Pesona Sopir Pribadiku

Pesona Sopir Pribadiku
Chapter 31


__ADS_3

Saat ini terlihat Kanya merasa tidak nyaman dengan sosok yang sejak tadi terus mencoba mengajaknya bicara.


'' Nona Kanaya apa anda datang sendirian?'' tanya pria tersebut, yang diperkirakan seumuran dengan Reno


'' Tidak, saya kesini bersama dengan kedua orangtua saya kak.'' jawabnya sambil tersenyum paksa.


'' Kanaya kamu sangat mirip dengan mantan pacar saya.'' jelasnya, membuat Kanaya menaikan kedua alisnya


'' Mantan pacar?'' ucap gadis itu, yang diangguki oleh pria tersebut


'' Kak Galih bisa saja, masa mirip sih?''


'' Iya benar, ini foto nya kalau kamu tidak percaya.'' ucap pria yang bernama galih tersebut sambil memperlihatkan sebuah foto yang ia keluarkan dari dompetnya.


Kanaya meraih sebuah foto yang ditunjukan oleh pria tersebut, lalu melihatnya dengan seksama.'' Ya sedikit mirip sih, tapi kayaknya lebih cantikan aku deh.'' cerocosnya tanpa sadar, membuat pria itu terkekeh pelan, Sedangkan dari kejauhan, Reno yang melihat keduanya semangkin akrab merasa tidak suka.


'' Mah sebaiknya kamu panggil Killa,'' ucap Suryo pada istrinya


'' Loh emang kenapa pah? toh dia hanya duduk bersama pria itu kan? lagian Elina bilang dia mengenal pemuda itu, benarkan El?'' ucap Maya memastikan


'' Iya, dia anak dari teman papa ku, namanya Galih.'' jawabnya


'' Tuh kan, biarin aja, toh kita masih bisa memantaunya dari sini, benarkan Reno?'' ucap Maya sambil melirik Reno yang ia tau sejak tadi terus menatap kearah putrinya dengan tatapan tak suka, lebih tepatnya pada pria yang berada disamping putrinya itu.


(Sepertinya Reno tidak suka jika Kanaya bersama pria itu, ada apa ya?)


Batin Maya bertanya-tanya


Tiba-tiba handphone milik Kanaya berbunyi, cepat-cepat gadis itu mengangkatnya, karna melihat panggilan tersebut dari sang mama


'' Iya hallo mah?''


''...............''

__ADS_1


'' Mama dimana? kok tau kalau aku lagi sama cowok?'' ucap Kanaya dengan handphone yang masih bertengger ditelinganya, gadis itu celingak-celinguk mencari-cari dimana keberadaan Maya, sampai akhirnya gadis itu melihat ibunya yang sedang melambai kan tangannya.


'' Mm, kak permisi saya dipanggil oleh mama saya.'' ucapnya


'' Yang mana?'' tanya pria itu kepo


'' Itu kak, yang ada ditengah-tengah.'' ucapnya sambil menunjuk kearah diman mama dan papanya berada


'' Oh, yang itu ya?''


'' Iya kak, kalau begitu saya permisi dulunya kak.'' ucap Kanaya yang langsung beranjak dari duduknya. dan melangkah menuju meja dimana kedua orangtuanya berada, sedangkan pria tersebut masih setia memperhatikan Kanaya.


Sedangkan Kanaya sendiri, saat melangkah menuju dimana kedua orangtuanya berada, menyipitkan mata, saat melihat seseorang yang sangat pamiliyar dimatanya.


( Kak Reno, kenapa dia ada disana? dan wanita itu, mereka juga berada disana bersama mama dan papa, itu artinya mama dan papa kenal dengan mereka?)


Batin Kanaya bertanya-tanya


'' Mah, pah, sapa Kanaya setelah berada didepan meja mereka. Kanaya sempat melirik kearah Reno yang tenyata juga sedang menatap kearahnya


'' Maaf mah.'' hanya itu kata yang keluar dari mulut Kanaya, sebab gadis tersebut sangat penasaran dengan pemandangan yang ada didepannya saat ini, gadis itu penasaran, kenapa sopirnya itu bisa duduk bersama kedua orangtuanya, siapa sebenar ya Reno, pikirnya


Diandra terus memperhatikan sosok gadis remaja cantik yang ada didepannya, walaupun usia Kanaya masih delapan belas, namun gadis itu memiliki tubuh yang sangat sempurna, membuat siap saja tidak akan menyangka jika dirinya masih berusia delapan belas tahun. Elina juga sama, pandangan wanita itu tak luput dari sosok kanaya, entah apa yang dipikirkan wanita itu saat ini, yang jelas tatapan matanya terlihat sinis saat melihat gadis itu, dan Kanaya menyadari itu.


