip Abang anda sendiri?'' selidik Reno sambil menyipitkan matanya, membuat kanaya langsung gelagapan
'' Apa kau bilang, aku mengintip? enak saja, untuk apa aku ngintip mereka yang lagi e*na-e*na, seperti kurang kerjaan saja.'' ucapnya tanpa sadar, setelah itu ia langsung membungkam mulutnya dengan tangan karna merasa sudah salah bicara
Astaga nih mulut ember banget sih
Batinnya merutuki diri sendiri
'' Nona, apakah anda...,,'' Reno sengaja menggantung kalimat nya, ia ingin tau reaksi gadis tersebut.
'' Ck, kau ini ya,,, ayo ikut denganku!" ucapnya sambil menarik tangan Reno untuk menjauh dari kamar tersebut.
Saat ini mereka sedang berada disudut ruangan dengan lampu yang tidak terlalu terang, karna memang berada dipojokan.'' Dengar ya pak sopir! tadi itu aku tidak sengaja melihat nya, lagi pula salahkan mereka, kenapa tidak menutup pintu dengan rapat.'' ucapnya seolah dirinya tidak bersalah karna sudah mengintip
__ADS_1
'' Apa yang kau lihat didalam kamar tadi nona?'' tanya Reno sambil menatap wajah putri dari keluarga Abraham tersebut.
'' Hah? a-aku tadi lihat itu-anu...,'' Kanaya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia merasa bingung harus menjawab apa pertanyaan pria yang ada didepannya saat ini. tidak mungkin kan dia menjawab yang sebenarnya, walaupun sudah jelas jika Reno juga tau apa yang telah ia lihat barusan.
'' Kenapa aku harus menjelaskannya padamu, kau kan hanya sopir dirumah ini, sudahlah sebaiknya aku kembali kekamarku.'' ucap nya yang langsung meninggalkan Reno sendiri disana, baru beberapa langkah Kanaya menjauh, tiba-tiba kata-kata pria itu seketika menghentikan langkahnya.
' Apa tadi kau melihat mereka melakukan hubungan terlarang?'' ucapnya membuat Kanaya langsung membalikan badannya.
Gadis itu mengerjab beberapa kali, sebelum akhirnya ia kembali melangkah mendekati Reno.'' Jika pun aku melihat nya, memangnya kenapa? aku sudah delapan belas tahun, dan aku sudah dewasa, aku sudah biasa melihat adegan seperti itu, dan tentunya tidak masalah dong jika aku melihat adegan seperti itu?!" ucapnya membela diri sendiri, menurut Kanaya dirinya sudah cukup umur untuk mengetahui masalah hubungan intim seperti itu.
'' Oh jadi begitu ya?'' ucap Reno sambil mengangguk-anggukan kepalanya
'' Begitu apanya? maksud kamu apa?''
Ah sial, kenapa juga aku harus mengatakan semua itu padanya, akhirnya jadi ketahuan kan? bagai mana kalau dia bilang sama bang Revan? atau sama mama dan papa? bisa dilempar aku ke bulan oleh mereka.
Batinnya
'' Nona kenapa diam?''
'' I-itu maksud ku walaupun aku sudah biasa melihat adegan seperti itu, bukan berarti aku pernah melakukannya? aku masih perawan,. bagai mana mungkin aku akan melakukannya dengan sembarang laki-laki.'' jelasnya
Apaan sih aku, untuk apa aku harus menjelaskan semua itu padanya, dia kan bukan siapa-siapa aku, keluarga bukan, pacar juga bukan, dia hanya sopir kenapa aku harus susah payah menjelaskannya
Batin Kanaya lagi
__ADS_1
'' Oh baguslah kalau begitu.'' ucap Reno membuat Kanaya mengerutkan dahi
'' Apanya yang bagus?'' tanya gadis itu
'' Ya bagus kalau misalkan nona belum pernah melakukannya,itu berarti iman nona kuat, tapi bukankah nona bilang sering menonton film itu, apa nona sendiri tidak meras penasaran dengan rasanya?.'' sambung Reno lagi, ia sengaja ingin menggoda gadis tersebut, karna Reno ingin mendengar jawaban apa yang akan diberikan oleh gadis itu padanya
'' Memang rasanya gimana?'' tanya nya polos, Reno tersenyum dalam hati melihat kepolosan gadis yang ada didepannya saat ini, setau Reno Kanaya sudah satu tahun berpacaran dengan Dion, dan kemungkinan benar itu artinya jika sampai sekarang mereka belum pernah melakukan hal-hal yang diluar batas, mengetahui kenyataan itu pria tampan tersebut bernapas lega
'' Sudahlah sebaiknya lupakan saja, ini sudah terlalu malam nona, dan sebaiknya anda segera kembali kekamar.'' ucap Reno mengalihkan pembicaraan.
'' Apa kamu pernah melakukannya?'' tanya Kanaya tiba-tiba membuat Reno menjadi salah tingkah karna pertanyaan gadis yang ada didepannya tersebut.
'' Ekhem..''
Reno berdehem untuk menetralkan detak jantungnya karna mendapat pertanyaan yang entah kenapa malah membuatnya berdebar.
'' Apa menurutmu saya seperti pria yang sudah pernah melakukannya?'' tanya balik Reno, Kanaya tidak menjawab , justru gadis itu dengan sengaja malah melangkah mendekati Reno, membuat pria tersebut reflek mundur satu langkah.
'' Apa yang sedang kau lakukan nona?'' ucap Reno, saat Kanaya mencondongkan wajahnya pada dirinya, membuat Reno harus menahan nafas beberapa detik, sungguh aroma vanila yang melekat di tubuh gadis itu membuat Reno ingin selalu berdekatan dengan gadis tersebut. Kanaya menyipitkan matanya menatap intens pada Reno, sedetik kemudian lalu kembali menarik diri, dan sedikit menjauh dari Reno membuat pria itu menghela nafas lega.
'' Jadi apa yang anda lihat nona?'' ucap Reno untuk mengalihkan rasa gugupnya karna tindakan Kanaya barusan
'' Mama bilang kalau usia mu sama dengan bang Revan dan itu artinya pasti kau juga sudah pernah merasakannya benarkan??
Next
__ADS_1