Pesona Sopir Pribadiku

Pesona Sopir Pribadiku
Chapter 6


__ADS_3

Sudah hampir satu jam lamanya Reno berada di cafe itu, untuk mengawasi nona nya tersebut, dan itu adalah salah satu dari bagian pekerjaannya, karna memang Revan yang meminta Reno untuk mengawasi adiknya jika bersama dengan Dion.


'' Kamu sama siapa tadi kesini Nay?'' tanya Dion


'' Diantar sama sopir, memangnya kenapa?'' tanya Kanaya sambil menatap wajah kekasihnya tersebut


'' Sebenarnya aku ingin sekali membawamu kesuatu tempat.'' ucap Dion


'' Kemana Di?''


'' Pantai, tempatnya tak jauh dari cafe ini, kamu mau kan? lagi pula ini juga masih jam delapan, kita bisa pulang satu jam lagi.'' ucap Dion sambil melihat jam dipergelangan tangannya.


'' Tapi bagai mana dengan sopirku?'' tanya Kanaya bingung


'' Apa kamu tidak bisa mengatasinya sebentar saja demi aku sayang?'' ucap Dion


'' Baiklah tunggu sebentar, aku akan keluar dan menemuinya dimobil.'' ucap Kanaya


'' Buat apa? bukankah dia sudah ada didalam cafe ini?'' ucap Dion sambil menunjuk kearah Reno dengan dagunya, yang kebetulan saat ini memang terlihat sedang menatap kearah mereka.


Apa? sejak kapan lelaki itu disana? apa dia berniat ingin memata-matai aku? keterlaluan sekali dia, awas saja aku akan buat perhitungan sama sopir itu


Batinnya sambil melangkah kearah dimana Reno berada.


'' Apa maksudmu duduk ditempat ini hah?'' tanya Kanaya langsung, begitu sudah berada didepan sopirnya tersebut

__ADS_1


'' Maksud anda apa nona? tentu saya duduk disini karna ingin memesan sesuatu, memangnya anda tidak melihatnya?'' ucap Reno sambil menunjuk secangkir kopi diatas meja miliknya.


'' Halah alasan saja, dengar, aku dan Dion ingin pergi ke pantai sekarang, dan hanya berdua, dan aku ingin kamu jangan ikuti kami.'' ucap nya dengan nada perintah


'' Maaf nona, saya tidak bisa mengabulkan permintaan anda, keselamatan anda ada ditangan saya, karna anda adalah tanggung jawab saya.'' jelas Reno, membuat Kanaya tersenyum sinis


'' Sejak kapan saya jadi tanggung jawab kamu? kekasih bukan, apa lagi istri,'' cibir nya


' Tapi anda pergi dengan saya, jadi sudah tanggung jawab saya membawa anda pulang dengan selamat.'' ucap Reno sambil melirik kearah Dion yang ada dibelakang Kanaya


'' Memangnya kau pikir saya akan mencelakai kekasih saya sendiri hah?'' ucap Dion yang tiba-tiba menyela ucapan Reno, ia merasa jika sopir kekasihnya itu sedang menyindirnya, jelas ia tidak terima jika ada orang menjelek-jelekkan nya didepan sang kekasih.


'' Apakah saya mengatakan demikian?''


'' Sudahlah Dion sebaiknya kita pergi saja dari sini, ucap Kanaya sambil menarik tangan kekasihnya, namun gerakan nya terhenti kala ternyata Reno tiba-tiba juga menarik pergelangan tangan Kanaya .


'' Ada apa? kenapa kau menarik tanganku?'' ucap Kanaya sambil mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Reno


'' Saya ikut, atau saya akan melaporkan ini pada pak Revan.'' ucap Reno


'' Kau mengancam ku?'' ucap Kanaya menatap marah pada Reno


'' Ini hanya penawaran nona, saya tidak akan memaksa anda hanya saja....,,''


'' Ok baiklah kamu boleh ikut.'' ucap Kanaya dengan nada terpaksa.'' Dion gk apa-apa kan kalau dia ikut?''

