Pesona Sopir Pribadiku

Pesona Sopir Pribadiku
Chapter 25


__ADS_3

Reno masih memperhatikan gadis yang ada didepannya saat ini, wajah Kanaya yang memerah membuat Reno merasa penasaran. Entah karna efek minuman, atau karna kejadian dikamar hotel.'' Nona kenapa wajah anda merah seperti itu? apa telah terjadi sesuatu dikamar itu?'' tebak Reno, sebenarnya ia sangat penasaran dengan apa yang terjadi antara Kanaya dan Dion dikamar itu sebelum dirinya datang, sebab Reno sempat melihat ada tanda merah keunguan dileher bagian belakang gadis itu.


'' I-itu,,


'' Apa yang harus aku katakan pada Reno, sepertinya dia mencurigai sesuatu.''


Batinnya


'' Nona?'' panggil Reno lagi, rasanya ia sudah tidak sabar ingin mendengar penjelasan dari gadis yang ada didepannya saat ini.


'' Kak Reno kok jadi kepo banget sih dengan urusanku? dengar ya, kak Reno itu bukan siapa-siapa aku, keluarga juga bukan, jadi jangan berlagak seperti bang Revan deh, aku gk suka.'' ucap Kanaya dengan nada sedikit kasar, yang sebenarnya hanya bermaksud agar Reno tak lagi mempertanyakan masalah yang sama, walaupun ada rasa sesal dihatinya setelah mengatakan itu padanya.


Mendengar ucapan Kanaya Reno menarik diri, sedikit menjauh dari gadis itu, walaupun ada sedikit rasa sedih karna perkataan Kanaya barusan, namun Reno tak terlalu mengambil hati perkataan gadis itu, sedangkan Kanaya sendiri yang melihat Reno menjauh darinya seketika merasa tidak rela, dan dengan cepat gadis itu mengklarifikasinya'' Maafkan aku kak Reno, tapi kami memang tidak melakukan apapun saat itu, aku masih perawan.'' ucapnya, entah kenapa ia harus menjelaskan itu pada Reno, yang pasti Kanaya tidak ingin membuat Reno salah faham, seperti seorang kekasih yang menjelaskan pada orang yang dicintainya, sedangkan jelas-jelas mereka juga tidak memiliki hubungan apapun, dan Kanaya tidak wajib untuk menjelaskan apapun pada pria itu.


Dalam hati Reno tersenyum mendengar jawaban polos Kanaya, namun meskipun begitu tetap saja ia merasa risih jika harus melihat sesuatu yang ada dileher gadis itu.


'' Kamu yakin jika kalian tidak melakukan apapun saat itu?'' tanya Reno dengan tatapan yang tajam, membuat Kanya merasa terintimidasi


'' Kak Reno masih tidak percaya padaku?'' ucap nya, Kanaya mencoba bersikap tenang, agar Reno tidak merasa curiga, sebenarnya Kanaya juga merasa ada sesuatu yang tidak beres pada dirinya, ia ingat saat Dion mengecup lehernya saat itu, dan Kanaya takut jika kecupan yang dilakukan oleh Dion meninggalkan bekas disana.


Tiba-tiba tangan Reno terangkat dan langsung menyentuh leher bagian belakang kanaya, membuat gadis itu sontak terkejut, sentuhan lembut yang Reno berikan membuat darahnya berdesir, jantungnya seketika berdegup dengan kencang.


'' Apa kamu merasakan sesuatu?'' tanya Reno dengan wajah yang begitu dekat, bahkan deru nafas pria itu bisa Kanaya rasakan, membuat bulu kuduknya meremang

__ADS_1


'' Kak.'' ucapnya dengan suara lirih


'' Dibagian ini, apa kami bisa merasakan di bagian yang aku sentuh ini?'' ulang Reno, Kanaya merasa bingung dengan maksud dari kata-kata pria itu, lantas Kanaya pun langsung menggelengkan kepalanya


'' Ber kaca lah, dan lihat tanda apa yang ada disana.'' ucap Reno yang kemudian menarik tangannya dari leher Kanaya.


Merasa penasaran Kanaya pun turun dari tempat tidur, dan melangkah menuju kaca yang ada di meja hias, ia memperhatikan leher nya yang tadi sempat disentuh oleh Reno, seketika matanya melotot sempurna saat melihat ada bekas tanda merah dileher jenjangnya.


