
Dari kejauhan Reno masih memperhatikan kedua sejoli tersebut, tangannya terkepal saat melihat Dion semangkin mendekatkan wajahnya pada Kanaya. Sedangkan Kanaya sendiri langsung memejamkan mata saat tau jika Dion ingin mencium bibirnya, namun belum lagi pemuda itu melakukannya tiba-tiba terdengar suara dering ponsel dari dalam tas milik Kanaya, membuat keduanya langsung menarik diri.'' Sebentar ya Di.'' ucap Kanaya yang langsung menggeser tombol berwarna hijau
'' Iya bang ada apa?
''...........''
'' Aku masih diluar.''
''............''
'' Baiklah.'' ucap Kanaya yang langsung menyimpan ponsel miliknya setelah sambungan terputus
'' Dion sepertinya aku harus pulang, bang Revan sudah berada dirumah dan dia menyuruhku untuk segera pulang.'' jelas Kanaya, yang merasa tak enak pada kekasihnya
'' Yasudah tidak apa-apa, kita masih bisa jalan lain kali '' ucap Dion sambil tersenyum maklum.'' Pulang lah sekarang, aku tidak ingin pacarku ini kena marah oleh bang Revan nanti.'' sambung nya
__ADS_1
'' Yaudah kalau gitu aku pulang dulu.'' ucap Kanaya yang hanya diangguki oleh Dion.
Dion menghela nafas panjang, sambil terus melihat punggung Kanaya yang kian menjauh dari pandangannya.'' Sampai kapan aku harus bersabar Kanaya.'' gumamnya
Saat ini Kanaya sudah berada didalam mobil bersama Reno tentunya.'' Kita pulang sekarang nona?'' tanya pria tersebut, membuat gadis itu langsung menatapnya dari kaca spion depan.
'' Menurut kamu, apa aku harus kembali lagi bersama Dion dan menghabiskan malam bersamanya?'' tanya Kanaya balik, entah apa maksud dari ucapan gadis itu, namun yang pasti ucapannya itu membuat Reno langsung mengeraskan rahangnya, bahkan pria itu tanpa sadar menggenggam setir mobil dengan keras, hingga buku-buku jarinya terlihat memutih.
' Maksud anda apa nona?'' ucap nya tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan, saat ini memang mereka sudah berada dijalan raya.
'' Bang Revan menyuruh ku untuk segera pulang, walaupun sebenarnya aku masih sangat ingin bersama Dion.'' ucapnya yang pelan diakhir kalimat. Reno tak lagi bertanya, hingga tak terasa mobil yang mereka kendarai sampai didepan kediaman keluarga Abraham.
'' Baru pulang kamu? memangnya gk lihat jam berapa ini, anak perempuan itu tidak boleh pulang larut malam, mengerti kamu?!'' cerocos Revan dengan pandangan tajam kearah sang adik
'' Ck, abang baru juga jam sepuluh malam, mba Tita saja masih dirumah kita padahal kan dia juga seorang gadis.'' ucap Kanaya, membuat sang kekasih terlihat mengulum senyum, ingin sekali rasanya saat itu Tita tertawa, hanya saja ia takut jika Revan akan marah padanya. Sedangkan Revan sendiri yang mendengar ucapan sang adik langsung melotot pada nya. Namun saat Revan hendak kembali protes Tita langsung mencegahnya.'' Sudahlah sayang Nay masih kecil, jangan terlalu sering dimarahi.'' ucap Tita sambil mengusap lembut punggung sang kekasih, bermaksud agar kekasihnya itu tidak marah lagi pada sang adik. Melihat itu Kanaya tersenyum dalam hati.
__ADS_1
Kak Tita memang calon kakak ipar idaman, dia selalu bisa meredamkan amarah bang Revan.
Batinnya tersenyum senang
'' Apa kamu senyum-senyum? sudah sana masuk kamar!" ucap Revan yang kembali melotot pada nya
'' Iya-iya, bawael banget sih kayak emak-emak.'' cibirnya yang langsung lari begitu melihat sang abang bangkit dari duduknya.
'' Haiis dasar anak itu kenapa ya aku punya adik seperti itu,'' gerutunya
***
Jam sudah menunjukan pukul satu dini hari, terlihat dikamarnya Kanaya baru saja terbangun karna merasa haus.'' Sepertinya aku lupa membawa air deh.'' gumamnya, dengan malas akhirnya gadis tersebut bangkit dari tidurnya dan keluar dari kamar untuk mengambil air minum dari dapur.
Kanaya melangkah keluar dari kamarnya, dengan mata yang masih terasa mengantuk, gadis itu terus melangkah. Namun saat melewati kamar Revan samar-samar Kanaya mendengar suara yang menurutnya aneh.'' Suara apa itu? sepertinya dari kamar bang Revan deh, tapi apa iya?'' gumamnya tidak begitu yakin. karna ia merasa itu hanya halusinasinya saja. Kanaya pun berniat untuk melanjutkan langkahnya, namun saat baru dua langkah, tiba-tiba kanaya kembali mendengar suara tersebut, dan kali ini lebih jelas dari sebelumnya. Merasa penasaran akhirnya Kanaya pun mendekati kamar Revan, yang dimana ternyata pintu kamar tersebut tidak tertutup dengan rapat. Dengan hati berdebar Kanaya mencoba menempelkan daun telinganya didepan pintu kamar tersebut, tiba-tiba saja bulu kuduknya merinding, saat mendengar suara desa*han dari kamar abangnya tersebut, terdengar pula suara seorang wanita yang meneriaki nama abangnya Revan.
__ADS_1
'' Itu seperti suara mba Tita, sedang apa dia dikamar bang Revan? atau jangan-jangan mereka sedang melakukan perbuatan mesum? dasar pasangan tidak ada akhlak, berani sekali mereka melakukannya dirumah.'' gumamnya dengan pikiran yang mulai kemana-mana.'' Sebaiknya aku pergi dari sini, jika lama-lama otakku bisa rusak karena kelakukan mereka.' gerutunya yang langsung menarik diri, namun saat ia hendak melangkah pergi, lagi-lagi suara dari dalam tersebut seolah memanggilnya, dan rasa penasaran mengalahkan semua akal sehat gadis itu, hingga akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk pergi dari sana, dan sangkin penasarannya Kanaya, gadis itu pun dengan berani, mulai mendorong sedikit pintu kedalam agar ia bisa melihat kegiatan yang ada didalam kamar, tersebut.
Next