__ADS_1


'' Gk masalah sayang, ayo kita pergi!" ucapnya sambil menampik tangan Kanaya yang masih digenggam oleh Reno hingga akhirnya terlepas dari genggamannya. Dan akhirnya mau tak mau Kanaya mengijinkan Reno untuk ikut bersama mereka.


Reno terpaksa membiarkan nona nya untuk pergi bersama Dion saat menuju pantai, yang memang hanya berjarak lima menit kalau menggunakan kendaraan, sedangkan dirinya sendiri harus mengikuti keduanya dari belakang.'' Huh kenapa aku harus melakukan ini coba? semua karna Revan, kenapa tidak dia saja yang bertindak dan menyuruh adiknya itu untuk putus dengan pacarnya, dengan begitu kan aku tidak akan melakukan hal konyol seperti ini.'' gerutunya


Kini mereka sudah sampai ditempat tujuan, setelah memarkirkan kendaraan, Kanaya dan Dion pun langsung menuju pantai, begitu pula dengan Reno yang juga menyusul setelah memarkirkan mobil yang dikendarainya. Kanaya melepaskan sepatu heels high miliknya, lalu menentengnya begitu pula Dion yang juga ikut melepas sepatu sneakers yang dikenakannya.'' Gimana kamu suka kan suasana nya?'' ucap Dion, saat ini mereka tengah berada dipinggir pantai, kebetulan saat itu cuaca malam sangat lah cerah, bulan dan bintang terlihat sangat indah menghiasi langit di angkasa, menambah kesan romantis bagi kedua insan yang sedang dimabuk asmara.


Dari kejauhan terlihat Reno terus memperhatikan keduanya, walaupun dimalam hari, namun ia masih dapat melihat dengan jarak tersebut, karna memang cahaya bulan yang memang sangat terang malam itu, ditambah dari sinar lampu yang berasal dari pondok yang tak jauh dari bibir pantai tersebut. Berkali-kali terdengar Reno menghela nafas panjang, entah apa yang dipikirkan pria itu sekarang, namun yang pasti rasanya ia ingin segera menarik anak majikannya tersebut dan membawanya pulang saat ini juga, namun apa lagi daya, ia sama sekali tak ada hak untuk melakukan hal tersebut, mungkin jika dirinya menjadi Revan, tanpa pikir panjang Reno akan langsung membawa Kanaya pergi dari sisi Dion. Namun kenyataannya dirinya hanya seorang sopir dari keluarga gadis tersebut.


'' Sayang kenapa sih tidak kamu suruh saja sopirmu itu pulang? coba lihat dia, sudah seperti hantu saja berdiri disana dengan pakaian kemeja putih nya itu.'' ucap Dion, sambil menunjuk kearah Reno dengan ekor matanya, yang memang saat itu berada tak jauh dari mereka


'' Sudahlah biarin saja, lagian kalau aku suruh dia pulang, pasti otomatis aku juga diajak nya untuk pulang, memang kamu mau?


'' Ya gk lah.'' jawab Dion cepat


'' Makanya,, lagian ya dia kan jauh dari kita, anggap aja dia patung.'' ucap Kanaya asal


'' Kamu benar sayang anggap saja patung.'' ulang Dion, membuat Kanaya tersenyum mendengar nya


'' Coba lihat itu bintangnya cantik sekali '' ucap Kanaya sambil menunjuk kearah langit.


'' Tapi lebih cantik bintang yang ada disamping aku, dan lebih bersinar dari bintang mana pun.'' ucap Dion sambil menatap wajah Kanaya, membuat gadis itu tersipu malu.


'' Gombal banget sih kamu Dion.'' ucap nya sambil memukul pelan dada bidang pemuda tersebut, namun tangannya langsung digenggam erat oleh Dion, dengan tatapan yang tak lepas dari wajah kekasihnya.


Next

__ADS_1


__ADS_2