'' Ya ampun apa ini? ternyata benar berbekas, Dion kamu membuatku dalam masalah, apa yang akan aku katakan pada Reno, belum lagi mama dan papa, bagai mana jika kak Reno memberitahukan ini semua pada mereka? bisa mati aku.''


Batinnya sambil merutuki kebodohannya sendiri


'' Apa kamu sudah dapat melihatnya?'' ucap Reno, sambil melangkahkan kakinya menuju Kanaya yang saat itu masih berdiri dimeja rias. Kanaya dapat melihat dari pantulan cermin, Reno yang semangkin mendekat kearahnya. Bahkan sekarang pria itu sudah berada dibelakangnya. Membuat Kanaya semangkin bingung harus bagai mana menghadapi Reno, ia pun dengan cepat membalikan tubuhnya menghadap pria itu, membuat tubuh keduanya nyaris menempel satu sama lain


Batin Kanaya


'' Aw-aw,, sakit.'' ucapnya sambil meringis, gadis itu memegangi kepalanya.


'' Nona kamu kenapa?'' ucap Reno sedikit panik


'' Kepalaku pusing, mungkin karna efek minuman yang ku minum tadi.'' ucapnya sambil terus memegangi kepalanya.


'' Nona apa kau sedang menipuku?'' ucap Reno dengan tatapan menyelidik

__ADS_1


'' Siapa yang menipu kak Reno, kepala aku beneran sakit pusing tau gk, jahat banget sih bilang aku penipu.''


'' Ya tadi kan saya lihat tidak apa-apa, kok sekarang tiba-tiba pusing?


'' Ya mana aku tau, namanya juga penyakit, udah ah kak Reno sebaiknya keluar dari kamar aku sekarang, aku mau istirahat.'' ucap Kanaya sambil mendorong mundur tubuh Reno, namun sepertinya pemuda itu enggan untuk menjauh.


'' Kak Reno apaan sih, aku mau istirahat, sebaiknya kak Reno keluar.'' ucapnya kembali mendorong tubuh pria tersebut hingga Reno keluar dari kamarnya


***


'' Huh akhirnya dia keluar juga,'' gumamnya sambil menyandarkan tubuhnya dibalik pintu setelah berhasil mengeluarkan pria tampan tersebut dari kamarnya. setelah itu Kanaya langsung melangkah menuju lemari pakaiannya, untuk mengganti dress yang ia pakai diacara ulang tahun tersebut.


Ditempat lain, disebuah apartemen terlihat seorang wanita sedang marah-marah dengan pasangannya, bahkan wanita itu memukul-mukul tubuh pria itu.


'' Katakan Van, siapa wanita itu, dia datang padaku dan mengaku telah hamil anak kamu.'' ucap wanita tersebut, yang tak lain adalah Tita kekasih Revan, dan saat ini Tita sedang bersama Revan diapartemen milik wanita itu.


'' Sudah aku katakan dia itu hanya masa lalu aku Ta, dan aku tidak melakukan apapun dengannya, dia hanya berbohong, itu bukan anakku, aku tidak pernah berhubungan lagi dengannya, aku akui kami memang sempat bertemu beberapa kali, tapi hanya sebentar, itu pun kami bertemu di cafe, tidak ditempat lain.'' jelas Revan untuk kesekian kalinya.'' Dengar kan aku! kalau kamu tidak percaya aku akan bawa kamu bertemu dengannya, dan aku pastikan jika kamu akan mendapat penjelasan yang sebenarnya dari dia, jika kami memang tidak memiliki hubungan apapun lagi.'' ucap Revan


'' Gk, aku gk percaya sama kamu.'' ucap tita sambil mendorong tubuh Revan agar menjauh darinya


' Kita sudah bersama selama tiga tahun, apa kamu masih meragukan kesetiaan aku?'' ucap Revan, dengan raut wajah kecewa, sebab orang yang dicintainya sama sekali tak mempercayai dirinya


'' Justru itu, mungkin karna terlalu lama kita bersama, hingga membuat kamu merasa bosan sama aku, makanya kamu berselingkuh dengan wanita itu.'' ucap tita sambil berteriak, setelah itu ia langsung masuk kekamarnya meninggalkan Revan yang masih berdiri diruang tamu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2