'' Oya sayang, kenalin ini sahabat papa dan mama, om Anton,'' ucap Maya yang mulai memperkenalkan putrinya pada keluarga sahabatnya


'' Om,'' sapa nya sambil mencium tangan lelaki paruh baya tersebut


'' Wah, anak gadis kalian benar-benar cantik,'' puji Anton sambil tersenyum, membuat Kanaya juga ikut tersenyum, sedangkan Elina hanya memperhatikan saja tanpa ingin berkomentar.


'' Nah sayang kalau yang itu Tante Elina istrinya om Anton, dan Tante Elina ini lah yang sedang berulang tahun.'' jelas Maya.


'' Kanaya Tante, oya, selamat ulang tahun Tante. '' ucapnya sambil salim.

__ADS_1


'' Terimakasih.'' jawabnya singkat


'' Dan itu kamu pasti kamu sudah tau kan siapa dia?'' ucap Maya, dan Kanaya hanya melirik tanpa ingin menjawabnya


'' Dia Reno dan dia adalah putra om, Kanaya.'' sambung Anton lagi, membuat Kanaya terkejut mendengarnya


'' Apa, putra om??'' ucap nya sambil menatap kearah Anton, lalu pandangannya beralih kearah Reno


'' Kanaya.'' ucapnya dengan suara pelan, Reno bisa melihat raut wajah keterkejutan, sekaligus kecewa yang ditunjukan oleh gadis itu


'' Dan ini Diandra calon istrinya Reno.'' sambung Elina tiba-tiba, membuat mata Kanaya melotot sempurna dan tentu saja tatapan gadis itu langsung mengarah pada sosok Reno yang sejak tadi menatap kearahnya, sungguh kenyataan ini benar-bdnar membuat kepalanya berdenyut, Reno yang melihat Kanaya menatap kearahnya langsung menggelengkan kepala, saat Kanaya menatap kearahnya, mengartikan bahwasannya ucapan mama tirinya tersebut tidak benar, namun Kanaya langsung membuang pandangannya kearah lain.


( Apa calon istri? apa itu artinya mereka sudah bertunangan? dasar laki-laki playboy, jadi selama ini dia sudah memiliki calon istri, lalu maksudnya apa kemarin? kenapa dia menciumku? apa itu semua tidak ada artinya sama sekali ) batin Kanaya dengan perasaan sesak didadanya, Kanaya berasa hatinya sakit, bagai teriris pisau namun tak berdarah, rasanya perih.


'' Hei Kanaya kau tidak apa-apa?'' ucap Elina lagi, yang seketika membuyarkan lamunannya


'' Hah? oh iya tidak apa-apa tante,'' ucap Kanaya sambil tersenyum tipis


'' Duduk lah, dan nikmati pestanya,'' ucapnya lalu pandangannya pindah kearah suaminya.'' Pah, itu nyonya Lusi, kita kesana yuk menyambut mereka.'' ucap Elina mengajak Anton suaminya.


'' Loh tapi kan ada Suryo dan Maya, masa ditinggal sih?'' ucap Anton merasa tidak enak


'' Tidak masalah, kalian kesana saja, kami akan menikmati pestanya.'' jawab Suryo


'' Beneran tidak tidak apa-apa? saya merasa tidak enak nih meninggalkan kalian.'' tambahnya lagi


'' Iya tidak apa-apa, kan ada Reno.'' sambung Maya sambil melirik pria yang berada tak jauh darinya.


'' Kalau gitu kami tinggal dulu ya mba Maya, mas Suryo.'' ucap Elina sambil berlalu, tentunya setelah mendapat anggukan dari kedua pasangan suami istri tersebut.


Setelah kepergian keduanya, pandangan Suryo dan Maya beralih pada pasangan yang ada disamping mereka.'' Rencananya kapan kalian akan menikah?'' tanya Suryo membuat Kanaya terbatuk karna tersedak ludahnya sendiri, begitu pula Reno, pria yang tadinya sedang berbalas pesan, hampir saja menjatuhkan ponsel yang ada ditangannya saat itu sangkin kagetnya, sedangkan Diandra sendiri terlihat tersenyum lebar, saat mendengar ucapan Suryo, yang berarti menganggap jika dirinya adalah calon istrinya Reno


'' Tante tidak menyangka jika kamu ternyata sudah memiliki calon istri Ren.'' sambung Maya sambil melirik kearah putrinya Kanaya

__ADS_1


Next


__ADS_2